Keffiyeh, Simbol Solidaritas Palestina dalam Budayantara Fest 2026

Berita11 views

JAKARTA — Keffiyeh, kain bermotif khas Palestina, menjadi bagian dari pesan solidaritas kemanusiaan yang diusung Budayantara Fest 2026. Kain tersebut dikenal sebagai simbol identitas dan perjuangan rakyat Palestina.

Budayantara Fest 2026 akan berlangsung pada 24–25 Oktober 2026 di Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat. Persiapan acara itu mencakup pertemuan Rismi Elita dan Renee Partina dari Budayantara dengan Duta Besar Palestina untuk Indonesia dalam agenda diplomasi budaya pada Senin (19/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari komunikasi menuju festival yang mengangkat tema “Solidaritas Kemanusiaan dengan Kekuatan Budaya”. Melalui tema itu, Budayantara menempatkan budaya sebagai ruang dialog, bukan hanya pertunjukan seni atau pelestarian tradisi.

Budaya sebagai Bahasa Solidaritas

Keffiyeh menunjukkan bagaimana unsur budaya dapat menjadi simbol solidaritas lintas negara. Selain berfungsi sebagai kain penutup kepala atau aksesori, keffiyeh bagi banyak orang merepresentasikan keterikatan dengan Palestina serta dukungan terhadap hak dan martabat rakyatnya.

Budayantara mempertemukan budaya Betawi, Nusantara, dan Palestina melalui seni pertunjukan, dialog budaya, serta ekspresi fesyen. Pendekatan tersebut diarahkan untuk memperkenalkan isu kemanusiaan melalui medium yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Dari Betawi untuk Nusantara, Nusantara untuk Dunia

Semangat festival dirangkum dalam slogan “Dari Betawi untuk Nusantara, Nusantara untuk Dunia”. Melalui slogan itu, Budayantara mendorong pertukaran budaya sekaligus penyampaian pesan solidaritas kepada masyarakat yang lebih luas.

Dalam konteks tersebut, keffiyeh tidak hanya menjadi pelengkap busana, tetapi juga membawa identitas, sejarah, dan pesan dukungan bagi Palestina. Budayantara Fest 2026 menjadikan budaya sebagai medium untuk membangun empati dan memperkuat nilai kemanusiaan.(Red/DJ)