BPPKB Banten DPAC Pinang Gelar Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim: Perkuat Solidaritas dan Kepedulian Sosial

Berita21 views

TANGERANG– Organisasi Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB Banten) DPAC Pinang menggelar acara tasyakuran sekaligus santunan anak yatim, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka syukuran berdirinya posko jaga di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat nilai spiritualitas, mempererat tali silaturahmi, dan menegaskan komitmen organisasi dalam membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPC BPPKB Banten Kota Tangerang, Zainal Febriyanto, S.H., jajaran pengurus dari tingkat DPAC hingga DPRT se-Kota Tangerang, serta tokoh masyarakat lingkungan RW 05, Ahmad Halimi.

Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat, dimulai dengan pembacaan tawasul dan tahlil yang dipimpin oleh Ustaz Sony, dilanjutkan dengan lantunan selawat Al-Barzanji oleh Hadroh Qulbu Salim. Suasana religius semakin bermakna dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim dan piatu sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama.

Tasyakuran ini bukan sekadar seremoni peresmian posko, melainkan juga bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan kesehatan, rezeki, dan kesempatan untuk membangun wadah kebersamaan bagi keluarga besar BPPKB Banten, khususnya jajaran DPAC Pinang. Ke depan, keberadaan posko ini diharapkan dapat menjadi pusat komunikasi, konsolidasi, dan silaturahmi yang mampu mendorong lahirnya berbagai kegiatan positif, baik di internal organisasi maupun di lingkungan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua DPAC BPPKB Banten, H. Buroq, mengingatkan seluruh jajaran agar senantiasa menjaga kekompakan, soliditas, dan semangat persaudaraan. Menurutnya, kekuatan organisasi tidak hanya dibangun melalui struktur kepengurusan, tetapi harus diwujudkan melalui kebersamaan dan konsistensi dalam menjalankan kegiatan yang bermanfaat.

“Saya ingin kegiatan seperti ini terus berjalan sampai ke depannya nanti,” ujar H. Buroq.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan kegiatan keagamaan dan sosial sebagai bagian dari pembinaan karakter anggota. Organisasi yang solid pada hakikatnya bukan hanya yang mampu menghimpun banyak anggota, melainkan juga yang dapat menjaga komitmen, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.

Dukungan positif juga disampaikan oleh tokoh masyarakat lingkungan RW 05, Ahmad Halimi. Ia menyambut baik kehadiran BPPKB Banten DPAC Pinang dan berharap organisasi ini dapat membangun sinergi yang konstruktif dengan masyarakat maupun unsur pemerintahan di wilayah Kecamatan Pinang. Hubungan yang harmonis antara organisasi kemasyarakatan, warga, dan pemerintah merupakan modal penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, dan mendukung berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Silaturahmi sebagai Fondasi Organisasi yang Bermartabat”

Pengajian dan santunan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai sebuah organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah anggota atau keberadaan sekretariat dan posko. Jauh lebih penting, organisasi harus mampu menjaga akhlak, merawat persaudaraan, serta menumbuhkan kepekaan terhadap persoalan sosial di sekitarnya. Soliditas yang sesungguhnya lahir dari rasa saling menghargai, keterbukaan dalam berkomunikasi, dan kesediaan untuk menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi santai antarpengurus DPAC dan DPRT. Forum ini dimanfaatkan untuk mempererat komunikasi, bertukar pandangan, serta membuka ruang bagi penyampaian pertanyaan, kritik, dan saran demi meningkatkan kualitas dan keharmonisan organisasi ke depan.

Melalui tasyakuran dan santunan anak yatim ini, BPPKB Banten DPAC Pinang bertekad menjadikan posko yang baru berdiri sebagai titik awal penguatan persaudaraan dan pengabdian sosial. Sebab, organisasi yang bermartabat tidak hanya dinilai dari apa yang dibangun untuk kepentingan internal, melainkan dari seberapa besar manfaat nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

Persaudaraan harus dirawat, kepedulian harus diwujudkan, dan keberadaan organisasi harus dibuktikan melalui tindakan nyata.(Red/cp)