Home / Jabodetabek

Minggu, 10 September 2023 - 12:05 WIB

Diskusi Betawi di Harlah ke-38 Pesantren Asshiddiqiyah

Sudah di baca : 71 views

Jakarta, MediaPers,- Pondok Pesantren Asshidiqqiyah yang didirikan oleh almarhum KH. Noer Muhammad, kini dilanjutkan oleh putranya, KH. Muhammad Mahrus Iskandar memasuki usia ke 38 tahun.

Banyak ragam kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan harlahnya, salah satunya adalah diskusi tentang kebudayaan Betawi.

Dalam sambutannya, KH. Mahrus Iskandar, yang akrab dipanggil Gus Ayus mengatakan bahwa diskusi yang diselenggarakan, Sabtu (9/9/2023). Dimaksudkan agar santri mengenal kebudayaan dan tradisi masyarakat Betawi, karena keberadaan pesantren Asshiddiqiyah berawal dari jantung kota Jakarta, di mana masyarakat Betawi merupakan penduduk intinya.

Diskusi itu menghadirkan dua nara sumber, yaitu KH. Marullah Matali selaku Ketua Majelis Kaum Betawi (MKB) dan Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR) KH. Lutfi Hakim serta dipandu oleh KH. Baihaki.

Baca Juga   Iin Mutmainnah Resmi Dilantik sebagai Wali Kota Jakarta Barat oleh Gubernur Pramono Anung

KH. Marullah Matali, yang sekarang ini masih menjabat sebagai Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Budaya Propinsi DKI Jakarta menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pesantren Asshiddiqiyah yang memberi peluang dirinya untuk mengenalkan tradisi dan budaya masyarakat Betawi kepada para santri, mengingat pentingnya menjaga dan memajukan budaya lokal sebagai bagian dari budaya nasional.

Sementara KH. Lutfi Hakim memaparkan spirit religius Islam yang dimiliki masyarakat Betawi dalam praktik tradisi dan budayanya, semisal ondel-ondel.

Umumnya, Ondel-Ondel dibuat berpasangan, layaknya pengantin laki-laki dan perempuan dengan pakaian adat yang indah. Ondel-Ondel laki-laki dibuat berwarna merah yang melambangkan semangat dan keberanian.

Baca Juga   Kebakaran Hebat di Kalideres Jakarta Barat, 5 Bangunan dan Kios Pedagang Ludes Terbakar

Sedangkan Ondel-Ondel perempuan berwarna putih yang melambangkan kesucian dan kebaikan.

Untuk lebih menghidup suasana diskusi, KH. Lutfi melontarkan pertanyaan-pertanyaan seputar materi yang disampikan kepada para santri dengan memberikan hadiah uang seratus ribu rupiah bagi santri yang menjawab dengan benar.

“Dalam pecahan uang seratus ribu ini ada ikon budaya Betawi, yaitu Tari Topeng. Dahulu saat Pak Jokowi akan mencetak uang baru, kami masyarakat Betawi mengajukan kepada beliau agar ada ikon Betawi di salah satu pecahan mata uang kita. Alhamdulillah, dikabulkan bahkan pada pecahan yang terbesar,” pungkasnya.(Ferry)

Share :

Baca Juga

Jabodetabek

Federasi Tinju Profesional Indonesia Dukung Promotor Maluku untuk Gelar Sabuk Emas Presiden RI ke-III di Era Prabowo

Jabodetabek

Kebersamaan Hangat Warnai Halal Bi Halal Forum Wartawan Jaya Indonesia di Ragunan

Jabodetabek

Kredibilitas Sudis CKTRP Jakarta Barat di Pertaruhkan, Plang Izin PBG di Duga Palsu Hilang di Telan Bumi

Jabodetabek

Lurah Pegadungan Klarifikasi Penanganan Sampah dan Bangunan Liar di Jalan Jambu Air

Jabodetabek

Pesona Kahuripan Gelar Akad Kredit Massal 1.000 Rumah Subsidi, Resmikan Pesona Kahuripan 12 di Cileungsi

Jabodetabek

GRIB Jaya PAC Kembangan Gelar Tasyakuran Milad ke-15 dan Halal Bihalal

Jabodetabek

Satlantas Polres Metro Jakarta Barat Temukan Mobil Box Curian Saat Patroli, Polsek Tambora Serahkan ke Korban

Jabodetabek

Polsek Kalideres Selidiki Dugaan Pelecehan Siswi SMP, Kasus Berakhir Damai