JAKARTA BARAT – Kelompok Kerja (Pokja) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Wali Kota Jakarta Barat berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, serta Asosiasi Pedagang Ikan Hias Cengkareng (A.P.I.C) menggelar Kick Off Gebyar Edukasi Ikan Hias di Tempat Promosi Hasil Perikanan (TPHP) Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan ikan hias dan ikan air tawar kepada anak-anak sekaligus mendorong TPHP Cengkareng sebagai ruang edukasi, rekreasi, dan pengembangan potensi ekonomi perikanan di Jakarta Barat.
Kegiatan dihadiri Kepala UPT Pusat Produksi, Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) Dinas KPKP DKI Jakarta Risnadi, S.P. yang mewakili Kepala Dinas KPKP Provinsi Jakarta, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Kota Administrasi Jakarta Barat Depika Romadi yang mewakili Wali Kota Jakarta Barat, Kasudin KPKP Jakarta Barat Bety Rohmawati, Kasudin Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat Agus Ramdani, serta Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo beserta jajaran pengurus harian.
Turut hadir Ketua Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) DKI Jakarta Ernawati, Ketua Pokja PWI Wali Kota Jakarta Barat Bambang Gatot Subroto beserta pengurus dan anggota, Ketua Pokja PWI Kepolisian Jakarta Barat Teuku Faisal, Abang None Jakarta Barat 2026, Humas Polres Jakarta Barat Wisnu, Sekretaris Kecamatan Cengkareng Abdul Rosid, Ketua A.P.I.C Dr. Bryan Ghautama, S.E., S.H., M.H., Babinsa Kelurahan Cengkareng Barat Sertu Didin HM, Bhabinkamtibmas Kelurahan Cengkareng Barat Aipda Nasir, serta perwakilan kepala sekolah dan siswa PAUD, TK, dan SD di Jakarta Barat.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan Tari Cupang Menor dari Sanggar Edelweiss.
Tari Cupang Menor terinspirasi dari keindahan dan kelincahan ikan cupang yang menjadi salah satu fauna maskot Jakarta Barat. Gerak tari memadukan unsur budaya Betawi melalui penggunaan selendang dan kibasan warna-warni yang menggambarkan gerakan ikan cupang.
Tarian tersebut sekaligus dimaknai sebagai simbol kegembiraan, ketangguhan, dan semangat pelestarian lingkungan.
Penampilan seni juga dilanjutkan dengan Tari Merak dari siswa SD Kertapawitan. Salah satu penampil merupakan murid berprestasi, Calysta Anastasya Ghautama.
Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Aisyah Azzahra Waluyo dari SDN Kalideres 03 Pagi yang membacakan Surat An-Naba, serta doa pembuka yang dipimpin Fajrin.
PWI Pokja Jakbar Dorong TPHP Cengkareng Jadi Destinasi Wisata Edukasi
Ketua Pokja PWI Wali Kota Jakarta Barat sekaligus Ketua Panitia, Bambang Gatot Subroto, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mengenalkan berbagai jenis ikan kepada anak-anak, tetapi juga memberikan edukasi mengenai perikanan, lingkungan, habitat, dan pentingnya menjaga kehidupan di dalam air.
Menurut Bambang, anak-anak perlu mendapatkan pengalaman belajar secara langsung, tidak hanya melalui buku maupun media digital.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal ikan melalui gambar atau buku pelajaran, tetapi dapat melihat secara langsung berbagai jenis ikan, mengetahui habitatnya, memahami cara memeliharanya, dan belajar bahwa ikan serta lingkungan perairan merupakan bagian penting dari kehidupan kita,” ujar Bambang.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus kecintaan anak-anak terhadap lingkungan.
Lebih jauh, Bambang menyampaikan gagasan agar TPHP Cengkareng dikembangkan bukan hanya sebagai tempat promosi hasil perikanan, tetapi juga menjadi destinasi wisata edukasi ikan air tawar dan ikan hias di Jakarta Barat.
