CIANJUR – Mak Enem, seorang lansia berusia 80 tahun warga Kampung Serblak RT 02/RW 03, Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, kini harus menjalani masa tuanya seorang diri.
Di usianya yang sudah senja, Mak Enem hidup sebatang kara dengan kondisi tempat tinggal yang sangat memprihatinkan.
Kondisi tersebut disampaikan oleh Ramlan (47), salah satu anggota Laskar Merah Putih Kecamatan Haurwangi saat berada di wilayah Cihea, Kamis (23/10).
Ramlan mengungkapkan, rumah yang dihuni Mak Enem saat ini sudah tergolong tidak layak huni. Bagian atap bangunan banyak yang mengalami kerusakan parah. Akibatnya, setiap kali hujan turun, air merembes hingga merendam lantai dan membuat bagian dalam rumah tergenang. Dalam kondisi fisik yang makin melemah, Mak Enem sering kali harus berpindah-pindah posisi di dalam rumah sekadar untuk mencari sudut ruangan yang tidak bocor.
Tak hanya persoalan tempat tinggal, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari pun Mak Enem mengalami kesulitan. Ia acap kali hanya mengandalkan tanaman yang ada di pekarangan depan rumahnya, seperti singkong atau ubi kayu.
”Untuk makan sehari-hari biasanya hanya mengandalkan apa yang ada di depan rumah, seperti singkong atau ubi. Kadang-kadang ada tetangga yang peduli dan memberikan beras untuk dimasak,” ujar Ramlan saat ditemui di kediamannya.
Melihat kondisi yang dialaminya, Mak Enem sangat berharap adanya perhatian dan kepedulian dari pihak pemerintah—mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga Pemerintah Kabupaten Cianjur—agar sudi memberikan bantuan perbaikan rumah sehingga layak untuk dihuni.
Di akhir keterangannya, Ramlan juga berharap agar ada dermawan atau donatur yang tersentuh hatinya untuk membantu meringankan beban hidup serta perbaikan tempat tinggal nenek lansia tersebut. (Asdon)
