MediaPers.com : JAKARTA TIMUR – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar upacara penyambutan Satgas BGC TNI Konga XXXIX-G MONUSCO Tahun 2026 di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (28/10/2026). Sebanyak 618 personel disambut setelah menyelesaikan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian dunia di Republik Demokratik Kongo.
Upacara yang berlangsung mulai pukul 07.30 WIB tersebut menjadi momentum penghormatan atas dedikasi, loyalitas, keberanian, dan profesionalisme prajurit TNI dalam menjalankan misi perdamaian di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Letjen TNI Bobby Rinal Makmun selaku Asops Panglima TNI. Sementara itu, Komandan Upacara dijabat Kolonel Inf Fardin Wardhana yang juga merupakan Dansatgas.
Kegiatan tersebut diikuti seluruh personel Satgas BGC TNI Konga XXXIX-G MONUSCO, Korsika Type C Mabes TNI, serta perwakilan penerima penghargaan sebanyak lima personel. Sejumlah pejabat Mabes TNI, kementerian, dan lembaga turut hadir dalam upacara penyambutan.
Panglima TNI Apresiasi Pengabdian Prajurit
Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan Inspektur Upacara, disampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh prajurit Satgas BGC TNI Konga XXXIX-G MONUSCO yang telah kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan penugasan dan menjalani prosedur karantina kesehatan selama 14 hari.
Panglima TNI menyampaikan bahwa kepulangan seluruh personel dalam keadaan selamat merupakan hal yang patut disyukuri sekaligus menjadi kebanggaan bagi keluarga besar TNI, bangsa, dan negara.
Menurut amanat tersebut, para prajurit telah menjalankan amanah negara dalam misi internasional dengan membawa nama baik Tentara Nasional Indonesia serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Selama bertugas di Republik Demokratik Kongo, Satgas menghadapi berbagai tantangan, mulai dari aktivitas kelompok bersenjata, keterbatasan infrastruktur, persoalan kemanusiaan, hingga berkembangnya wabah penyakit Ebola di beberapa wilayah.
Di tengah kondisi tersebut, para prajurit dinilai mampu menjalankan tugas secara profesional, disiplin, dan bertanggung jawab dalam mendukung perlindungan masyarakat sipil serta stabilitas keamanan di daerah misi.
Panglima TNI juga menegaskan bahwa keberadaan prajurit Indonesia dalam misi perdamaian bukan sekadar menjalankan tugas militer, melainkan turut menjadi duta bangsa dan wujud nyata diplomasi militer Indonesia di tingkat internasional.
Lima Penekanan Panglima TNI kepada Prajurit
Dalam amanatnya, Panglima TNI memberikan lima penekanan kepada seluruh personel Satgas setelah menyelesaikan penugasan.
Pertama, prajurit diminta segera melaksanakan konsolidasi satuan secara menyeluruh, meliputi personel, materiil, administrasi, serta pertanggungjawaban kegiatan agar seluruh proses penyelesaian tugas berjalan tertib, transparan, dan akuntabel.
Kedua, melaksanakan evaluasi tugas secara objektif dan komprehensif.
Pengalaman operasi, termasuk pola patroli, pengamanan, perlindungan masyarakat sipil, serta koordinasi dengan unsur misi, harus didokumentasikan sebagai bahan penyempurnaan penyiapan Satgas berikutnya.
Ketiga, seluruh prajurit wajib mengikuti pemeriksaan dan pemantauan kesehatan pascapenugasan dengan tertib serta segera melaporkan setiap gejala kepada unsur kesehatan demi menjaga keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan.
Keempat, menjaga profesionalisme, disiplin, dan kehormatan prajurit.
Panglima TNI mengingatkan agar seluruh personel menghindari euforia berlebihan, tetap rendah hati, serta tidak melakukan pelanggaran yang dapat mencoreng pengabdian selama menjalankan misi.
Kelima, memperkuat soliditas dan kesiapsiagaan satuan. Berakhirnya penugasan di daerah misi tidak berarti berakhirnya pengabdian, karena setiap prajurit harus senantiasa siap menjalankan tugas berikutnya kapan pun dan di mana pun negara memanggil.
Panglima TNI juga memerintahkan para komandan satuan untuk melaksanakan pembinaan secara melekat dan berkelanjutan serta memastikan seluruh prajurit mendapatkan perhatian setelah kembali dari daerah misi.
Penghargaan bagi Prajurit Penjaga Perdamaian
Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian personel, dalam upacara tersebut dilaksanakan penyematan Brevet Peacekeeper serta penyerahan Piagam Santi Dharma, piagam penghargaan Letter of Appreciation, dan Letter of Commendation.
Penghargaan tersebut diberikan kepada perwakilan prajurit Satgas yang telah menunjukkan dedikasi dan profesionalisme selama menjalankan tugas dalam misi perdamaian dunia.
Panglima TNI turut menyampaikan terima kasih kepada kementerian, lembaga, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan tugas hingga proses pemulangan Satgas.
Apresiasi juga diberikan kepada keluarga prajurit yang selama penugasan telah memberikan dukungan, doa, kesabaran, dan keikhlasan kepada anggota keluarga mereka yang bertugas di daerah misi.
Upacara Berlangsung Aman dan Lancar
Rangkaian upacara diawali dengan masuknya pasukan ke lapangan pada pukul 08.54 WIB, dilanjutkan kedatangan Komandan Upacara dan Inspektur Upacara, penghormatan pasukan, pemeriksaan pasukan, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Pada pukul 09.14 WIB, amanat Panglima TNI dibacakan oleh Inspektur Upacara.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa, Andhika Bhayangkari, laporan Komandan Upacara, penghormatan pasukan, dan sesi foto bersama.
Seluruh rangkaian kegiatan selesai pada pukul 09.40 WIB.
Dalam catatan pelaksanaan, upacara penyambutan Satgas BGC TNI Konga XXXIX-G MONUSCO Tahun 2026 berlangsung aman dan lancar. Tidak terdapat kejadian menonjol selama kegiatan berlangsung.
Panglima TNI menutup amanatnya dengan menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh prajurit untuk kembali berkumpul bersama keluarga dan melanjutkan pengabdian di satuan masing-masing.
Penugasan di Republik Demokratik Kongo diharapkan menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi bagi para prajurit untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada TNI, bangsa, dan negara.
(Redaksi)