“Kami membayangkan TPHP Cengkareng ke depan dapat menjadi salah satu ruang edukasi masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah. Tempat ini dapat dikembangkan menjadi lokasi yang menarik untuk mengenal berbagai jenis ikan air tawar, ikan hias, ekosistem perairan, sekaligus menjadi ruang rekreasi yang memiliki nilai edukasi,” katanya.
Ia menilai pengembangan tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, pengelola TPHP, komunitas, pelaku usaha, dan media.
Bambang juga menegaskan bahwa media memiliki peran dalam memperkenalkan potensi positif yang ada di Jakarta Barat kepada masyarakat luas.
“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti pada satu acara saja, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, pengelola TPHP, komunitas, dan media,” ujarnya.
Ketua PWI Jaya: Pers Tak Hanya Memberikan Informasi, tetapi Juga Edukasi
Ketua PWI Provinsi DKI Jakarta, Kesit Budi Handoyo, mengapresiasi pelaksanaan Gebyar Edukasi Ikan Hias yang melibatkan unsur pers, pemerintah, dunia pendidikan, dan pelaku usaha perikanan.
Menurut Kesit, kegiatan tersebut sejalan dengan salah satu fungsi pers, yakni memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Sebagai insan pers, tentunya ada kewajiban yang juga harus dilaksanakan. Kalau kita ingat bagaimana fungsi dan peran pers, selain memberikan informasi, tentu juga memberikan edukasi,” kata Kesit.
Ia menjelaskan, edukasi dapat dilakukan melalui berbagai saluran, mulai dari televisi, radio, media cetak, media daring, hingga media sosial. Namun, kegiatan edukasi secara langsung juga dinilai memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak.
“Ketika dibawa ke lokasi kemudian melihat langsung, maka feeling-nya akan beda, kemudian insting-nya juga akan beda, pengetahuannya juga akan semakin langsung didapat pada saat mereka hadir di tempat ini,” ujarnya.
Kesit juga mendorong penguatan promosi TPHP Cengkareng agar semakin dikenal masyarakat.
Menurutnya, PWI melalui Pokja Wali Kota Jakarta Barat dapat mengambil peran dalam memperkenalkan keberadaan TPHP Cengkareng melalui pemberitaan, foto, maupun media sosial.
“Jadi PWI Jaya tentu saja sangat mendukung penuh apa yang dilakukan oleh Pokja Wali Kota Jakarta Barat bersama pihak terkait dan juga Asosiasi Pedagang Ikan Hias Cengkareng untuk bagaimana meningkatkan daya saing dari TPHP Cengkareng ini,” katanya.
Kesit berharap TPHP Cengkareng semakin dikenal sebagai salah satu pusat ikan hias di Jakarta dan dapat dikunjungi masyarakat, termasuk pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.
Kepala UPT PPISHP Dinas KPKP Mendukung pelaksanaan kegiatan dan berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan
Kepala UPT PPISHP Dinas KPKP DKI Jakarta, Risnadi, menyampaikan apresiasi kepada Pokja PWI Jakarta Barat yang telah menggagas kegiatan edukasi tersebut.
Ia menilai kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan dunia perikanan kepada generasi muda melalui pengalaman secara langsung.
“Kegiatan ini sangat penting karena kita tidak hanya ingin memperkenalkan ikan hias, ikan konsumsi, air tawar, tetapi juga sebagai sarana edukasi, rekreasi, serta menjadi pintu masuk memperkenalkan dunia perikanan pada generasi muda,” kata Risnadi.
Menurutnya, anak-anak perlu mendapatkan kesempatan melihat secara langsung beragam jenis ikan yang tersedia di TPHP Cengkareng.
Risnadi juga menekankan bahwa sektor perikanan memiliki cakupan yang luas, mulai dari ilmu pengetahuan dan teknologi, kewirausahaan, kreativitas ekonomi, hingga peluang pekerjaan.
