Peresmian Klenteng Tian Fu Gong, Dihadiri 8.000 Umat dan Tokoh Nasional

Berita17 views

MediaPers.com //
JAKARTA – Peresmian Klenteng Tian Fu Gong berlangsung lancar, aman, dan khidmat pada hari ini. Acara dihadiri sekitar 8.000 umat serta para pemimpin, tokoh agama, tokoh budaya, dan tamu kehormatan dari berbagai kalangan.

Dalam sambutannya, *Letnan Jenderal TNI Mar (Purn) Dr. Nono Sampono, S.Pi.M.Si., selaku Direktur Utama Agung Sedayu Group, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya peresmian. Ia menekankan bahwa keberhasilan acara ini tidak lepas dari kerja sama Kementerian terkait, para tokoh agama, tokoh budaya, serta dukungan masyarakat luas.

“Kehadiran para pemimpin, tamu kehormatan, dan kurang lebih 8.000 umat hari ini menggambarkan betapa besar antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini,” ujar Nomor Sampono.

Lokasi Strategis dan Konektivitas ke Bandara
Nono Sampono juga menyoroti lokasi Klenteng Tian Punggung yang strategis. Ia menjelaskan bahwa akses dari Ancol akan disambungkan ke kawasan ini, dan selanjutnya akan terhubung hingga ke bandara.

“Ini menjadi catatan penting bagi kami dan kementerian terkait agar konektivitas berjalan optimal. Dengan demikian, klenteng tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga destinasi budaya yang mudah dijangkau masyarakat dan wisatawan,” jelasnya.

Harapan untuk Klenteng Tian Fu Gong
Peresmian ini diharapkan membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. Ujar Nono Sampono

“Semoga Klenteng Tian Fu Gong membawa berkah dan kedamaian serta kemakmuran bagi masyarakat luas. Tempat ini kiranya menjadi cahaya kebajikan yang menginspirasi, mempererat persatuan, dan memperkaya warisan budaya bangsa Indonesia,” tuturnya.

Ia menutup sambutan dengan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga peresmian dapat berjalan dengan lancar dan sesuai harapan bersama.

Agung Sedayu Group merupakan salah satu pengembang properti nasional yang berkomitmen membangun kawasan terintegrasi dengan memperhatikan aspek sosial, budaya, dan spiritual masyarakat.tutupnya

Ros/Red