JAKARTA — Organisasi kemasyarakatan Persaudaraan Timur Raya (PETIR) menggelar kegiatan berbagi kasih sekaligus buka puasa bersama dengan warga Kalibata, Jakarta Selatan(13/03/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat hubungan dan membangun kembali kebersamaan pasca peristiwa yang terjadi pada 11 Desember 2025 lalu.
Dalam peristiwa yang sempat menyita perhatian publik, dua pekerja mata elang yang berasal dari Indonesia Timur dilaporkan meninggal dunia. Insiden tersebut sempat menimbulkan ketegangan di tengah masyarakat.
Namun, suasana berbeda terlihat dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar baru-baru ini. Warga Kalibata dan anggota Ormas PETIR berkumpul dalam suasana kekeluargaan, menandai upaya mempererat tali persaudaraan dan membangun kembali hubungan yang harmonis.

Pendiri PETIR, Semmy Manafe, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pertemuan tersebut. Ia meyakini bahwa pertemuan yang penuh kehangatan itu tidak terlepas dari campur tangan Tuhan yang mempersatukan berbagai pihak.
Menurutnya, momentum tersebut menjadi bukti bahwa perbedaan dan konflik dapat diselesaikan melalui dialog, kebersamaan, serta semangat persaudaraan.
“Kalau pada Desember lalu Ormas PETIR dianggap sebagai lawan, hari ini kami justru diterima sebagai saudara. Ini menjadi pelajaran penting bahwa persaudaraan harus selalu dikedepankan,” ujar Semmy.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Paguyuban UMKM Kalibata, Purwaji, yang telah membuka ruang dialog serta menerima kehadiran anggota PETIR dalam kegiatan buka puasa bersama tersebut.
Semmy turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dan mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Ia berharap ke depan PETIR semakin solid dan terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Kami berharap PETIR semakin kompak dan semakin jaya. Organisasi ini akan terus hadir untuk menjadi berkat bagi Indonesia,” tambahnya.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.(will/rfn)














