Kemnaker Catat Sukses Magang Nasional Batch I, 30 Persen Peserta Langsung Direkrut Perusahaan

Education3,958 views

Jakarta, Program Magang Nasional Batch I yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat hasil menggembirakan. Ribuan peserta berhasil menyelesaikan program tersebut, bahkan sekitar 20 hingga 30 persen peserta langsung direkrut oleh perusahaan tempat mereka menjalani magang.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah menuntaskan program magang sekaligus memperoleh peluang kerja setelah lulus.
“Saya tentu mengucapkan selamat kepada adik-adik peserta magang Batch I yang sudah selesai dan yang sudah ditawari kerja oleh perusahaan,” ujar Yassierli dalam acara Penutupan Magang Nasional Batch I, di Jakarta, pada (24/4/2026).

Menurutnya, banyak perusahaan memberikan respons positif terhadap kualitas peserta magang. Sejumlah peserta bahkan langsung menerima tawaran menjadi karyawan setelah menunjukkan kemampuan selama masa pelatihan kerja.
“Berdasarkan monitoring yang kita lakukan, respons dari perusahaan sangat baik. Ada yang sudah merekrut sekitar 20 persen, ada juga yang mencapai 30 persen, dan ini masih terus kami data,” jelasnya.

Yassierli menambahkan, meski belum semua perusahaan dapat melakukan perekrutan langsung, banyak di antaranya menunjukkan minat besar untuk bekerja sama dalam program serupa di masa depan.
“Ada juga perusahaan yang menyampaikan, ‘Pak Menteri, kami melihat peserta magang ini bagus-bagus. Kami ingin merekrut, tetapi saat ini belum memungkinkan karena kondisi internal perusahaan,’” katanya.

Ia optimistis para peserta yang telah dinilai memiliki kompetensi baik oleh perusahaan akan memiliki masa depan cerah di dunia kerja.
“Tapi tentu, kalau adik-adik peserta magang sudah dinilai baik oleh perusahaan, saya yakin mereka bisa sukses di masa depan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kemnaker Anwar Sanusi menjelaskan, sebanyak 16.112 orang dinyatakan lolos seleksi Program Magang Nasional Batch IA dan IB.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 11.949 peserta aktif dan berhasil menyelesaikan program hingga akhir pelaksanaan.
“Program ini mendapat antusiasme yang sangat tinggi dari dunia usaha dan industri. Hal ini tercermin dari partisipasi 1.185 perusahaan sebagai penyelenggara, dengan melibatkan 5.267 mentor,” jelas Anwar.

Ia juga menuturkan, sebagian peserta yang direkrut perusahaan langsung diangkat sebagai karyawan tetap.
“Salah satunya adalah mereka diterima sebagai karyawan tetap di perusahaan atau instansi. Sebagian besar juga sebelumnya sudah melamar,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut pasca-program magang, Kemnaker juga menyiapkan sertifikasi kompetensi gratis bagi peserta melalui kerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Menurut Yassierli, sertifikat kompetensi menjadi nilai tambah penting dalam persaingan dunia kerja karena diakui secara nasional dan dibutuhkan banyak perusahaan.
“Walaupun magangnya sudah selesai, fase berikutnya adalah kami bekerja sama dengan BNSP untuk memberikan sertifikat kompetensi kepada adik-adik semua,” kata Yassierli.

Ia menegaskan, sertifikasi tersebut biasanya berbayar, namun khusus peserta Magang Nasional Batch I diberikan tanpa biaya.
“BNSP mengelola sertifikasi kompetensi di Indonesia. Sertifikat ini diakui dan banyak dicari. Biasanya ada biaya, tetapi khusus peserta magang, kami gratiskan,” jelasnya.

Meski bersifat opsional, Yassierli mendorong seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut karena proses sertifikasi diperkirakan hanya memakan waktu satu hingga dua bulan.
“Bagi yang sudah bekerja mungkin tidak perlu, tetapi bagi yang ingin meningkatkan peluang, sebaiknya kesempatan ini diambil. Sertifikat kompetensi menjadi bukti bahwa seseorang memiliki keahlian tertentu,” pungkasnya.

Program Magang Nasional Batch I dinilai menjadi langkah strategis pemerintah dalam menekan angka pengangguran sekaligus memperkuat koneksi antara lulusan pencari kerja dengan kebutuhan nyata dunia industri.(red/DSR/tim)