YAMB Deklarasikan Pengurus Periode 2026–2031, Teguhkan Semangat Persaudaraan Alumni Methodist Bagansiapiapi

Berita30,890 views

JAKARTA – Yayasan Alumni Methodist Bagansiapiapi (YAMB) mendeklarasikan dan menyosialisasikan kepengurusan periode 2026–2031 dalam sebuah acara yang digelar di Fortune Star Function Hall, Jalan Kunir No. 2, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 1.000 alumni serta jajaran Dewan Pembina, Dewan Pengawas, Dewan Kehormatan, dan Pengurus YAMB. Deklarasi menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan alumni sekaligus meneguhkan komitmen organisasi dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat dan generasi penerus. Acara dipandu Master of Ceremony (MC) Diana Kho, alumni Methodist angkatan 2001

Melalui deklarasi tersebut, YAMB menegaskan tekad membangun wadah alumni yang mampu mempererat tali silaturahmi, memperkuat semangat pelayanan, serta melahirkan kontribusi nyata untuk kemajuan yayasan dan almamater Methodist Bagansiapiapi.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin Kepala Sekolah SMP Methodist Bagansiapiapi, Damenah Mardiana Manurung, S.Pd.

Dalam doanya, Damenah mengajak seluruh hadirin menyerahkan seluruh rangkaian acara kepada Tuhan serta tetap menghormati keberagaman keyakinan yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Ya Tuhan, sebelum kami melanjutkan acara ini, kami terlebih dahulu memohon kepada-Mu, berikanlah kepada kami hikmat dan kasih-Mu, sehingga apa yang kami lakukan pada acara ini semuanya dapat berjalan dengan penuh hikmat dan sukacita serta damai sejahtera yang daripada Tuhan.”

Ia juga memanjatkan doa agar seluruh pengurus yang telah dipercaya mengemban amanah periode 2026–2031 mendapat hikmat dan kekuatan dalam menjalankan tugas, serta agar program-program YAMB memberikan manfaat bagi masyarakat dan keluarga besar alumni Methodist Bagansiapiapi.

“Berkati setiap panitia, berkati juga para pengurus yang telah terpilih, yaitu Pengurus Yayasan Alumni Metodis Bagan Siapi-api masa bakti 2026 sampai 2031. Kami menyerahkan kepada-Mu ya Tuhan, kiranya Engkaulah yang memberkati mereka dan setiap program yang sedang mereka rencanakan dan programkan. Tuhan yang memberkati menjadi suatu keberkahan bagi setiap masyarakat, terlebih bagi warga Yayasan Alumni Metodis Bagan Siapi-api.”

Susunan Kepengurusan Yayasan Alumni Methodist Bagansiapiapi (YAMB) Periode 2026–2031

Dalam kegiatan tersebut turut diperkenalkan susunan Dewan Pembina, Dewan Pengawas, Dewan Kehormatan, serta Pengurus Yayasan Alumni Methodist Bagansiapiapi (YAMB) periode 2026–2031.

Dewan Pembina

  • Ketua: Andi Taman
  • Aryandi
  • Sugendi
  • Niko Sanjaya
  • Hendry Steven
  • Guidia Bahasan
  • Kok Ho
  • Matius
  • Herbert Ang

Dewan Pengawas

  • Ketua: Wanti Asnim Chua Ka Huat
  • Lie Irfan
  • Michael Chenjaya
  • Dahrin Atian
  • Sulaiman
  • Tan Tjong Huat

Dewan Kehormatan

  • Leina, S.S., S.H., C.Arb.P.
  • Djohar Kasdi (NG Yau Hui)

Pengurus YAMB Periode 2026–2031

  • Ketua Umum: Freddy Wei
  • Wakil Ketua: Belenky Ivankov
  • Sekretaris I: Ana Anggreni
  • Sekretaris II: Hanna
  • Bendahara I: Sundari
  • Bendahara II: Anderson
  • Bidang Humas: Johanis dan Suherman
  • Bidang Sosial dan Ekonomi: Ivanna dan Diana Lie
  • Koordinator Angkatan: Sun Yang Sudirman dan Silvia
  • Bidang Organisasi: Nokinda dan Seri
  • Bidang Hukum: Hartono
  • Bidang Olahraga: Suwandy
  • Bidang Pendidikan dan Penelitian: Margono
  • Bidang Kebudayaan: Diana Kho

