GEMABUDHI: Chattra Lengkapi Makna Spiritual Candi Borobudur

Berita4,230 views

MAGELANG — Pemasangan chattra di puncak Candi Borobudur menjadi momentum penting dalam upaya pemulihan nilai spiritual sekaligus penguatan keutuhan warisan budaya dunia. Keberadaan chattra dinilai bukan sekadar penyempurna struktur bangunan, melainkan simbol perlindungan, kesucian, dan pencapaian pencerahan tertinggi dalam ajaran Buddha.

Dengan pemasangan tersebut, Borobudur kembali ditegaskan tidak hanya sebagai monumen sejarah, tetapi juga sebagai pusat refleksi batin dan harmoni universal.

Wakil Ketua Umum Generasi Muda Buddhis Indonesia, Karsono, menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah tersebut. Ia menilai dukungan ini merupakan wujud komitmen generasi muda Buddhis dalam menjaga, melestarikan, serta menghidupkan kembali nilai-nilai spiritual warisan leluhur bangsa.

Menurut Karsono, chattra memiliki makna filosofis yang mendalam. Selain berfungsi sebagai elemen arsitektur, chattra merepresentasikan puncak perjalanan spiritual menuju pencerahan. Oleh karena itu, pemasangannya dipandang sebagai langkah strategis untuk mengembalikan keutuhan filosofi Borobudur sebagai mandala agung yang sarat makna.

Ia juga berharap momentum ini mampu membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin memahami dan menghayati nilai-nilai Dharma dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, Borobudur diharapkan semakin berperan sebagai ruang spiritual yang inklusif, menghadirkan kedamaian, persatuan, serta semangat toleransi lintas umat beragama.

Dengan semangat pelestarian budaya, GEMABUDHI mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga kesakralan dan keberlanjutan Borobudur sebagai warisan dunia yang tidak hanya bernilai sejarah, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang mendalam bagi umat manusia.

Sebelumnya, Fadli Zon menyampaikan harapannya agar pemasangan chattra dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Borobudur. Ia juga mendorong umat Buddha dari berbagai negara untuk datang berziarah.

“Dengan begitu akan semakin banyak yang hadir, baik wisatawan karena alasan sejarah maupun religi. Mudah-mudahan semakin banyak umat Buddha dari seluruh dunia yang datang ke sini,” ujarnya.

Ia menambahkan, populasi umat Buddha di dunia mencapai sekitar 500 hingga 600 juta jiwa. Jika satu persen saja berkunjung ke Borobudur, potensi kunjungan dapat mencapai 5 hingga 6 juta orang.(anes)