JAKARTA – Polda Metro Jaya melalui Bagian Psikologi Biro Sumber Daya Manusia (SDM) melaksanakan pendampingan psikologi terhadap personel yang bertugas dalam Operasi Ketupat 2026 di Pos Pengamanan (Pospam), Pos Pelayanan (Posyan), dan Posko Arus Mudik Lebaran di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Kegiatan pendampingan psikologi Ops Ketupat 2026 ini dilakukan sebagai bentuk dukungan institusi Polri untuk menjaga kesehatan mental, kesiapan psikologis, serta stabilitas emosi personel yang menjalankan tugas pengamanan selama arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kabag Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya, AKBP IBG Adi Putra Yadnya, M.Psi., Psikolog.
Pendampingan Psikologi di Pospam dan Posyan Ops Ketupat 2026
Pendampingan psikososial dilakukan karena personel yang bertugas di Pospam dan Posyan Ops Ketupat 2026 memiliki beban kerja yang cukup tinggi, mulai dari jam kerja panjang, pelayanan kepada masyarakat, hingga dinamika situasi di lapangan selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
Tim Bagian Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya melaksanakan pendampingan langsung di 20 lokasi yang terdiri dari 13 Pospam, 5 Posyan, dan 2 Posko Arus Mudik Lebaran.
Beberapa lokasi yang menjadi titik pendampingan antara lain Pospam Masjid Istiqlal Polsek Sawah Besar, Pospam Polsek Duren Sawit, Pospam Bundaran HI Polsek Menteng, Pospam Pulo Gebang, Posyan Polsek Jatinegara, Posyan Stasiun Senen, Posyan Polsek Cipayung, Pospam Danau Sunter, Pospam Stasiun Gambir, hingga Posko Kolaborasi Arus Mudik dan Balik Polres Metro Bekasi.
Tujuan Pendampingan Psikososial Personel Polri
Dalam kegiatan pendampingan psikologi Ops Ketupat 2026, tim psikologi memberikan motivasi kerja, konsultasi singkat, serta teknik pernapasan untuk membantu personel tetap tenang, fokus, dan stabil saat menjalankan tugas pengamanan mudik Lebaran.
Kabag Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk menjaga kondisi mental personel selama operasi berlangsung.
“Pendampingan ini bertujuan membantu personel mengelola tekanan kerja, mencegah kelelahan mental, serta meningkatkan ketahanan psikologis agar tetap dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Kesehatan Mental Personel Jadi Faktor Penting Ops Ketupat 2026
Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang menitikberatkan pada pelayanan dan pengamanan masyarakat selama mudik Lebaran. Oleh karena itu, selain kesiapan fisik, sarana prasarana, dan kemampuan teknis, kesiapan psikologis personel juga menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan Operasi Ketupat 2026.
Dengan kondisi psikologis yang stabil, personel di lapangan diharapkan dapat menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan berintegritas dalam melayani masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Komitmen Polda Metro Jaya dalam Mendukung Ops Ketupat 2026
Melalui pendampingan psikologi ini, Polda Metro Jaya berkomitmen untuk terus memberikan dukungan psikososial kepada personel Polri sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia dan optimalisasi pelaksanaan tugas kepolisian.
Di balik kelancaran arus mudik dan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, terdapat aspek kesehatan mental personel yang juga harus dijaga agar pelayanan prima Polri kepada masyarakat dapat terus berjalan dengan baik selama Operasi Ketupat 2026. (Red/Cun/ACT)

