MediaPers.com :
JAKARTA BARAT — Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah meninjau kegiatan pengurasan sedimen lumpur di Saluran Penghubung (PHB) Perumnas Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (30/9/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari monitoring program mitigasi banjir dan genangan di wilayah Jakarta Barat. Sebelum meninjau pengerukan di PHB Perumnas Cengkareng, Iin terlebih dahulu memantau kondisi Kali Angke.
Iin mengatakan, pengerukan sedimen dilakukan secara berkelanjutan untuk mengangkat endapan lumpur yang berada di dalam saluran. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tampungan dan aliran air sehingga potensi genangan dapat ditekan.
“ Kami berharap seluruh kegiatan pengerukan dapat berjalan sesuai dengan rencana sehingga kapasitas saluran semakin optimal,” ujar Iin.
Menurut Iin, kegiatan pengerukan sedimen di sejumlah saluran air di Jakarta Barat akan terus dilakukan hingga Desember 2026.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat, Mustajab, menjelaskan bahwa pengerukan sedimen di PHB Perumnas Cengkareng telah dimulai sejak pekan kedua September 2026.
Pengerukan dilakukan sepanjang sekitar 2,2 kilometer dengan lebar saluran mencapai delapan meter. Adapun kedalaman pengerukan ditargetkan mencapai 1,5 meter.
Jika seluruh bagian saluran dikeruk, volume sedimen yang dapat diangkat diperkirakan mencapai 245.000 meter kubik. Sedimen hasil pengerukan selanjutnya ditampung di area long storage yang berada di sekitar lokasi.
Mustajab menjelaskan, cakupan PHB Perumnas Cengkareng meliputi kawasan Perumnas, area Yayasan Buddha Tzu Chi, hingga kawasan di sisi Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR). Seluruh area tangkapan air (catchment area) tersebut mengarah ke pompa Perumnas.
“Dengan pengerukan ini, kami berharap kapasitas tampungan dan aliran air dapat lebih optimal, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” kata Mustajab.
Ia menambahkan, Sudin SDA Jakarta Barat saat ini melakukan pengerukan sedimen di 13 titik saluran air. Sejumlah lokasi baru juga telah ditambahkan, di antaranya Kali Grogol di Jalan Latumeten dan Kali Grogol di Kemanggisan.
Pengerukan di sejumlah saluran tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Jakarta Barat meningkatkan kapasitas sistem drainase sekaligus mengantisipasi potensi banjir dan genangan, khususnya menghadapi musim hujan.
Red **
