Jakarta – Mediapers.com | Upaya menghidupkan kembali kejayaan olahraga tinju di Maluku memasuki tahap konkret. Promotor nasional, Nikolas Johan KiliKily, menegaskan komitmennya untuk menjadikan pembinaan tinju sebagai prioritas strategis dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Pattimura pada 29 Mei 2026.
Dalam keterangannya, Nikolas menegaskan bahwa penyelenggaraan ajang tinju tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari desain besar pembangunan olahraga berbasis potensi lokal. Menurutnya, Maluku—khususnya wilayah barat—memiliki sejarah panjang sebagai lumbung atlet tinju berbakat yang belum dikelola secara sistematis dan berkelanjutan.
“Animo masyarakat terhadap tinju di Maluku sangat tinggi. Ini bukan hanya olahraga, tetapi juga identitas dan kebanggaan daerah. Karena itu, pembinaan harus dimulai dari level menengah, diperkuat dengan pelatih berkualitas, serta menyediakan ruang kompetisi bagi atlet muda,” ujar Nikolas.
Ia menambahkan, tinju memiliki dimensi yang lebih luas, tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, investasi pembinaan atlet harus berjalan seiring dengan jaminan kesejahteraan dan kesehatan jangka panjang.
“Tujuan kita bukan hanya melahirkan juara, tetapi juga memastikan masa depan atlet tetap terjamin. Ini bagian dari tanggung jawab moral dan sosial,” lanjutnya.
Berdasarkan data panitia, sebanyak delapan partai akan dipertandingkan dalam ajang tersebut. Event ini diproyeksikan menjadi momentum kebangkitan tinju Maluku sekaligus wadah regenerasi atlet menuju level nasional dan internasional.

Dukungan dari sektor swasta turut memperkuat penyelenggaraan kegiatan ini. Perwakilan Holywings Group, Ed Mallarangi, menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi.
“Kami melihat ini sebagai event bergengsi dengan dampak besar bagi olahraga nasional. Kami siap mendukung penuh, baik dari sisi teknis maupun fasilitas,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Hercules Rosario Marshal menyoroti kondisi dunia tinju nasional yang dinilainya sempat mengalami stagnasi. Ia menekankan pentingnya perhatian pemerintah tidak hanya kepada atlet aktif, tetapi juga para mantan petinju.
“Banyak atlet yang dahulu mengharumkan nama Indonesia, namun kini hidup dalam keterbatasan. Negara harus hadir memberikan penghargaan yang layak atas jasa mereka,” tegasnya.
Hercules juga mengungkapkan rencana untuk mengundang Presiden Republik Indonesia guna memberikan dukungan langsung terhadap event tersebut, sekaligus mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan atlet lintas cabang olahraga.
Secara lebih luas, inisiatif ini mencerminkan kebutuhan akan revitalisasi ekosistem olahraga nasional, khususnya di daerah dengan potensi besar namun minim intervensi kebijakan. Maluku dinilai layak menjadi model pengembangan olahraga berbasis kearifan lokal dan semangat historis Pattimura.
Dengan sinergi antara promotor, sektor swasta, tokoh masyarakat, dan pemerintah, ajang ini diharapkan tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga fondasi awal kebangkitan kembali tinju Indonesia dari wilayah timur. Momentum Pattimura pun dimaknai bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan simbol keberanian, daya juang, dan keadilan sosial dalam pembangunan olahraga berkelanjutan. (Rhm/Ros/rfn)