Mulai 1 Desember, KAI Daop 1 Tambah 6 Perjalanan KA Dari Gambir, Akses Stasiun Penyangga Diperluas

Berita14 Dilihat

Jakarta, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta akan menambah frekuensi perjalanan kereta api (KA) jarak jauh mulai 1 Desember 2026. Melalui pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2026, KAI menghadirkan enam jadwal keberangkatan baru dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, guna memperluas pilihan waktu perjalanan sekaligus meningkatkan aksesibilitas layanan transportasi kereta api bagi masyarakat.

Penyesuaian pola operasi tersebut membuat total perjalanan KA jarak jauh di wilayah KAI Daop 1 Jakarta meningkat dari sebelumnya 152 menjadi 158 perjalanan. Penambahan ini menjadi bagian dari upaya KAI menyesuaikan kapasitas layanan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang, khususnya untuk perjalanan antarkota dari dan menuju Jakarta.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan pemberlakuan GAPEKA 2026 membawa sejumlah perubahan pada pola keberangkatan maupun pemberhentian kereta api di wilayah operasional Daop 1 Jakarta.

“Melalui pemberlakuan GAPEKA 2026 ini, jumlah perjalanan kereta api jarak jauh di wilayah Daop 1 Jakarta meningkat dari 152 menjadi 158 perjalanan. Penambahan frekuensi keberangkatan difokuskan dari Stasiun Gambir,” kata Franoto dalam keterangan tertulis pada (6/11/2026).

Franoto menjelaskan, enam perjalanan tambahan tersebut secara khusus meningkatkan jumlah keberangkatan KA jarak jauh dari Stasiun Gambir. Jika sebelumnya terdapat 39 perjalanan, mulai 1 Desember 2026 jumlahnya bertambah menjadi 45 perjalanan setiap hari operasional sesuai pola GAPEKA yang berlaku.

Sementara itu, jumlah keberangkatan KA jarak jauh dari Stasiun Pasar Senen tetap sebanyak 34 perjalanan.

Penambahan jadwal ini diharapkan memberikan keleluasaan kepada pelanggan dalam menentukan waktu keberangkatan. Dengan pilihan jadwal yang semakin beragam, masyarakat memiliki alternatif perjalanan yang lebih fleksibel untuk menyesuaikan kebutuhan pekerjaan, bisnis, pendidikan, maupun perjalanan keluarga.

“Penyesuaian operasional ini dilakukan untuk memberikan alternatif waktu perjalanan yang lebih fleksibel bagi para pelanggan. Dengan demikian, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam merencanakan perjalanan menggunakan kereta api,” jelasnya.

Tidak hanya meningkatkan frekuensi keberangkatan dari Jakarta, KAI Daop 1 juga melakukan penyesuaian pemberhentian KA jarak jauh di sejumlah stasiun wilayah penyangga. Langkah ini ditujukan untuk memperluas akses masyarakat di kawasan Bekasi, Cikarang, Karawang, dan Cikampek terhadap layanan kereta api antarkota.

Untuk perjalanan KA dari arah Jakarta, jumlah kereta yang melayani pemberhentian di Stasiun Bekasi meningkat dari 64 menjadi 71 perjalanan. Di Stasiun Cikarang, jumlahnya bertambah dari 23 menjadi 29 perjalanan, sedangkan di Stasiun Karawang meningkat dari 18 menjadi 22 perjalanan.

Peningkatan frekuensi pemberhentian tersebut memberikan tambahan alternatif akses bagi masyarakat yang selama ini harus menuju stasiun keberangkatan utama di Jakarta untuk melakukan perjalanan jarak jauh.

Dengan semakin banyaknya KA yang berhenti di stasiun penyangga, pelanggan di kawasan timur Jakarta dan sekitarnya diharapkan dapat memperoleh kemudahan dalam mengakses transportasi kereta api tanpa harus selalu berangkat dari pusat kota.

Penyesuaian GAPEKA 2026 juga mencakup peningkatan jumlah KA jarak jauh yang melayani pemberhentian menuju Jakarta. Secara keseluruhan, terdapat tambahan 28 perjalanan pada sejumlah stasiun di wilayah penyangga.

Franoto merinci, jumlah KA yang berhenti di Stasiun Bekasi meningkat dari 61 menjadi 68 perjalanan. Di Stasiun Cikarang, jumlahnya bertambah dari 17 menjadi 25 perjalanan.

Sementara itu, pemberhentian KA di Stasiun Karawang meningkat dari 17 menjadi 27 perjalanan, sedangkan di Stasiun Cikampek bertambah dari 10 menjadi 13 perjalanan.

Penambahan pemberhentian dari kedua arah tersebut memperlihatkan bahwa penyesuaian pola operasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah keberangkatan dari Jakarta, tetapi juga memperluas jangkauan pelayanan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah penyangga ibu kota.

Selain layanan angkutan penumpang, pemberlakuan GAPEKA 2026 juga mencakup penyesuaian operasional angkutan barang. Jumlah perjalanan KA barang di wilayah Daop 1 Jakarta meningkat dari sebelumnya 34 menjadi 36 perjalanan.

Penambahan tersebut menjadi bagian dari pengaturan kapasitas dan pola perjalanan kereta api secara menyeluruh, baik untuk mendukung mobilitas penumpang maupun distribusi logistik melalui jalur perkeretaapian.

Seiring mulai berlakunya jadwal baru pada 1 Desember 2026, KAI Daop 1 Jakarta mengimbau seluruh pelanggan untuk lebih teliti dalam melakukan pemesanan tiket maupun mempersiapkan perjalanan.

Masyarakat diminta memastikan kembali jadwal keberangkatan melalui aplikasi Access by KAI dan kanal resmi penjualan tiket lainnya. Hal ini penting, terutama bagi pelanggan yang selama ini terbiasa menggunakan jadwal perjalanan sebelum pemberlakuan GAPEKA 2026.

Franoto menegaskan, kesesuaian informasi jadwal menjadi hal penting agar pelanggan tidak mengalami kekeliruan dalam menentukan waktu keberangkatan maupun stasiun yang digunakan.

“Kami mengajak masyarakat untuk selalu memastikan kembali jadwal perjalanan sebelum keberangkatan, terutama bagi pelanggan yang telah terbiasa menggunakan jadwal sebelumnya. Pastikan waktu keberangkatan, nama kereta api, serta stasiun asal dan tujuan sudah sesuai dengan informasi pada tiket,” tutup Franoto.

Dengan pemberlakuan GAPEKA 2026, KAI Daop 1 Jakarta melakukan penyesuaian kapasitas perjalanan melalui penambahan enam keberangkatan dari Stasiun Gambir, peningkatan frekuensi pemberhentian di sejumlah stasiun penyangga, serta tambahan perjalanan KA barang.

Kebijakan ini diharapkan dapat memperluas pilihan perjalanan, meningkatkan kemudahan akses transportasi antarkota, serta mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dari Jakarta dan kawasan sekitarnya mulai 1 Desember 2026.

Ervinna/DSR