“Di dalam dunia perikanan, sektor ini bukan hanya tentang menangkap ikan, menjual ikan. Di dalamnya ada ilmu pengetahuan teknologi, kewirausahaan, kreativitas ekonomi hingga tentang peluang pekerjaan di masa yang akan datang,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap fasilitas yang tersedia di TPHP Cengkareng dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
Risnadi juga melihat edukasi dan pengembangan UMKM dapat berjalan beriringan. Anak-anak memperoleh pengalaman belajar, orang tua memiliki pilihan wisata keluarga, komunitas mendapatkan ruang aktivitas, sementara pedagang dan UMKM memperoleh pasar serta kesempatan promosi.
“Kami sangat mendukung pelaksanaan kegiatan dan berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan,” katanya.
Pemkot Jakbar Dorong Pengembalian Eksistensi TPHP Cengkareng
Sementara itu, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Barat, Depika Romadi, yang mewakili Wali Kota Jakarta Barat, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam kegiatan tersebut.
Menurut Depika, TPHP Cengkareng memiliki sejarah panjang sebagai salah satu lokasi yang dikenal masyarakat Jakarta Barat untuk mencari ikan hias.
“Tempat ini sudah lama dan eksis, semua orang tahu. Kalau Jakarta Barat mau cari ikan hias pasti ke Cengkareng TPHP. Tapi bagaimana upaya kita ke depan bisa mengembalikan lagi nama besarnya, bisa mengembalikan lagi ramainya dengan berbagai kegiatan yang bersifat inovasi,” ujar Depika.
Ia mengatakan perkembangan teknologi dan media sosial perlu dimanfaatkan untuk memperkuat promosi TPHP Cengkareng.
Selain promosi secara langsung melalui kegiatan seperti Gebyar Edukasi Ikan Hias, promosi secara digital juga dinilai penting untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Depika menilai pengenalan ikan hias kepada anak-anak juga dapat menjadi bagian dari pendidikan lingkungan dan pembentukan tanggung jawab.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya sesekali mengajak anaknya mengunjungi TPHP Cengkareng untuk mengenalkan ikan hias secara langsung.
“Ini dalam upaya kita untuk mengenalkan bagaimana ikan hias ini bisa menjadi satu wadah untuk melatih anak-anak bisa bertanggung jawab, bagaimana memelihara, memberi makan, termasuk menikmati keindahan ikan-ikan hias yang ada,” tuturnya.
Selain aspek edukasi, keberadaan pelaku usaha dan komunitas ikan hias di TPHP Cengkareng juga dinilai memiliki potensi ekonomi.
Depika berharap kolaborasi antara Pokja PWI Jakarta Barat, A.P.I.C, pemerintah, dan pihak terkait dapat terus dilanjutkan sehingga kegiatan tersebut menjadi pintu gerbang bagi pengembangan TPHP Cengkareng.
“Ini merupakan hanya satu pintu gerbang bagaimana kita bisa membuat tempat TPHP, hobi ikan hias, kemudian teman-teman dari Pokja PWI Jakarta Barat bisa berkolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan, kenyamanan warga Jakarta Barat,” katanya.
Gebyar Edukasi Ditandai Pemukulan Gong
Setelah rangkaian sambutan, kegiatan secara resmi dibuka melalui seremoni pemukulan gong oleh Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo.
Pemukulan gong tersebut didampingi Kepala UPT PPISHP Dinas KPKP DKI Jakarta Risnadi, Plt. Asisten Ekbang Jakarta Barat Depika Romadi yang mewakili Wali Kota Jakarta Barat, Ketua A.P.I.C Dr. Bryan Ghautama, S.E., S.H., M.H. dan Abang None Jakarta Barat 2026
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata kepada Kepala UPT PPISHP Dinas KPKP DKI Jakarta dan perwakilan Wali Kota Jakarta Barat yang diterima Plt. Asisten Ekbang. Penyerahan cinderamata dibawakan oleh Abang None Jakarta Barat 2026.
Mengenal Jenis, Habitat, hingga Manfaat Ikan melalui Edukasi Interaktif
Materi edukasi “Berkenalan dengan Ikan” mengajak anak-anak mengenal ikan sebagai hewan yang hidup di air, bernapas menggunakan insang, berenang dengan sirip, serta memiliki tubuh yang ditutupi sisik. Peserta juga diperkenalkan dengan habitat ikan, yakni air tawar dan air laut, serta bagian-bagian tubuh ikan seperti kepala, insang, sirip dada, sirip perut, sirip punggung, dan ekor.
