Indonesia Peace Convoy Gelar Aksi di Monas, 175 Massa Tolak Konser Andrea Bocelli dan Serukan Solidaritas Palestina

Berita20 views

MediaPers.com : JAKARTA PUSAT – Indonesia Peace Convoy menggelar aksi unjuk rasa di Silang Monas Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026), sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan terhadap rakyat Palestina, khususnya di Gaza, sekaligus menyuarakan penolakan terhadap penyelenggaraan konser Andrea Bocelli.

Aksi yang berlangsung pukul 10.40 hingga 12.04 WIB tersebut diikuti sekitar 175 orang. Kegiatan dipimpin oleh penanggung jawab Ustaz Ridwan Hakim, dengan membawa spanduk, poster bergambar korban Palestina, pengeras suara, serta bendera Palestina dan Israel sebagai alat peraga aksi.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya KH. Bachtiar Nasir, Founder AQL Islamic Center, KH. Deden Kahirudi, Ustaz Firman Fabi, Ustaz Abdul Manik, dan Ustaz Ahmad Isrofil.

Serukan Solidaritas dan Penolakan Konser
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tuntutan agar penyelenggaraan konser Andrea Bocelli ditolak sebagai bentuk keberpihakan terhadap perjuangan rakyat Palestina dan penolakan terhadap pihak-pihak yang dinilai mendukung penjajahan.

Melalui orasi yang disampaikan secara bergantian, peserta aksi menegaskan bahwa gerakan tersebut bukan semata-mata persoalan konser, melainkan bentuk kepedulian terhadap penderitaan masyarakat Palestina akibat konflik berkepanjangan.
Massa juga menyampaikan bahwa dukungan terhadap Palestina merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan dan komitmen untuk menentang segala bentuk penjajahan.
Dalam salah satu orasi, peserta aksi menyatakan bahwa mereka tidak menolak seni maupun keindahan musik, tetapi menolak apabila hiburan dianggap mengabaikan penderitaan rakyat Palestina, khususnya anak-anak di Gaza.
Peserta aksi turut mengajak masyarakat Indonesia untuk terus menyuarakan kemerdekaan Palestina dan menunjukkan keberpihakan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Bawa Spanduk dan Poster Penolakan
Dalam kegiatan tersebut, massa membawa sejumlah spanduk dan poster dengan berbagai tulisan, di antaranya:
“Konvoi Kemerdekaan untuk Palestina Menuju Konser Kemerdekaan Palestina.”
“Tolak Bocelli.”
“Milyaran Hasil Konser Tidak Sebanding dengan Darah Rakyat Palestina.”
“Ini Bentuk Nasionalisme Saya, Tolak Pendukung Penjajah, Tolak Bocelli.”
“Jangan Khianati Pembukaan UUD 45, Jangan Kasih Panggung Bocelli.”
Pesan-pesan tersebut menjadi bentuk penyampaian aspirasi peserta aksi terkait solidaritas terhadap Palestina dan penolakan terhadap konser yang mereka anggap tidak sejalan dengan perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.

Konvoi dari Jakarta Selatan Menuju Monas
Sebelum berkumpul di Silang Monas Selatan, massa Indonesia Peace Convoy melakukan perjalanan konvoi dengan titik keberangkatan dari Masjid AQL, Jalan Tebet Utara I, Jakarta Selatan.
Rute konvoi melintasi Jalan KH Abdullah Syafei, Jalan Dr. Sahardjo, Jalan Prof. Dr. Soepomo, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan MH Thamrin, hingga berakhir di kawasan Monumen Nasional.

Kendaraan yang digunakan dalam kegiatan tersebut terdiri atas satu unit mobil sound system, tiga unit bus, satu unit mobil ambulans, sekitar 15 mobil roda empat, serta sekitar 40 sepeda motor.
Setibanya di Silang Monas Selatan, massa melakukan persiapan alat peraga sebelum memulai penyampaian orasi.

Kronologi Aksi
Berdasarkan laporan kegiatan, pada pukul 10.40 WIB, massa Indonesia Peace Convoy mulai tiba di Silang Monas Selatan, Gambir, Jakarta Pusat. Saat itu, sekitar tujuh orang telah berada di lokasi dengan membawa air mineral dan menunggu kedatangan peserta konvoi dari Jakarta Selatan.
Pada pukul 10.58 WIB, jumlah massa bertambah menjadi sekitar 150 orang. Peserta kemudian mempersiapkan alat peraga untuk menyampaikan aspirasi.
Pukul 11.07 WIB, massa mulai melakukan aksi dengan menyampaikan orasi secara bergantian.

Selanjutnya, pada pukul 11.10 WIB, jumlah peserta kembali bertambah sekitar 25 orang sehingga total massa mencapai kurang lebih 175 orang.

Dalam orasi, peserta menyampaikan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina, menyerukan penolakan terhadap penjajahan, serta mengajak masyarakat untuk tidak melupakan penderitaan warga Gaza.
Pukul 11.51 WIB, massa melaksanakan salat berjamaah di lokasi kegiatan.

Kemudian, pada pukul 12.04 WIB, aksi unjuk rasa Indonesia Peace Convoy di Silang Monas Selatan dinyatakan selesai. Massa meninggalkan lokasi dengan tertib dan melanjutkan konvoi melintasi kawasan JIExpo Kemayoran.

Aksi Berakhir Tertib dan Kondusif
Selama berlangsungnya kegiatan, massa menyampaikan aspirasi melalui orasi, penggunaan spanduk, poster, dan bendera sebagai simbol solidaritas terhadap Palestina.
Aksi tersebut menjadi bentuk penyampaian pendapat di muka umum sekaligus seruan kepada masyarakat untuk terus mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

Hingga kegiatan berakhir, situasi di Silang Monas Selatan dilaporkan aman dan kondusif.

Massa meninggalkan lokasi secara tertib untuk melanjutkan perjalanan konvoi.
Indonesia Peace Convoy menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan dan keberpihakan terhadap rakyat Palestina, sekaligus seruan agar masyarakat tidak melupakan penderitaan warga Gaza di tengah berbagai kegiatan hiburan dan budaya.

Red**