Last Updated on 21 Mei 2026 22:10 by MediaPers
JAKARTA – Perayaan Hari Lahir ke-55 HIKMAHBUDHI menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran mahasiswa Buddhis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam acara yang digelar di Aula Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jakarta, Kamis (21/5/2026), Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Drs. Supriyadi, menegaskan pentingnya peran organisasi mahasiswa sebagai motor perubahan sosial yang kritis, inovatif, dan solutif.
Menanggapi harapan untuk perjalanan HIKMAHBUDHI ke depan di usia ke-55 tahun, Supriyadi menyampaikan bahwa organisasi mahasiswa Buddhis harus tetap menjaga semangat pergerakan dan keberpihakan terhadap persoalan masyarakat.
“HIKMAHBUDHI kan Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia. Jadi mereka ini memang berada di luar kampus, ekstra kampus, dan tergabung dalam komunitas pergerakan. Artinya mereka punya semangat untuk memajukan bangsa lewat suara-suara yang benar-benar lahir dari hati dan melihat langsung persoalan masyarakat,” ujar Supriyadi.

Ia menekankan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya menyampaikan kritik, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.
“Mereka harus kritis, harus inovatif, tapi juga solutif. Artinya jangan hanya bersuara saja, tetapi juga memiliki solusi-solusi untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Itu yang saya dorong kepada mereka semua,” katanya.
Dalam momentum Harlah ke-55 ini, Supriyadi juga mengaitkan pesan tersebut dengan tema besar yang diusung organisasi, yakni Menjadi Pelita bagi Bangsa. Menurutnya, mahasiswa Buddhis perlu membangun kualitas diri terlebih dahulu sebelum mampu menjadi teladan dan pencerah bagi masyarakat luas.
“Seperti temanya tadi, Menjadi Pelita bagi Bangsa. Artinya dia harus paripurna dahulu. Kalau sudah paripurna, artinya dia siap menjadi teladan, siap menjadi pencerah bagi orang lain,” tuturnya. (rfn)







Komentar