MUSDA I PBB, Prof. Dr. Johnny Walker Situmorang: Organisasi Harus Naik Kelas dari Aksi Sosial ke Pemberdayaan Ekonomi Anggota

Berita1,287 views

Jakarta, 16 Mei 2026 — Dewan Pembina Pemuda Batak Bersatu (PBB), Prof. Dr. Johnny Walker Situmorang, menyoroti proses penjaringan calon ketua organisasi yang hanya diikuti satu pendaftar. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi evaluasi penting bagi organisasi untuk memperkuat kaderisasi sekaligus meningkatkan relevansi program bagi anggota.

Ia menegaskan, organisasi massa tidak cukup hanya dikenal melalui kegiatan sosial, tetapi juga harus mampu menghadirkan program pemberdayaan ekonomi yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan anggota.

Hanya Satu Calon Mendaftar

Dalam keterangannya, Prof. Johnny menjelaskan bahwa proses penjaringan telah dilaksanakan sesuai mekanisme dan batas waktu yang ditetapkan panitia. Namun hingga penutupan pendaftaran, hanya terdapat satu calon yang mendaftarkan diri dan dinyatakan lolos verifikasi administrasi.

“Kita sudah ada proses penyaringan melalui panitia sampai deadline. Waktu itu katanya hanya satu yang mendaftar dan telah diperiksa. Itu jelas tadi disampaikan,” ujarnya.

Menurutnya, minimnya jumlah pendaftar perlu menjadi bahan introspeksi bersama agar organisasi mampu menciptakan ruang kaderisasi yang lebih terbuka dan kompetitif di masa mendatang.

Aksi Sosial Dinilai Belum Cukup

Prof. Johnny mengapresiasi kiprah organisasi massa, khususnya Pemuda Batak Bersatu (PBB), yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial di sejumlah daerah. Meski demikian, ia menilai aksi sosial saja belum cukup untuk menjawab kebutuhan anggota secara berkelanjutan.

“PBB sudah punya nama di mana-mana melalui aksi sosial. Itu penting, tetapi tidak cukup. Organisasi harus melangkah lebih jauh melalui pemberdayaan anggota,” katanya.

Ia menilai organisasi perlu mulai fokus pada program yang mampu meningkatkan kemandirian ekonomi anggota, sehingga manfaat organisasi dapat dirasakan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Dorong Pembentukan Koperasi Anggota

Salah satu gagasan yang disampaikan Prof. Johnny ialah pembentukan koperasi anggota sebagai wadah penguatan ekonomi bersama. Menurutnya, koperasi dapat menjadi ruang usaha yang melibatkan seluruh anggota, mulai dari pengurus pusat hingga tingkat anak ranting.

“Bayangkan kalau bisa ada koperasi. Semua anggota sampai anak ranting, tukang las, tukang tambal ban, dan berbagai profesi lainnya bisa memanfaatkannya. Itu luar biasa,” ujarnya.

Ia menambahkan, koperasi dapat menjadi sarana bagi anggota untuk mengembangkan usaha, memperluas jaringan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan secara kolektif.

“Kalau program ini berjalan, itu menjadi potensi besar bagi pemuda-pemuda Batak Bersatu untuk berkembang dan mandiri,” tambahnya.

Mekanisme Pemilihan Tetap Sesuai Aturan

Terkait proses penetapan ketua, Prof. Johnny menegaskan bahwa tahapan yang berjalan tetap mengikuti aturan organisasi dan hasil verifikasi panitia penjaringan.

“Kalau hanya satu yang mendaftar dan lolos verifikasi, maka itu yang diproses sesuai ketentuan organisasi. Ke depan, kita dorong lebih banyak kader yang siap dan berani maju agar pilihan bagi anggota semakin luas,” ungkapnya.

Perkuat Kaderisasi dan Program Nyata

Di akhir keterangannya, Prof. Johnny mengajak seluruh elemen organisasi untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kapasitas kader, serta menyusun program kerja yang menyentuh kebutuhan riil anggota.

Ia berharap organisasi tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak sosial dan ekonomi masyarakat Batak di Indonesia.

“Yang diharapkan adalah organisasi ini benar-benar menjadi rumah yang memberdayakan anggotanya. Kalau ekonomi anggota kuat, maka organisasi juga akan kuat,” tutupnya. (rosmauli)