Pramono Anung Izinkan Liga Aspal Digelar di Seluruh Jakarta, RPTRA Bisa Jadi Arena Pertandingan

Berita17 Dilihat

Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka peluang penyelenggaraan liga sepak bola jalanan atau liga aspal di seluruh wilayah Ibu Kota. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bahkan memperbolehkan pemanfaatan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) sebagai lokasi pertandingan, selama kegiatan tersebut tidak merusak fasilitas maupun lingkungan sekitar.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI menyediakan lebih banyak ruang aktivitas positif bagi generasi muda sekaligus menekan potensi tawuran antarremaja.

Pramono menegaskan, inisiatif liga aspal yang telah dimulai di Jakarta Timur dapat direplikasi di wilayah administrasi lainnya. Ia menyatakan tidak keberatan apabila RPTRA dimanfaatkan sebagai arena pertandingan, sepanjang penggunaannya tetap memperhatikan fungsi dan kelestarian fasilitas publik.

“Jadi, intinya, apa yang dimulai di Jakarta Timur, nanti saya akan izinkan semua daerah untuk mempunyai liga aspal, kalau memang ada. Atau liga-liga apa, RPTRA juga nggak apa-apa, yang penting jangan kemudian merusak taman dan sebagainya,” kata Pramono saat meresmikan sarana dan prasarana olahraga tinju di kolong Flyover Kampung Melayu, Jakarta, pada (6/11/2026).

Menurut Pramono, penyediaan fasilitas olahraga yang mudah diakses masyarakat dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mengarahkan energi anak muda ke kegiatan yang lebih produktif. Melalui kompetisi olahraga, generasi muda tidak hanya memiliki ruang untuk menyalurkan minat dan bakat, tetapi juga dapat membangun kedisiplinan, sportivitas, serta interaksi sosial yang positif.

Ia menilai keberadaan fasilitas olahraga, termasuk arena tinju dan liga aspal di Kampung Melayu, mulai menunjukkan dampak nyata terhadap situasi keamanan lingkungan, khususnya dalam menekan aksi tawuran.

“Kenapa saya secara spontan untuk liga aspal di tempat ini langsung memberikan persetujuan, karena laporannya tadi, begitu ada tempat ini, kemudian ada liga aspal, ada sarana tinju dan yang lainnya, itu menurunkan secara signifikan tawuran yang ada di Kampung Melayu ini,” ujarnya.

Pramono berharap model pembinaan melalui olahraga tersebut dapat diperluas ke kawasan lain di Jakarta. Dengan tersedianya ruang kompetisi yang terarah, anak muda diharapkan memiliki alternatif kegiatan yang lebih konstruktif dibandingkan terlibat dalam aksi kekerasan atau tawuran.

Meski memberikan keleluasaan pemanfaatan fasilitas publik, Pramono mengingatkan agar penyelenggaraan kegiatan olahraga tetap memperhatikan aspek ketertiban, keamanan, dan kebersihan. RPTRA maupun taman dapat digunakan selama tidak mengganggu fungsi utama serta tidak menyebabkan kerusakan terhadap fasilitas yang tersedia.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin sebelumnya melaporkan adanya penurunan angka tawuran di wilayahnya. Berdasarkan data Polres Metro Jakarta Timur, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 132 kejadian tawuran.

Angka tersebut menurun pada 2026. Dalam periode Januari hingga Oktober 2026, tercatat 22 kejadian tawuran. Bahkan, sejak Mei hingga Oktober 2026, jumlahnya tercatat sebanyak 13 kejadian.

Penurunan tersebut menjadi salah satu indikator yang mendorong pengembangan pendekatan pembinaan generasi muda melalui kegiatan olahraga dan pemanfaatan ruang publik.

Pemprov DKI Jakarta kini membuka peluang agar inisiatif liga aspal tidak hanya terpusat di Jakarta Timur, tetapi juga berkembang di wilayah lain. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses anak muda terhadap kegiatan olahraga sekaligus memperkuat upaya pencegahan tawuran secara berkelanjutan.

Ervinna/DSR