Ketum YAMB Freddy Wei: YAMB Jadi Wadah 52 Angkatan Alumni Methodist Bagansiapiapi

Ketua Umum Yayasan Alumni Methodist Bagansiapiapi (YAMB) Freddy Wei menegaskan, deklarasi kepengurusan periode 2026–2031 menjadi awal perjalanan bersama untuk membangun wadah alumni yang solid, kompak, dan memberikan manfaat bagi sesama alumni maupun masyarakat.

“Ini adalah awal perjalanan untuk kepengurusan ini. Tentunya kita berharap kekompakan, kebersamaan, menjaga seluruh alumni, dan bersama-sama memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Freddy Wei

Freddy menjelaskan, YAMB resmi mulai dibentuk pada 2026 dan deklarasi tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan keberadaan yayasan beserta kepengurusannya kepada alumni dan masyarakat.

“Yayasan ini mulainya tahun ini, 2026. Bermulanya dengan yayasan ini, oleh karena itu hari inilah deklarasinya,” katanya.

Menurut Freddy, pembentukan YAMB tidak didasari satu alasan saja, melainkan terutama kebutuhan untuk memperkuat kekompakan Alumni Methodist Bagansiapiapi yang berasal dari berbagai generasi. Ia menyebut terdapat 52 angkatan alumni yang tergabung dalam wadah tersebut.

“Bukan satu alasan, tentunya karena kekompakan alumni. Namanya alumni, kita ada dari 52 angkatan. Dari tahun 70-an sampai sekarang ada 52 angkatan. Kita membuka satu wadah untuk menjaga kekompakan alumni Bagan Siapi-api, Methodist Bagansiapiapi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pada era 1970-an sekolah Methodist Bagansiapiapi masih menyelenggarakan pendidikan hingga tingkat SMP. Selanjutnya, pada 1982 mulai dibuka jenjang SMA sehingga jumlah alumni semakin bertambah.

“Pada zaman dulu, tahun 70-an, itu hanya sampai SMP. Bermulanya tahun 1982 mulai ada SMA. Oleh karena itu totalnya ada 52 angkatan. Total alumni keseluruhannya kurang lebih ada 5.000 orang lebih,” ujarnya.

Fokus Silaturahmi dan Pendidikan

Freddy mengatakan, salah satu fokus YAMB ke depan adalah menjaga silaturahmi antarsesama alumni sekaligus menghadirkan wadah yang dapat membantu alumni dalam berbagai kebutuhan.

“Ke depannya kita berharap semua alumni Methodist Bagansiapiapi menjaga silaturahmi. Kita membuat satu wadah ini supaya tetap bisa membantu sesama alumni dan bisa membantu terutama dengan pendidikan yang ada di sekolah PKMI Bagan Siapi-api,” katanya.

Selain memperkuat hubungan internal alumni, YAMB juga akan diarahkan untuk memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat. Freddy menyebut program sosial sudah mulai direncanakan dan akan menyasar masyarakat yang membutuhkan.

“Ini memang baru awal. Kita sudah merencanakan schedule ke depannya untuk membantu masyarakat, terutama saling membantu alumni. Tetapi kita tidak melupakan masyarakat. Di bidang sosial, kita harus membantu masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.

Freddy menambahkan, deklarasi tersebut sengaja dikemas sederhana. Menurutnya, substansi utama kegiatan adalah memperkenalkan YAMB dan kepengurusannya kepada masyarakat luas, alumni, lintas sekolah, serta para tokoh masyarakat.

“Acara hari ini sangat sederhana, deklarasi dan kita mengenalkan kepada masyarakat dan mengenalkan kepada alumni, berikut juga lintas sekolah seperti sekolah yang lain, tokoh masyarakat, bahwa kami ini adalah kepengurusannya, termasuk ada Dewan Pembina dan Dewan Pengawas,” katanya.

