Pintu Kolaborasi Dibuka, PWI Jakbar Siap Dorong Promosi Budaya dan Sejarah Kota Tua

Berita19 views

MediaPers.com : JAKARTA, – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pokja Wali Kota Jakarta Barat menjajaki penguatan sinergi dengan Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua Jakarta untuk mendukung pelestarian cagar budaya sekaligus memperluas pengenalan sejarah Jakarta kepada generasi muda, Rabu (14/10/2026).

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat bersama Kepala UPK Kota Tua Jakarta, Denny Aputra, beserta jajaran pengelola kawasan Kota Tua.

Dalam pertemuan tersebut, Denny Aputra menyambut baik peluang kolaborasi dengan insan pers. Ia bahkan membuka kesempatan bagi PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat untuk menginisiasi berbagai program dan kegiatan di kawasan Kota Tua.

“Silakan apabila PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat ingin membuat program atau kegiatan di Kota Tua. Kami terbuka untuk berkolaborasi dan berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mengenalkan sejarah dan budaya Jakarta,” ujar Denny.

Menurutnya, kawasan Kota Tua memiliki potensi besar untuk dikembangkan tidak hanya sebagai destinasi wisata sejarah, tetapi juga sebagai ruang edukasi, kebudayaan, dan kegiatan masyarakat yang mampu memperkuat daya tarik Jakarta.

Keterlibatan insan pers diharapkan dapat membantu memperluas informasi mengenai nilai sejarah, kekayaan budaya, serta berbagai potensi yang dimiliki kawasan Kota Tua kepada masyarakat luas.

Sementara itu, Ketua PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat, Bambang Gatot Subroto, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan keterbukaan jajaran UPK Kota Tua Jakarta dalam menerima audiensi tersebut.

Menurut Bambang, pertemuan ini menjadi langkah positif untuk membangun komunikasi dan kerja sama antara insan pers dengan pengelola kawasan bersejarah, khususnya dalam mendukung pelestarian cagar budaya dan pengembangan potensi wisata Jakarta.

“Kami mengapresiasi Kepala UPK Kota Tua Jakarta beserta jajaran yang telah menerima audiensi PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat dengan baik. Kami berharap pertemuan ini menjadi awal dari sinergi yang berkelanjutan, terutama dalam memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Jakarta kepada masyarakat,” kata Bambang.

Ia menegaskan, PWI tidak hanya memiliki peran dalam menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga dapat berkontribusi melalui pemberitaan edukatif dan program kegiatan yang mendorong kepedulian masyarakat terhadap pelestarian warisan sejarah.

Bambang menilai, pengenalan sejarah kepada generasi Z menjadi salah satu hal penting yang perlu mendapat perhatian bersama. Generasi muda perlu diberikan ruang dan pendekatan kreatif agar lebih dekat dengan sejarah kotanya sendiri.

“Jangan sampai generasi muda hanya mengenal Kota Tua sebagai tempat berfoto atau berkumpul. Mereka juga perlu mengetahui cerita di balik bangunan-bangunan bersejarah, perjalanan panjang Jakarta, hingga koleksi museum yang menyimpan nilai edukasi bagi masa depan,” ujarnya.

Ia berharap, melalui kolaborasi PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat dan UPK Kota Tua Jakarta, berbagai kegiatan edukasi, literasi sejarah, serta publikasi kreatif dapat dikembangkan untuk menarik minat generasi muda.

Upaya tersebut sekaligus diharapkan mampu memperkuat citra Jakarta Barat sebagai wilayah yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian sejarah, pengembangan pariwisata, dan kemajuan kebudayaan.

Kota Tua Jakarta merupakan salah satu kawasan bersejarah yang memiliki nilai penting dalam perjalanan perkembangan ibu kota. Keberadaan bangunan-bangunan berarsitektur masa lampau dan museum menjadi aset budaya yang perlu dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

Melalui sinergi antara pengelola kawasan dan insan pers, pelestarian sejarah diharapkan tidak berhenti pada upaya menjaga fisik bangunan, tetapi juga memastikan nilai-nilai sejarahnya tetap hidup, dikenal, dan menjadi kebanggaan masyarakat.

Audiensi ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mengangkat potensi Kota Tua, sekaligus mendukung Jakarta sebagai kota yang tidak hanya berkembang secara modern, tetapi juga tetap menghargai identitas, sejarah, dan warisan budayanya.

Red **