GEMABUDHI Dukung Dialog Publik Terkait Rencana Pemasangan Chattra di Borobudur

Berita362 views

Jakarta – Dewan Pengurus Pusat Generasi Muda Buddhis Indonesia menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan terhadap langkah Fadli Zon yang membuka ruang dialog publik terkait rencana pemasangan chattra di puncak Candi Borobudur.

Wakil Ketua Umum GEMABUDHI, Karsono, menilai langkah tersebut mencerminkan komitmen pemerintah terhadap keterbukaan dalam menyikapi dinamika pandangan yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, ruang dialog yang sehat dan konstruktif menjadi penting agar setiap perspektif dapat dipahami secara utuh.

“Pernyataan Menteri Kebudayaan dapat dimaknai sebagai ajakan untuk berdialog secara rasional dan berbasis data. Isu besar seperti Borobudur perlu dipahami secara menyeluruh, tidak hanya dari satu sudut pandang,” ujar Karsono.

Ia menambahkan, diskusi terbuka perlu ditempatkan sebagai sarana untuk memperkaya pemahaman publik, khususnya dalam isu yang memiliki dimensi sejarah, akademik, dan spiritual.

Lebih lanjut, Karsono menjelaskan bahwa pemasangan chattra memiliki nilai simbolik dalam tradisi Buddhis, yang berkaitan dengan makna perlindungan, kesucian, serta pencapaian spiritual. Oleh karena itu, pembahasan mengenai rencana tersebut perlu dilakukan secara bijak dengan mempertimbangkan berbagai aspek.

Menurutnya, dinamika yang berkembang di ruang publik saat ini dapat menjadi momentum untuk memperluas edukasi masyarakat mengenai Borobudur sebagai living heritage, yakni warisan budaya yang tidak hanya dijaga secara fisik, tetapi juga dimaknai dalam kehidupan spiritual umat.

“Borobudur tidak hanya dipandang sebagai monumen sejarah, tetapi juga sebagai ruang refleksi dan simbol peradaban yang sarat nilai kebijaksanaan. Setiap upaya pemaknaan kembali perlu dilihat dalam semangat pelestarian dan penguatan nilai tersebut,” tambahnya.

Karsono juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga suasana kondusif serta mengedepankan sikap saling menghormati dalam menyampaikan pandangan.

Di tengah perhatian dunia terhadap Borobudur sebagai warisan budaya global, GEMABUDHI menilai keterbukaan dialog yang dihadirkan pemerintah dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman bersama.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama merawat warisan dunia ini dengan pendekatan yang bijaksana, inklusif, dan bermakna,” tutupnya.(anes)