JAKARTA – Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) bersama Promotor Pattimura Internasional Big Fight sukses menggelar ajang tinju profesional bertajuk Ampro Pattimura Internasional Big Fight di Studio Utama TVRI Pusat, Senayan, Jakarta, pada 29 Mei 2026.
Ajang bergengsi tersebut menjadi istimewa dengan hadirnya tiga legenda hidup tinju Indonesia, yakni Eliyas Pical, Nico Thomas, dan Muhammad Rachman. Ketiganya merupakan mantan juara dunia yang berasal dari kawasan Indonesia Timur dan hadir sejak pembukaan hingga penutupan acara.
Kehadiran para legenda tinju tersebut dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah serta kontribusi besar atlet-atlet Indonesia Timur dalam perkembangan tinju nasional.
Promotor Pattimura Internasional Big Fight, Nikolas Johan Kilikily, SH, MH, menyampaikan apresiasi atas kehadiran ketiga mantan juara dunia tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Eliyas Pical, Bapak Nico Thomas, dan Bapak Muhammad Rachman. Kehadiran mereka merupakan kebanggaan bagi FTPI dan seluruh insan tinju Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa sejarah tinju Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kontribusi besar putra-putra terbaik Indonesia Timur,” ujar Nikolas dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).
Hal senada disampaikan Letkol Inf. G. Borlak. Menurutnya, kehadiran para legenda tinju tersebut mencerminkan semangat perjuangan yang diwariskan oleh Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura dan Kapitan Lawamena Haulala melalui jalur prestasi olahraga.
“Kehadiran para legenda ini menunjukkan bahwa semangat juang Pattimura terus hidup dan diwariskan melalui prestasi di ring tinju. Ini menjadi inspirasi bagi generasi muda di seluruh Indonesia, khususnya di Maluku dan kawasan Indonesia Timur,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum FTPI, Neneng, mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan acara serta peran para senior yang telah berkontribusi dalam memajukan tinju profesional Indonesia.
Ia menegaskan pentingnya menjaga warisan perjuangan para pendahulu sebagai fondasi untuk membangun masa depan tinju Indonesia yang lebih berprestasi di tingkat internasional.
Apresiasi juga disampaikan Co-Promotor sekaligus Ketua Dewan Pengawas FTPI, Yance Raihaan. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim, panitia, dan pihak-pihak yang terlibat dalam menyukseskan penyelenggaraan Ampro Pattimura Internasional Big Fight.
“Keberhasilan acara ini merupakan hasil kerja bersama. Mari terus mendukung perkembangan tinju Indonesia agar mampu melahirkan lebih banyak juara dunia di masa mendatang,” ujarnya.
Ampro Pattimura Internasional Big Fight menjadi salah satu upaya untuk menghidupkan kembali gairah tinju profesional di Indonesia. Dengan mengusung nama Pahlawan Nasional Pattimura, ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga momentum memperkuat identitas, semangat perjuangan, serta kebanggaan budaya Indonesia Timur di tingkat nasional.
Tentang FTPI
Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) merupakan organisasi yang menaungi pembinaan dan pengembangan tinju profesional di Indonesia. FTPI berkomitmen mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.(ros)