Dalam materi tersebut, anak-anak juga dikenalkan berbagai jenis ikan konsumsi dan ikan hias. Ikan konsumsi yang diperkenalkan antara lain lele, nila, patin, gurame, bawal, dan tawes. Sementara ikan hias yang diperkenalkan meliputi mas koki, cupang, manfish, guppy, koi, dan arwana. Selain itu, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai beberapa jenis makanan ikan, seperti cacing sutra, daun sente, dan pelet ikan.
Edukasi kemudian dilengkapi dengan penjelasan mengenai pentingnya mengonsumsi ikan karena memiliki kandungan gizi, termasuk protein untuk mendukung tumbuh kembang dan sebagai sumber energi. Materi juga mengenalkan penyakit pada ikan dan diakhiri dengan kuis interaktif untuk menguji pemahaman peserta, termasuk meminta anak-anak menyebutkan dua jenis ikan yang dapat dikonsumsi. Penyampaian materi diperkuat dengan pemutaran video animasi serta kegiatan berkeliling TPHP Cengkareng untuk melihat ikan secara langsung.
Edukasi Pakan Ikan Hias, CPPetindo Ajak Anak Belajar Merawat Ikan
Dalam kegiatan tersebut, Nadira Widyapuspita, perwakilan dari CPPETINDO selaku sponsor, turut memberikan edukasi kepada peserta mengenai pakan ikan hias melalui materi “Ayo Kenalan dengan Pakan Ikan”. Anak-anak diajak mengenal manfaat memelihara ikan hias, di antaranya membuat rumah terlihat lebih indah, melatih tanggung jawab dan kedisiplinan melalui kebiasaan merawat serta memberi makan ikan, memberikan ketenangan, sekaligus mengenalkan jenis ikan, ekosistem air, keanekaragaman hayati, dan pentingnya menghargai makhluk hidup.
Nadira juga mengenalkan cara sederhana merawat ikan hias agar tetap sehat dan aktif. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan akuarium, mengganti air secara rutin, memberikan pakan secukupnya, serta memperhatikan kondisi ikan. Dalam materi tersebut juga dijelaskan bahwa pemberian makanan yang tidak tepat, seperti nasi atau roti, dapat membuat nutrisi ikan tidak seimbang dan menyebabkan air akuarium menjadi keruh serta berbau. Sebagai alternatif, pelet buatan pabrik diperkenalkan sebagai pakan yang dirancang dengan kandungan nutrisi, vitamin, dan mineral untuk menunjang kesehatan ikan.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap kegiatan edukasi tersebut, CPPETINDO melalui produk pakan ikan TAKARI turut memberikan edukasi mengenai pentingnya pemilihan pakan yang sesuai bagi ikan hias. Materi menjelaskan bahwa pakan modern diracik dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi ikan, termasuk kandungan protein, lemak, serat, abu, serta kadar air. Produk yang diperkenalkan juga memiliki pilihan ukuran pelet dan tipe pakan, termasuk tipe apung dan tenggelam.
Tidak hanya memberikan materi edukasi, CPPETINDO juga membagikan 100 goodie bag kepada peserta PAUD, TK, dan SD yang mengikuti kegiatan. Setiap goodie bag berisi ikan hias secara gratis, pakan ikan TAKARI, notes, dan pulpen. Untuk membuat sesi edukasi semakin interaktif, peserta yang aktif menjawab pertanyaan juga mendapatkan hadiah berupa tumbler dan topi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ajakan kepada anak-anak untuk memahami cara memberikan pakan yang benar, yakni secukupnya, ditaburkan secara perlahan, diberikan dua kali sehari, serta memastikan pakan yang diberikan telah habis.
Acara kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang lomba mewarnai tingkat PAUD dan TK. Para peserta yang berhasil meraih juara mendapatkan penghargaan berupa piagam serta akuarium sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan partisipasi mereka dalam kegiatan tersebut.(rafian)
