HUT Pattimura ke-209, Pemuda Maluku-Maluku Utara di Bogor Raya Kobarkan Semangat Perjuangan dengan Tari Cakalele

Berita40,791 views

Perjuangan Kapitan Pattimura kembali digaungkan oleh masyarakat Maluku dan Maluku Utara di Bogor Raya menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Pattimura ke-209 yang akan digelar pada 29 Mei 2026 di Studio Utama TVRI Pusat Senayan, Jakarta.

Sebanyak 15 pemuda Maluku dan Maluku Utara berusia 10 hingga 15 tahun dipastikan tampil membawakan Tari Cakalele, tarian perang tradisional khas Maluku yang sarat nilai perjuangan, keberanian, dan persatuan. Penampilan tersebut akan dipimpin seorang kapitan perang berusia 50 tahun yang akan membawa tombak sebagai simbol kepemimpinan dan semangat perjuangan Kapitan Pattimura.

Tokoh masyarakat Maluku dan Maluku Utara Bogor Raya, Damianus Takandare, SH., M.Kn., mengatakan penampilan Tari Cakalele bukan sekadar hiburan budaya, melainkan bentuk penghormatan terhadap perjuangan leluhur Maluku.

“Ini bukan tarian hiburan. Ini sumpah. Ini peringatan bahwa Maluku tidak pernah lupa,” ujar Damianus dalam keterangannya di Bogor Raya, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, generasi muda harus terus dikenalkan pada nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan keberanian yang diwariskan Kapitan Pattimura agar semangat tersebut tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan ini juga didukung oleh Yance R selaku co-promotor yang memastikan peringatan HUT Pattimura ke-209 dapat terselenggara di panggung nasional dan disaksikan berbagai tokoh penting, di antaranya Gubernur Maluku, Gubernur Maluku Utara, Ketua DPRD Maluku, Ketua DPRD Maluku Utara, serta sejumlah pejabat tinggi negara.

Peringatan HUT Pattimura tahun ini diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat Maluku dan Maluku Utara, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas melalui siaran nasional.

Semangat perjuangan yang diwariskan Thomas Matulessy dinilai tetap relevan sebagai simbol keberanian melawan ketidakadilan dan menjaga persatuan bangsa.

“Lawamena Haulala” yang berarti semangat persaudaraan dan persatuan masyarakat Maluku turut digaungkan dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk kecintaan terhadap Tanah Maluku dan nilai kebangsaan Indonesia.(rosmauli)