Yetti Oktarina Prana Pimpin Perempuan Bangsa Sumatera Selatan 2026-2031, PKB Optimistis Perkuat Gerakan Perempuan

Daerah6,609 views

PALEMBANG – Organisasi sayap perempuan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Perempuan Bangsa Sumatera Selatan resmi memasuki babak baru kepemimpinan. Hj. Yetti Oktarina Prana, S.E., M.Psi., terpilih sebagai Ketua DPW Perempuan Bangsa Sumatera Selatan masa bakti 2026-2031.

Sosok yang akrab disapa Bu Rina Prana itu dikenal sebagai istri mantan Wali Kota Lubuk Linggau dua periode, H. SN Prana Putra Sohe.

Terpilihnya Hj. Yetti Oktarina Prana disambut optimisme petinggi oleh jajaran Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan. Dukungan penuh disampaikan para pimpinan partai yang berharap Perempuan Bangsa mampu menjadi motor penggerak perjuangan perempuan di daerah.

Ketua DPW PKB Sumsel, Nasrul Halim, menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan besar terhadap kepemimpinan baru tersebut. Ia meyakini Perempuan Bangsa di bawah komando Yetti Oktarina akan semakin aktif dalam memperjuangkan aspirasi perempuan di Sumatera Selatan.

“Selamat dan sukses atas amanah yang diberikan. Kami optimistis Perempuan Bangsa akan semakin maju dan berkontribusi besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris DPW PKB Sumsel, Sutami Ismail. Menurutnya, sinergi antara partai dan organisasi perempuan menjadi langkah strategis dalam memperkuat basis perjuangan PKB.

“Selamat dan sukses atas terpilihnya Hj. Yetti Oktarina Prana. Kami siap bersinergi untuk memperkuat basis partai melalui peran strategis perempuan,” katanya.

Sementara itu, Bendahara DPW PKB Sumsel, Ahmad Zarkasih, berharap kepemimpinan baru ini mampu membawa keberkahan dan kemajuan bagi organisasi selama lima tahun ke depan.

Dalam periode kepemimpinannya, Yetti Oktarina Prana diharapkan mampu menghadirkan berbagai inovasi program, terutama dalam bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, hingga penguatan ekonomi keluarga.

Penetapan kepemimpinan baru ini sekaligus menandai kesiapan PKB Sumatera Selatan dalam mengonsolidasikan kekuatan perempuan guna menghadapi tantangan sosial dan politik di masa mendatang. ( Rif’at Achmad).