Gabungan Mahasiswa Gelar Aksi Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Monas

Berita19 views

MediaOers.com : JAKARTA PUSAT — Gabungan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Silang Selatan Monumen Nasional (Monas), tepatnya di seberang Gedung BSI Tower, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan tuntutan evaluasi terhadap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 14.30 WIB itu diikuti sekitar 55 orang dari sejumlah elemen mahasiswa. Penanggung jawab aksi, Sanditya Saputra, mengoordinasikan massa yang berasal dari Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan, Universitas Nasional (UNAS), dan Universitas Terbuka (UT).

Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang mereka nilai perlu dievaluasi. Sejumlah persoalan yang disoroti meliputi dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), persoalan dokumen ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Mahasiswa Sampaikan Sejumlah Tuntutan

Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian menggunakan pengeras suara, massa mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mundur dari jabatan masing-masing. Mereka juga menyuarakan tuntutan agar berbagai persoalan yang menjadi sorotan publik diproses melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Mahasiswa menilai pemerintah perlu bertanggung jawab atas berbagai persoalan yang muncul selama masa kepemimpinannya. Mereka turut menyoroti dugaan pelanggaran HAM yang menurut massa belum diselesaikan secara tuntas melalui proses hukum.

Selain itu, peserta aksi mengangkat persoalan terkait dokumen ijazah Gibran Rakabuming Raka serta mempertanyakan mekanisme hukum dan konstitusional yang dapat ditempuh untuk mengevaluasi kedudukannya sebagai Wakil Presiden.

Persoalan kebakaran hutan dan lahan juga menjadi salah satu isu yang disuarakan. Massa menyoroti penanganan karhutla, termasuk kebakaran di wilayah Papua, serta menyampaikan dugaan penyalahgunaan dana bencana yang menurut mereka perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan lebih lanjut.

Berbagai tuntutan tersebut disampaikan sebagai bentuk kritik mahasiswa terhadap jalannya pemerintahan. Pernyataan dan penilaian yang disampaikan dalam aksi merupakan sikap dari kelompok demonstran.

Sempat Terjadi Ketegangan dengan Aparat Kepolisian

Berdasarkan rangkaian kegiatan, massa dari Universitas Nasional tiba di lokasi sekitar pukul 14.35 WIB dengan jumlah sekitar 20 orang. Sepuluh menit kemudian, sekitar pukul 14.45 WIB, peserta dari Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia turut tiba dengan jumlah sekitar 20 orang.

Pada pukul 14.50 WIB, massa mulai menyampaikan orasi secara bergantian dengan menggunakan megafon. Mereka juga membawa sejumlah spanduk berisi kritik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Ketegangan sempat terjadi sekitar pukul 15.15 WIB antara aparat kepolisian dan peserta aksi. Peristiwa tersebut dipicu ketika massa hendak membakar ban bekas di lokasi demonstrasi.

Sebelum ban dibakar, aparat kepolisian mengambil ban tersebut untuk mengamankan situasi. Tindakan itu sempat memicu gesekan antara aparat dan massa aksi.

Selanjutnya, sekitar pukul 15.20 WIB, sebanyak 15 peserta dari Universitas Terbuka tiba di kawasan Silang Selatan Monas dan bergabung dengan mahasiswa lainnya.

Bawa Spanduk Berisi Kritik terhadap Pemerintah

Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa menggunakan megafon dan membentangkan sejumlah spanduk yang berisi kritik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Beberapa tulisan yang dibawa peserta antara lain “Rapot Merah 2 Tahun, Tolak Rezim Rasis Prabowo-Gibran”, “UNAS Menggugat: Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran”, “Fight Back Fascism, Take Back Indonesia”, dan “Gulingkan Rezim Fasis”.

Massa juga membawa spanduk bertuliskan “Kita Belum Merdeka dari Asap Karhutla” sebagai bentuk sorotan terhadap persoalan kebakaran hutan dan lahan.

Di tengah berlangsungnya aksi, peserta turut mengimbau sesama demonstran agar tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Mereka juga menyerukan pentingnya menjaga solidaritas dan merapatkan barisan dalam menyampaikan aspirasi.

Hingga laporan ini disusun, massa masih melakukan orasi secara bergantian di lokasi aksi. Perkembangan lebih lanjut mengenai jalannya demonstrasi dan situasi di kawasan Silang Selatan Monas masih menunggu informasi berikutnya.

Red **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *