JAKARTA – Sekretaris Jenderal DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Putra Naibaho, menegaskan bahwa DPD GPM Provinsi DKI Jakarta menjadi daerah pertama yang menggelar Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) setelah pelaksanaan Kongres XI GPM di Bali pada Mei 2026.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi Konferda I DPD GPM DKI Jakarta dan Konfercab GPM se-DKI Jakarta yang berlangsung di Gedung Joeang ’45, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (2/8/2026).
Menurut Putra, gerak cepat yang ditunjukkan DPD GPM DKI Jakarta layak menjadi contoh bagi seluruh kepengurusan GPM di Indonesia.
“Jakarta harus menjadi percontohan untuk seluruh Indonesia. Konferda ini adalah Konferda pertama pasca Kongres XI di Bali. DKI Jakarta bergerak sangat cepat dan menjadi contoh bagi seluruh kader Gerakan Pemuda Marhaenis di Indonesia,” ujar Putra.
Ia memberikan apresiasi kepada Ketua DPD GPM DKI Jakarta beserta jajaran panitia yang dinilai berhasil menyelenggarakan forum organisasi secara baik sebagai bagian dari proses konsolidasi pascakongres.
Dalam sambutannya, Putra juga menjelaskan perjalanan panjang organisasi GPM yang didirikan pada 1963 sebagai organisasi kepemudaan berhaluan Marhaenis. Menurutnya, dinamika politik nasional pada masa Orde Baru sempat menghambat perkembangan organisasi hingga akhirnya kembali bangkit setelah era Reformasi.
“GPM mengalami perjalanan sejarah yang panjang. Setelah Kongres tahun 1963, organisasi baru kembali menggelar kongres pada 2021. Kini, melalui Kongres XI di Bali, kami kembali memperkuat konsolidasi nasional dan merapikan barisan organisasi di seluruh Indonesia,” katanya.
Putra mengatakan kebangkitan GPM merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan perjuangan ideologi Marhaenisme yang diwariskan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Bung Karno.
Ia menekankan bahwa seluruh kader harus menjadikan forum Konferda dan Konfercab sebagai ruang demokrasi organisasi yang mengedepankan musyawarah, persatuan, dan kedewasaan dalam mengambil keputusan.
“Apa pun hasil musyawarah nanti, lakukanlah layaknya seorang pemuda yang terpelajar dan menjunjung tinggi etika organisasi. Yang terpenting adalah menjaga persatuan dan keberlanjutan perjuangan GPM,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Putra juga menegaskan komitmen GPM untuk terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum.
Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta jajaran Polda Metro Jaya yang selama ini membuka ruang komunikasi dengan organisasi kepemudaan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa GPM dapat menjadi mitra strategis pemerintah. Gerakan kami adalah gerakan yang mengedepankan dialog, kolaborasi, dan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Putra berharap DPD GPM DKI Jakarta dapat menjadi epicentrum gerakan sekaligus model pembinaan organisasi yang mampu melahirkan program-program positif bagi masyarakat.
“DKI Jakarta harus menjadi epicentrum gerakan dan percontohan nasional. Berikan contoh yang positif kepada daerah lain, bangun kolaborasi dengan pemerintah, dan tunjukkan bahwa GPM hadir untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Putra menyampaikan salam dari Ketua Umum DPP GPM Arya Wedakarna, yang berhalangan hadir karena masih menjalankan agenda di Bali. Ia menegaskan bahwa Ketua Umum memberikan apresiasi atas terselenggaranya Konferda I DPD GPM DKI Jakarta dan berharap hasil forum tersebut mampu memperkuat konsolidasi organisasi di tingkat daerah.(rfn)
