Dulu Diarak sebagai Juara Dunia, Kini Terlupakan—Nasib Mantan Petinju Ini Bikin Miris!

Berita, Sport24,771 views

Mediapers.com – Prestasi olahraga kerap menjadi kebanggaan bangsa. Di arena tinju, Indonesia pernah berdiri tegak di panggung dunia melalui nama-nama seperti Ellyas Pical, Nico Thomas, hingga Chris John. Mereka bukan sekadar atlet, tetapi simbol kejayaan Merah Putih di mata dunia.

Namun, gemerlap itu seringkali tak bertahan lama.

Setelah masa kejayaan berlalu, tidak sedikit mantan petinju justru menghadapi kenyataan pahit: kesulitan ekonomi, minimnya akses pekerjaan, hingga hilangnya perhatian dari sistem yang dahulu mengangkat mereka. Fenomena ini bukan cerita baru, tetapi terus berulang dari generasi ke generasi.

Redaksi memandang, persoalan ini bukan semata soal individu, melainkan cerminan lemahnya sistem perlindungan atlet pasca-karier. Negara, melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, selama ini lebih terlihat fokus pada pencapaian prestasi jangka pendek, namun belum optimal dalam menyiapkan masa depan atlet setelah pensiun.

Baca juga: Promotor dan FTPI Gandeng TVRI untuk Sukseskan Pattimura Big Fight 2026

Padahal, menjadi atlet—terlebih di cabang keras seperti tinju—bukan tanpa risiko. Mereka mempertaruhkan kesehatan fisik, bahkan keselamatan, demi membawa nama Indonesia ke level internasional.

Ironis jika setelah itu, mereka harus berjuang sendiri tanpa arah dan dukungan yang memadai.

Baca juga: Pattimura Big Fight International 2026 Siap Digelar, Momentum Kebangkitan Tinju Profesional Indonesia

Sudah saatnya ada langkah konkret: sistem jaminan sosial atlet, pelatihan keterampilan pasca-karier, hingga skema penyerapan tenaga kerja bagi mantan atlet. Ini bukan sekadar bentuk penghargaan, tetapi kewajiban moral negara.

Kita tidak boleh lagi membiarkan atlet yang pernah berjasa diperlakukan seperti “habis manis, sepah dibuang”.

Karena sejatinya, menghormati atlet bukan hanya saat mereka menang—tetapi juga saat mereka kembali menjadi warga biasa.

Catatan Redaksi

Komentar