Menaker Yassierli: Pelatihan Agroforestri Nasional Dorong Lapangan Kerja dan Pengembangan Ekonomi Desa Berkelanjutan

Berita2,326 views

Jakarta, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa pelatihan agroforestri menjadi salah satu strategi penting untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus mendorong tumbuhnya usaha berbasis potensi desa.

Program tersebut dinilai mampu menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan, mulai dari sektor pertanian, pengolahan hasil, hingga pariwisata desa.

Dalam keterangannya di Jakarta, pada (10/5/2026), Yassierli menyampaikan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan pelatihan agroforestri terintegrasi bagi 500 warga Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
“Pelatihan ini kami desain agar terintegrasi dari hulu sampai hilir, sehingga masyarakat tidak hanya memiliki keterampilan kerja, tetapi juga peluang usaha dari potensi desa yang ada,” ujar Yassierli.

Program tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi Desa Karamatwangi yang memiliki kawasan hutan sosial seluas sekitar 160 hektare.

Selain itu, desa tersebut dinilai memiliki dukungan ekosistem usaha lokal yang cukup kuat serta komitmen pemerintah desa dalam mengembangkan ekonomi berbasis masyarakat.

Menurut Menaker, pelatihan tidak hanya difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis masyarakat, tetapi juga dirancang untuk membangun rantai usaha yang berkelanjutan. Dengan konsep terintegrasi, peserta diharapkan mampu mengembangkan usaha dari proses produksi hingga pemasaran.

“Harapannya, masyarakat yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan bisa mendapatkan peluang kerja dan usaha dari potensi yang ada di desa,” katanya.

Yassierli menjelaskan, Desa Karamatwangi dipilih karena memiliki potensi agroforestri yang kuat, didukung oleh ketersediaan lahan produktif, keberadaan pelaku usaha lokal, serta dukungan pemerintah desa dalam pengembangan ekonomi masyarakat.

Pelatihan yang diberikan mencakup berbagai sektor dalam rantai agroforestri, mulai dari budidaya kopi, pengolahan pascapanen, penyangraian atau roasting kopi, hingga pelatihan barista. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk kopi lokal sekaligus memperkuat daya saing produk desa.

Selain sektor kopi, Kementerian Ketenagakerjaan juga menyiapkan pelatihan hortikultura, seperti budidaya kentang dan cabai. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat sektor pertanian produktif sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan komoditas unggulan masyarakat setempat.

Tidak hanya berfokus pada sektor pertanian, program pelatihan juga menyasar pengembangan pariwisata desa. Kemnaker memberikan pelatihan hospitality dan tour guide guna mendukung pengembangan wisata berbasis alam dan pertanian di Kabupaten Garut.

Menurut Yassierli, pengembangan sektor wisata berbasis agroforestri dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat desa. Dengan potensi alam yang dimiliki Garut, sektor pariwisata dinilai mampu membuka lapangan kerja tambahan, terutama bagi generasi muda desa.

Ia berharap program tersebut dapat menjadikan Desa Karamatwangi sebagai desa percontohan pengembangan ekonomi berbasis agroforestri di Indonesia.

Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan telah melaksanakan pelatihan berbasis potensi lokal secara bertahap bagi 64 peserta selama periode 2025–2026 di sejumlah desa di wilayah Cisurupan.

Pada 2025, pelatihan dilakukan di Desa Genengjaya melalui program budidaya kopi serta di Desa Cipaganti melalui pelatihan penyangraian biji kopi. Program tersebut kemudian dilanjutkan pada 2026 di Desa Genengjaya, Desa Karamatwangi, dan Desa Simpang dengan fokus pada budidaya, pascapanen, hingga roasting kopi.

Melalui pendekatan terpadu tersebut, pemerintah berharap masyarakat desa tidak hanya menjadi tenaga kerja terampil, tetapi juga mampu membangun usaha mandiri yang berbasis pada potensi lokal dan berkelanjutan.(dsr/red)