Kirab Budaya dan Ruwat Bumi 2026 Tjie Thien Ta Sen Bio Tangerang Usung Semangat Harmoni Budaya dan Tradisi

Berita19,168 views

TANGERANG — Dalam rangka memperingati hari ulang tahun atau Sejit Yang Mulia Tjie Thien Ta Sen, Kelenteng Tjie Thien Ta Sen Bio Tangerang akan menggelar Kirab Budaya dan Ruwat Bumi 2026 pada 27 September 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Semarak Harmoni Budaya & Tradisi”.

Kegiatan ini digagas oleh panitia perayaan Sejit sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya dan tradisi sekaligus memperkenalkan keberagaman seni dan budaya yang berkembang di Indonesia.

Salah satu rangkaian kegiatan dalam kirab tersebut adalah ritual Gotong Toa Pe Kong, yang secara tradisi dilaksanakan sebagai bagian dari upaya membersihkan lingkungan sekitar tempat ibadah dari hal-hal negatif. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk menampilkan berbagai budaya dan kesenian dari sejumlah daerah di Indonesia, termasuk memperkenalkan kebudayaan Tionghoa yang telah menjadi bagian dari keragaman budaya di Indonesia.

Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai instansi pemerintah dan pihak swasta yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Berdiri Sejak 1983

Kelenteng Tjie Thien Ta Sen Bio merupakan salah satu tempat ibadah umat Buddha yang berada di Kota Tangerang. Kelenteng tersebut berdiri sejak 1983 dan didirikan oleh Suhu Benny Susanto.

Kelenteng ini beralamat di Jalan Pintu Air Timur/Jalan Bouraq Nomor 39, Kampung Sirnagalih, RT 002/RW 002, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Melalui kegiatan Kirab Budaya dan Ruwat Bumi, panitia ingin menunjukkan eksistensi kelenteng sekaligus mengambil bagian dalam upaya menjaga dan melestarikan kebudayaan serta kesenian, khususnya di Kota Tangerang dan Indonesia pada umumnya.

Semangat tersebut sejalan dengan tema kegiatan, yakni “Semarak Harmoni Budaya & Tradisi”, yang menempatkan keberagaman budaya dan tradisi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.

Digelar Empat Kali

Kirab Budaya yang digelar pada 2026 merupakan pelaksanaan yang keempat. Kegiatan pertama dilaksanakan pada 19 September 2010, kemudian kegiatan kedua pada 31 Agustus 2014, dan ketiga pada 8 September 2019.

Seluruh pelaksanaan kirab tersebut digelar bertepatan dengan perayaan Sejit Yang Mulia Tjie Thien Ta Sen, yang merupakan Kimsin atau Dewa Tuan Rumah di Kelenteng Tjie Thien Ta Sen Bio Tangerang.

Pelaksanaan kirab keempat pada 2026 juga menjadi momentum untuk memperkenalkan keberadaan Kelenteng Tjie Thien Ta Sen Bio kepada masyarakat Tangerang dan masyarakat Indonesia secara lebih luas.

Sebelumnya, pada 2019, kelenteng tersebut memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan dengan tema “Mengusung Tandu Toa Pe Kong Terbanyak”.

Panitia berharap pelaksanaan Kirab Budaya dan Ruwat Bumi dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan budaya dan tradisi agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Direncanakan Digelar Setiap Tujuh Tahun

Setelah pelaksanaan 2026, panitia berencana menjadikan kegiatan Kirab Budaya dan Ruwat Bumi sebagai agenda yang dilaksanakan secara berkala setiap tujuh tahun.

Angka tujuh dipilih karena memiliki makna simbolis dan dianggap sakral dalam tradisi yang melatarbelakangi kegiatan tersebut. Panitia juga memaknai angka tujuh sebagai simbol kebersamaan dan momentum untuk membangkitkan semangat bersama dalam menjaga budaya dan tradisi.

Melalui kegiatan tersebut, panitia berharap keberagaman budaya dan tradisi dapat terus menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta memperkuat persatuan masyarakat dalam keberagaman.

Dengan mengusung semangat “Semarak Harmoni Budaya & Tradisi”, Kirab Budaya dan Ruwat Bumi 2026 diharapkan dapat menjadi ruang perjumpaan berbagai budaya dan kesenian sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian tradisi di Kota Tangerang dan Indonesia.