JAKARTA – Konferensi Daerah (Konferda) I Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Marhaenis (DPD GPM) Provinsi DKI Jakarta menetapkan Cecilia Fauzia sebagai Ketua DPD Gerakan Pemuda Marhaenis DKI Jakarta melalui mekanisme musyawarah mufakat. Penetapan tersebut dilakukan dalam sidang pleno Konferda yang berlangsung di Gedung Joeang ’45, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (2/8/2026).
Sidang Konferda diawali dengan pembacaan tata tertib serta pencabutan status kepengurusan karateker DPD GPM DKI Jakarta sebagai bagian dari tahapan organisasi sebelum pemilihan ketua definitif.
Ketua Sidang menjelaskan bahwa seluruh proses Konferensi Cabang (Konfercab) di empat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) telah rampung, sehingga forum dilanjutkan dengan agenda Konferda untuk memilih kepengurusan tingkat provinsi.
Dalam sidang tersebut, peserta juga mengesahkan sejumlah keputusan, di antaranya penetapan pimpinan sidang, agenda persidangan, tata tertib, susunan kepengurusan, serta program kerja DPD GPM DKI Jakarta.
Setelah melalui proses musyawarah, seluruh DPC peserta Konferda secara mufakat menetapkan Cecilia Fauzia sebagai Ketua DPD GPM DKI Jakarta.
Dalam sambutan perdananya, Cecilia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia mengakui amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan bersama seluruh kader GPM.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Amanah ini tentu bukan hal yang ringan, tetapi saya berharap kita dapat berjalan bersama untuk melanjutkan program-program organisasi dan tetap berpegang teguh pada ideologi Bung Karno,” ujarnya.
Ia menegaskan kepemimpinannya akan difokuskan pada penguatan organisasi hingga pelaksanaan kongres berikutnya serta memastikan program-program di tingkat wilayah dapat berjalan secara berkesinambungan.
“Saya tidak banyak menjanjikan, tetapi saya akan berusaha memberikan waktu dan tenaga agar organisasi ini benar-benar berjalan dan menghasilkan manfaat bagi seluruh kader,” katanya.
Usai penetapan ketua, Cecilia juga mengumumkan bahwa untuk sementara struktur organisasi tetap mempertahankan jajaran sekretariat yang telah berjalan.
Ia menetapkan Robet Siagian tetap menjabat sebagai Sekretaris DPD GPM DKI Jakarta, sementara penyusunan bendahara dan kepala-kepala bidang akan dilakukan melalui proses formatur dalam waktu mendatang.
Menjelang penutupan sidang, salah seorang pengurus menegaskan bahwa GPM merupakan organisasi yang terbuka bagi seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun suku.
“GPM bukan milik satu orang dan bukan milik golongan tertentu. GPM adalah rumah bersama bagi siapa pun yang memiliki semangat nasionalisme dan menjadikan Pancasila sebagai dasar perjuangan,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh kader membangun organisasi dengan semangat gotong royong, saling mengoreksi secara konstruktif, serta mengedepankan pikiran positif demi kemajuan organisasi.
Menurutnya, GPM harus menjadi wadah yang mampu meningkatkan kualitas anggotanya sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Rangkaian Konferda I DPD GPM DKI Jakarta kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin secara bergantian lintas agama sebagai simbol semangat kebhinekaan yang menjadi salah satu nilai perjuangan organisasi.(rfn)
