Jakarta, – Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sudis Parekraf Jakarta Barat terus memperkuat strategi promosi destinasi unggulan melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis nilai keberagaman, sebanyak 75 peserta mengikuti kegiatan Famtrip yang bertujuan memperkenalkan sekaligus mempromosikan potensi destinasi wisata unggulan di Jakarta Barat dengan mengusung tema wisata religi lintas agama yang menonjolkan nilai keberagaman dan toleransi, Kamis (23/4).
Kegiatan yang digelar oleh Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Jakarta Barat ini menyasar lima destinasi wisata religi lintas agama, yakni Vihara Hemadiro Mettavati di Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Pura Chandra Prabha di Jelambar, Kecamatan Grogol Petamburan, Masjid Jami Al Mansur di Pekojan, Kecamatan Tambora, Gereja Kristen Indonesia Perniagaan di Kecamatan Tambora, serta Taman Doa Kasih Mulia Sejati di Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng.
Kepala Sudin Parekraf Jakarta Barat, Sherly Yuliana, mengatakan Famtrip merupakan salah satu program unggulan dalam mendorong promosi destinasi wisata secara lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Famtrip ini menjadi upaya kami untuk memperkenalkan destinasi wisata unggulan Jakarta Barat, khususnya wisata religi lintas agama yang sarat dengan nilai toleransi, keberagaman, dan harmoni sosial,” ujar Sherly.
Menurutnya, kegiatan ini diikuti oleh 75 peserta yang berasal dari berbagai unsur, seperti Duta Pariwisata Abang None Jakarta Barat, Kang Nong dari Kota Tangerang dan Tangerang Selatan, Abang Bekasi, Mojang Jajaka Kota Bogor, Koko Cici, Duta DPD RI, Duta Lalu Lintas, Duta Satpol PP Pariwisata, travel agent, hingga konten kreator yang telah melalui proses open call.
Sherly menambahkan, keterlibatan travel agent dalam Famtrip ini diharapkan mampu mendorong terciptanya paket-paket wisata baru di Jakarta Barat, mengingat wilayah tersebut memiliki letak geografis yang strategis dan akses yang mudah dijangkau.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap travel agent dapat melihat langsung potensi wisata religi yang ada, sehingga nantinya bisa dikembangkan menjadi paket wisata menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” tambahnya.
Ia menegaskan, wisata religi lintas agama di Jakarta Barat bukan hanya menawarkan nilai spiritual, tetapi juga menjadi simbol kuat kerukunan antarumat beragama yang patut terus dipromosikan sebagai daya tarik wisata khas ibu kota.(Red/Fer)







