Hari Santri Nasional 2026 Istighotsah Kebangsaan di Ponpes Asshiddiqiyah, 1.000 Santri Doakan Persatuan dan Keutuhan Bangsa

Berita11 views

MediaPers.com : JAKARTA BARAT – Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menggelar Istighotsah Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2026, Kamis (22/10/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung pukul 18.00 hingga 22.00 WIB tersebut diikuti sekitar 1.000 santri serta dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pejabat pemerintah.
Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Jalan Panjang Arteri, Kedoya Utara, ini menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, meningkatkan ketakwaan, serta meneguhkan komitmen santri dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dr. KH. Muhamad Anwar Iskandar; Wakil Ketua Umum MUI, Dr. KH. Marsudi Syuhud dan KH. Muhammad Cholil Nafis; Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.; serta Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M.

Turut hadir Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol. Hery Heryawan, S.I.K., M.Hum.; Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Uus Kuswanto; Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutma’inah; serta pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, KH. Ahmad Mahrus Iskandar, B.Sc.
Kabaharkam Polri: Santri Punya Tanggung Jawab Menjaga Bangsa

Dalam sambutannya, Kabaharkam Polri Komjen Pol. Hery Heryawan menegaskan bahwa santri memiliki tanggung jawab besar, tidak hanya dalam menjaga nilai-nilai agama, tetapi juga menghormati guru dan berkontribusi menjaga bangsa serta negara.
Ia menekankan pentingnya semangat nasionalisme di kalangan santri. Membela tanah air, menurut pesan yang disampaikannya, merupakan kewajiban yang harus dijunjung tinggi.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa nilai-nilai keagamaan dan kecintaan terhadap tanah air perlu berjalan beriringan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menteri Agama: Pesantren Memiliki Peran Penting dalam Pendidikan
Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH.
Nasaruddin Umar, M.A., dalam sambutannya menyoroti pentingnya pengakuan terhadap pendidikan pesantren.

Ia menyampaikan bahwa keputusan presiden yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto terkait pesantren merupakan bentuk pengakuan terhadap keberadaan dan peran pendidikan pesantren di Indonesia.

Menurutnya, pesantren bukan sekadar tempat menimba ilmu pengetahuan, melainkan juga ruang pendidikan yang membentuk pemahaman keagamaan dan nilai-nilai kehidupan.
Pesantren diharapkan terus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan negara.

Menko Polkam Ajak Santri Menjaga Akhlak dan Menangkal Hoaks
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., mengingatkan pentingnya menjaga akhlak sebagai landasan dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Ia menilai salah satu alasan orang tua mempercayakan pendidikan anaknya kepada pesantren adalah harapan agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang memiliki akhlak baik.

Dudung juga mengingatkan bahwa seseorang tidak akan menjadi lebih baik dengan cara menjelek-jelekkan orang lain. Karena itu, santri diharapkan mampu menjadi teladan dalam perkataan maupun tindakan.
Selain itu, ia menyampaikan keyakinannya bahwa santri dapat menjadi kelompok masyarakat yang bijak dalam menyikapi informasi, termasuk tidak mudah terpengaruh berita bohong atau hoaks.

Ia turut mengajak para santri untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT serta menjadi pribadi yang membawa kebaikan bagi lingkungan sekitarnya.

Istighotsah, Dzikir, hingga Peluncuran Program Pesantren Aman
Rangkaian kegiatan Istighotsah Kebangsaan diawali dengan istighotsah dan dzikir bersama pada pukul 18.30–19.30 WIB.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan para tokoh yang hadir.

Pada pukul 21.52–21.55 WIB, acara diisi dengan peluncuran program Pesantren Aman, yang ditandai dengan pemukulan rebana.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan doa pada pukul 21.57–22.00 WIB. Seluruh kegiatan berakhir pada pukul 22.00 WIB.
Peluncuran program Pesantren Aman menjadi salah satu agenda dalam kegiatan tersebut. Program ini diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan pesantren yang aman dan kondusif bagi kegiatan pendidikan serta pembinaan para santri.

Perkuat Persaudaraan dan Keutuhan NKRI
Peringatan Hari Santri Nasional melalui Istighotsah Kebangsaan ini diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga persatuan bangsa.
Kehadiran para tokoh agama, pejabat pemerintah, dan ribuan santri menunjukkan pentingnya sinergi berbagai elemen dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berwawasan kebangsaan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan aman dan kondusif. Tidak terdapat hal menonjol yang dilaporkan hingga kegiatan berakhir.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 ini menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran santri sebagai penjaga nilai-nilai agama, penguat persatuan, serta generasi penerus yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Red **