Ia menegaskan, kehadiran alumni dari berbagai generasi dalam deklarasi tersebut menjadi gambaran awal kuatnya semangat kebersamaan yang ingin dibangun YAMB.

“Semua angkatan hadir di dalam acara ini,” pungkas Freddy.

Dewan Pengawas YAMB: Yayasan Harus Menjadi Wadah Saling Membantu Alumni

Dewan Pengawas Yayasan Alumni Methodist Bagansiapiapi (YAMB), Chua Ka Huat, menyambut positif berdirinya organisasi tersebut. Menurutnya, YAMB harus menjadi wadah sosial yang mampu mempertemukan alumni yang memiliki kemampuan dengan alumni yang membutuhkan bantuan, khususnya mereka yang berada di Bagan Siapi-api.

“Pada prinsipnya, Yayasan Alumni Methodist Bagansiapiapi ini bertujuan untuk satu kebaikan. Para alumni bisa saling membantu, di mana yang mampu bisa membantu teman-teman kita yang masih di kampung dan kurang mampu,” ujar Chua Ka Huat saat ditemui dalam acara Deklarasi dan Sosialisasi Pengurus YAMB periode 2026–2031 di Fortune Star Function Hall, Jakarta Barat, Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, keberadaan yayasan diperlukan agar bantuan dari para alumni dapat disalurkan secara lebih terorganisasi dan tepat sasaran.

“Di situlah kita dapat hikmahnya dan perlulah satu yayasan untuk melakukan itu. Karena tanpa yayasan, kami tidak bisa menyalurkan baik yang mampu maupun kepada yang tidak mampu. Tujuannya saya kira sosial,” katanya.

Pemilihan Pengurus Dilakukan Secara Demokratis

Chua juga menjelaskan proses pemilihan kepengurusan YAMB dilakukan secara demokratis dengan memberikan hak suara kepada setiap angkatan alumni.

“Pada prinsipnya, untuk memilih satu ini adalah kita secara demokratis. Kita mengadakan secara demokratis. Setiap angkatan itu memiliki satu suara,” jelasnya.

Dalam proses tersebut, terdapat dua kandidat yang mengikuti pemilihan Ketua Umum YAMB. Hasil pemilihan kemudian menetapkan Freddy Wei sebagai Ketua Umum untuk memimpin organisasi periode 2026–2031.

“Kandidatnya ada dua, tapi terpilih beliau sebagai yang mewakili Yayasan Alumni Methodist Bagansiapiapi untuk melakukan sesuatu hal yang sosial. Ini adalah satu amanah,” ujar Chua.

Ia berharap kepengurusan yang telah terbentuk mampu menjalankan amanah tersebut dengan mengedepankan kepedulian sosial dan memperkuat hubungan antarsesama alumni.

Dorong Alumni Mampu Membantu yang Membutuhkan

Lebih lanjut, Chua berharap berdirinya YAMB dapat mendorong para alumni yang memiliki kemampuan ekonomi untuk membantu alumni lain yang masih mengalami keterbatasan, terutama mereka yang tinggal di daerah Bagan Siapi-api.

“Harapan saya dengan terbentuknya YAMB ini, para alumni yang mampu dapat menolong alumni-alumni kita yang masih kurang mampu di daerah, terutama di daerah Bagan Siapi-api,” pungkasnya.

Pererat Persaudaraan, Hadirkan Manfaat

Setelah deklarasi dan sosialisasi kepengurusan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai acara hiburan dan kebersamaan. Sejumlah alumni menampilkan persembahan tarian dan lagu yang turut memeriahkan suasana.

Rangkaian acara kemudian diisi dengan makan bersama dan ramah tamah sebagai ajang mempererat hubungan antarsesama alumni.

Kemeriahan semakin terasa saat panitia menggelar pembagian doorprize bagi peserta. Hadiah utama yang disiapkan dalam kegiatan tersebut berupa satu unit sepeda motor dan sepeda listrik. (rafian)