Monitoring Wolbachia di RW 014 Cengkareng Timur Capai Target Penangkapan Nyamuk

Berita61 views

MediaPers.com : JAKARTA BARAT — Tim Implementasi Wolbachia Jakarta Barat melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi program Wolbachia di wilayah RW 014, Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) melalui implementasi nyamuk ber-Wolbachia di wilayah Cengkareng Timur.

Meli, anggota Tim Implementasi Wolbachia Jakarta Barat yang bekerja di bawah Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, mengatakan program Wolbachia merupakan salah satu bentuk pencegahan DBD yang diterapkan sebagai pelengkap program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan kegiatan jumantik.

“Teknik Wolbachia sendiri itu adalah menitipkan ember untuk mengembangbiakkan nyamuk yang nantinya diharapkan bisa kawin dengan nyamuk lokal yang ada di Cengkareng Timur,” Ujar Meli.

Menurutnya, melalui perkawinan tersebut diharapkan keturunan nyamuk yang dihasilkan membawa Wolbachia sehingga kemampuan nyamuk dalam menularkan virus penyebab DBD dapat ditekan.

Dalam kegiatan monitoring kali ini, tim melakukan penangkapan nyamuk di enam titik wilayah implementasi RW 014. Empat titik berada di kawasan Mutiara Taman Palem, masing-masing di Blok A, B, C dan D. Sementara dua titik lainnya berada di lingkungan permukiman warga, yakni RT 02 dan RT 04.

Penangkapan dilakukan menggunakan jaring khusus atau sweep net. Nyamuk yang ditangkap harus dalam kondisi hidup karena selanjutnya akan digunakan sebagai sampel untuk proses pemantauan.

Peli menjelaskan, setiap titik memiliki target penangkapan minimal enam ekor dan maksimal sekitar 12 ekor nyamuk. Dari enam titik yang dilakukan monitoring, hasil penangkapan mencapai target yang telah ditentukan.

“Dari hasil enam titik penangkapan, alhamdulillah kita sudah mencapai target minimal enam dan mencapai target maksimal 12 ekor di beberapa titik. Setiap titik berbeda-beda hasilnya, ada yang enam, sembilan, 10, sampai 12 ekor,” jelasnya.

Perbedaan jumlah nyamuk yang berhasil ditangkap, kata Meli, dipengaruhi tingkat kesulitan saat melakukan penangkapan di masing-masing lokasi.

 

Ia berharap implementasi Wolbachia dapat berjalan beriringan dengan program jumantik yang telah dilaksanakan masyarakat RW 014. Menurutnya, kedua upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pengendalian kasus DBD di wilayah Cengkareng Timur.

 

“Wolbachia ini adalah program pelengkap. Saya harap program jumantik yang sudah dilaksanakan di RW 14 dan ditambah program Wolbachia sendiri bisa menjadi combo untuk bersama-sama menekan angka kasus demam berdarah, khususnya di RW 14 Cengkareng Timur,” katanya.

 

Meli juga berharap angka kesakitan akibat DBD di RW 014 dapat terus ditekan melalui pelaksanaan program secara berkelanjutan serta dukungan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mencegah perkembangbiakan nyamuk.

“Harapannya angka kesakitan di RW 14 bisa berkurang berkat program ini,” Pungkasnya.

 

Rham/Red

# Tim publikasi 014

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *