Jakarta, Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) menggelar Seminar Nasional Pembinaan Pancasila yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus periode 2026–2030, Rabu (28/10/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang GBHN MPR RI, Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta Pusat.
Seminar nasional ini mengangkat tema “Peran Pemuda Marhaenis dalam Memperkuat Ideologi Pancasila dan Mendukung Program Presiden RI dalam Pembangunan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045.” Kegiatan ini menjadi momentum bagi Gerakan Pemuda Marhaenis untuk menegaskan komitmen pemuda dalam memperkuat ideologi Pancasila serta mendorong partisipasi generasi muda dalam mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap bangsa dan negara sekaligus ungkapan kecintaan kepada Tanah Air. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Gerakan Pemuda Marhaenis.

Suasana khidmat menyelimuti kegiatan ketika seluruh peserta mengheningkan cipta untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan bangsa yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan doa pembuka oleh Dwi Yuli Prasetyo sebagai harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Dalam sambutan Panitia Pelaksana, Yuslan Gani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia secara khusus mengapresiasi kerja sama panitia, jajaran pengurus DPP GPM, Ketua DPP, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan kegiatan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh teman-teman panitia dan pengurus DPP, terutama Ketua DPP dan Sekjen, serta seluruh jajaran pengurus yang telah membantu kerja-kerja panitia, baik melalui sumbangsih pemikiran maupun dukungan materi,” ujar Yuslan.

Menurutnya, dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mempersiapkan dan menyukseskan rangkaian Seminar Nasional Pembinaan Pancasila serta pelantikan pengurus DPP GPM periode 2026–2030.
Putra T. Naibaho: Pelantikan DPP GPM 2026–2030 Jadi Momentum Menghidupkan Perjuangan Marhaenisme
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM), Putra T. Naibaho, menegaskan bahwa pelantikan pengurus periode 2026–2030 bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali gerakan dan memperkuat perjuangan Marhaenisme di Indonesia.
Dalam sambutannya, Putra mengajak seluruh pengurus untuk menjadikan pelantikan sebagai titik awal memperkuat konsolidasi organisasi dan meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ia menekankan bahwa GPM harus bergerak melampaui sekadar kebangkitan simbolis dengan menjalankan kerja-kerja organisasi yang berorientasi pada perjuangan rakyat.
“Kami merasa bahwa GPM ini harus hidup dan berbuat. Pelantikan ini bukanlah akhir daripada kegiatan GPM. Kita akan terus berjuang sesuai asas ideologi kita, melalui advokasi dan perjuangan-perjuangan yang memang harus kita perjuangkan,” ujar Putra.
Ajak Organisasi Berasaskan Marhaenisme Perkuat Persatuan
Putra juga menyampaikan apresiasi kepada organisasi kepemudaan dan organisasi yang memiliki kesamaan asas Marhaenisme yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut kehadiran berbagai organisasi sebagai kesempatan untuk mempererat hubungan dan memperkuat komunikasi antarkader.
Menurutnya, perjuangan yang berlandaskan Marhaenisme perlu mendapatkan ruang lebih luas dalam kehidupan kebangsaan. Ia berharap organisasi-organisasi yang memiliki akar sejarah dan kesamaan ideologi dapat berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
Putra turut menyinggung pentingnya membangun kebersamaan di antara organisasi yang memiliki keterkaitan historis dengan Partai Nasional Indonesia (PNI). Ia berharap semangat Marhaenisme tidak hanya menjadi identitas ideologis, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan dan perjuangan nyata.
Dalam kesempatan tersebut, Putra menyampaikan terima kasih kepada para senior dan tokoh yang hadir, termasuk mantan Ketua Umum GPM Heri satmoko, Sunaryono, Kristianto, serta Totok Soekarno. Ia mengapresiasi kontribusi para senior dalam menjaga keberlanjutan organisasi dan memberikan dukungan terhadap perjuangan GPM.
Perkuat Konsolidasi dan Kerja Organisasi
Putra menjelaskan bahwa kepengurusan DPP GPM periode 2026–2030 terbentuk setelah pelaksanaan Kongres XI di Bali pada 6 Juni 2026, bertepatan dengan peringatan hari kelahiran Soekarno.
Ia berharap kepengurusan baru dapat memperkuat soliditas internal, menyatukan langkah, serta menjalankan visi dan misi organisasi secara konsisten.
Menurutnya, keberadaan surat keputusan (SK) kepengurusan perlu diikuti dengan kerja nyata dan koordinasi yang terarah. Dengan demikian, seluruh pengurus diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan bergerak bersama dalam menjalankan agenda organisasi.

Putra juga mengapresiasi dukungan Ketua Umum serta seluruh pihak yang telah membantu penyelenggaraan pelantikan. Ia menilai dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi dan mendorong pelaksanaan program kerja.
Menutup sambutannya, Putra mengajak seluruh kader untuk meningkatkan semangat perjuangan dan memperkuat komitmen terhadap ideologi organisasi.
Ia menegaskan bahwa GPM perlu hadir melalui advokasi dan berbagai kegiatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sejalan dengan semangat Marhaenisme dan nilai-nilai Pancasila.
SK Kepengurusan DPP GPM Periode 2026–2030
dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Nomor 001/I.2/DPP GPM/VI/2026 tentang Pengesahan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis .
Dalam pembacaan SK tersebut, disebutkan bahwa kepengurusan DPP GPM periode 2026–2030 disahkan berdasarkan hasil Kongres XI GPM. Surat keputusan itu ditetapkan di Jakarta pada 10 Juni 2026, sedangkan prosesi pelantikan pengurus dilaksanakan pada Rabu (28/10/2026) di Ruang GBHN MPR RI, Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.
Pembacaan SK mencakup susunan Dewan Kehormatan, Dewan Pertimbangan, Dewan Pembina, Dewan Penasihat, serta jajaran pengurus harian dan bidang-bidang organisasi.
Susunan Pengurus DPP GPM Periode 2026–2030
Dewan Kehormatan
- Ketua: M. Mahardhika Suprapto, S.I.Kom., S.H
- Anggota: Sukmawati Sukarnoputri
- Anggota: Didik Supanri, S.E
Dewan Pertimbangan
- Ketua: Ir. Ristiyanto, S.H., M.H
- Anggota: Luhur Pambudi Mulyono, S.T
- Anggota: Drs. M. H. Yunus, S.H., M.M., M.IP
Dewan Pembina
- Ketua: Drs. Heri Satmoko, M.H
- Anggota: Sunartijono
- Anggota: Bambang Setyo Martono
- Anggota: Joko Supeno
Dewan Penasehat
- Ketua: Toto Suryawan Sukarno
- Anggota: I Wayan Sutama, S.H., M.H
Dewan Pimpinan Pusat
- Ketua Umum: Dr. Shri I.G.N. Arya Wedakarna, S.E., M.Si
- Ketua Harian: Abdur Rajab Saputra, S.Sos
- Ketua Bidang Organisasi: Sartono Halek, S.IP
- Wakil Ketua Bidang Organisasi: Pebriyanto, S.H
- Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi: Riyanto Kuncoro
- Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi: Utami Yutiyasa Untoro, S.H., M.A.
- Ketua Bidang Politik dan Keamanan: Samuel T.
- Wakil Ketua Bidang Politik dan Keamanan: Alexander Manurung
- Ketua Bidang Advokasi Hukum dan HAM: Jun Fi, S.H
- Wakil Ketua Bidang Advokasi Hukum dan HAM: Edy Susanto, S.H., M.H
- Ketua Bidang Agitasi, Propaganda dan Sosial: Sugiarto Albert
- Wakil Ketua Bidang Agitasi, Propaganda dan Sosial : Juslan
- Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga: Dimas Irawan, S.Ak
- Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga: H. Ade Budiman
- Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga: Antonius Fokki Ardiyanto, S.IP
- Wakil Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga: Yuslan Gani
- Ketua Bidang Pendidikan, Seni dan Budaya: Basuki Widodo, S.Si., S.Pd
- Wakil Ketua Bidang Pendidikan, Seni dan Budaya: Eral Hetsuma Batwa
- Ketua Bidang Koperasi dan UMKM: Anna Ratna Mardiani, S.E
- Wakil Ketua Bidang Koperasi dan UMKM: Raden Istilah Wulandari, S.H., M.H.
- Ketua Bidang Kemaritiman: Ganda Martunas Sihite
- Ketua Bidang Ketenagakerjaan dan Perburuhan: Steven Sumolang, S.Sos., M.Si
- Ketua Bidang Industri dan Perdagangan: Rizky Pramudya, S.T
- Ketua Bidang Pertanian, Peternakan dan Perkebunan: Lalu Kesumajayadi, S.Pd
- Ketua Bidang Kesehatan dan Pemberdayaan Keluarga: dr. Alaudin
- Ketua Bidang Pergerakan sarinah: Riza Rosdiana Yusuf, S.H., S.Kom., S.H.
- Ketua Bidang ESDM dan Lingkungan Hidup: Eko Hari Sutopo, S.Pd., M.Si.
- Kepala Badan Pengkaderan Nasional : Maria Alponista Nona Vita
- Kepala Badan Lembaga Hukum: Sujali, S.H., M.H
- Kepala Badan Unit Satuan Detasemen Keamanan: Tatang Supriatna
- Sekretaris Jenderal: Putra T. Naibaho, S.T
- Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Internal: Alfius Angkymba Dimara, S.Pd
- Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Eksternal: David Benedictus Situmorang, S.T
- Bendahara Umum: Ivan Winarta, S.E
- Wakil Bendahara Umum I: Mawardi, S.E
- Wakil Bendahara Umum II: Boris Aruan, S.E
Setelah seluruh susunan kepengurusan dibacakan, Sekretaris Jenderal DPP GPM mempersilakan para pengurus yang namanya tercantum dalam SK untuk berdiri sebagai persiapan mengikuti prosesi pelantikan oleh Ketua Umum.
Ketua Umum Pimpin Ikrar Tri Prasetya, Pengurus DPP GPM 2026–2030
Prosesi pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) periode 2026–2030 dilanjutkan dengan pengucapan Ikrar Tri Prasetya yang dipimpin Ketua Umum DPP GPM, Dr. Sri Arya Wedakarna, di Ruang GBHN MPR RI, Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).
Sebelum prosesi dimulai, Ketua Umum terlebih dahulu menanyakan kesiapan para pengurus untuk dilantik dan mengemban amanah organisasi. Pertanyaan tersebut dijawab serentak oleh para pengurus dengan menyatakan kesiapan mereka.

Prosesi pelantikan dilaksanakan di hadapan Bendera Merah Putih dan panji Gerakan Pemuda Marhaenis, dengan disaksikan para tamu undangan yang hadir.
Dalam pengantarnya, Ketua Umum mengingatkan bahwa pelantikan tersebut berlangsung pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Ia kemudian mengajak seluruh pengurus mengikuti pengucapan Ikrar Tri Prasetya secara bersama-sama sebagai bentuk komitmen terhadap organisasi, ideologi Marhaenisme, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tiga Komitmen dalam Ikrar Tri Prasetya
Ikrar Tri Prasetya menjadi bagian penting dalam prosesi pelantikan karena memuat tiga komitmen utama yang harus dipegang oleh setiap warga Pemuda Marhaenis.
Prasetya pertama menegaskan kesetiaan terhadap cita-cita Marhaenisme, organisasi, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Prasetya kedua menekankan komitmen untuk menjaga dan melaksanakan ajaran Marhaenisme di segala bidang. Komitmen tersebut menempatkan ideologi organisasi sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kepengurusan.
Sementara itu, prasetya ketiga menegaskan tekad untuk memperjuangkan perdamaian dunia yang berkeadilan sosial dalam tatanan dunia baru yang bebas dari imperialisme, kolonialisme, kapitalisme, dan feodalisme dalam segala bentuk dan manifestasinya.

Pengucapan ikrar dilakukan secara bertahap dengan mengikuti setiap butir yang disampaikan oleh Ketua Umum, kemudian diulangi bersama-sama oleh para pengurus yang dilantik. Rangkaian ikrar ditutup dengan ungkapan, “Semoga Tuhan memberkati.”
Penandatanganan Berita Acara, Penyerahan Panji, dan Pemotongan Tumpeng Warnai Pelantikan DPP GPM
Setelah pengucapan Ikrar Tri Prasetya, rangkaian pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) periode 2026–2030 dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan dokumen kepengurusan.
Prosesi tersebut dipimpin Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP GPM sebagai bagian dari dokumentasi resmi pelantikan sekaligus penegasan pengesahan kepengurusan baru.

Panitia juga mengundang perwakilan organisasi yang hadir untuk maju ke depan dan turut menandatangani berita acara sebagai saksi. Perwakilan organisasi yang disebut dalam prosesi tersebut antara lain BRN, Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI), Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), serta PKMN.
Keterlibatan perwakilan organisasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara yang mempertemukan unsur organisasi kepemudaan dan kelompok yang memiliki perhatian terhadap nilai-nilai kebangsaan serta perjuangan Marhaenisme.
Penyerahan Panji Tandai Peralihan Kepemimpinan GPM
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan panji Gerakan Pemuda Marhaenis dari Ketua Umum sebelumnya, Heri Satmoko, kepada Ketua Umum DPP GPM periode 2026–2030, Dr. Sri Arya Wedakarna.
Penyerahan panji menjadi simbol peralihan kepemimpinan sekaligus keberlanjutan perjuangan dan tanggung jawab dalam menjaga eksistensi organisasi.

Dalam prosesi tersebut, Heri Satmoko menyampaikan pernyataan penyerahan panji yang menegaskan harapan agar GPM terus berkembang dan memperluas kiprahnya di seluruh Indonesia.
“Pada hari ini, 28 Oktober 2026, dengan ini saya serahkan panji Gerakan Pemuda Marhaenis kepada Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Marhaenis periode 2026–2030, untuk dilanjutkan, dikibarkan di seluruh pelosok negeri, demi kejayaan Marhaenisme ajaran Bung Karno. Merdeka!” ujar Heri dalam prosesi penyerahan panji.
Penyerahan tersebut menandai dimulainya tanggung jawab kepengurusan baru dalam melanjutkan perjalanan organisasi, memperkuat konsolidasi kader, serta menjalankan program-program yang sejalan dengan asas dan cita-cita Marhaenisme.
Pemotongan Tumpeng Warnai Rangkaian Pelantikan
Suasana kebersamaan kemudian mewarnai acara melalui prosesi pemotongan tumpeng yang dipimpin Ketua Dewan Pembina, Totok Sukarno. Potongan tumpeng tersebut kemudian diserahkan kepada Ketua Umum DPP GPM, Dr. Sri Arya Wedakarna.

Prosesi ini menjadi bagian dari ungkapan rasa syukur atas terselenggaranya rangkaian kegiatan sekaligus penanda dimulainya masa kepengurusan DPP GPM periode 2026–2030.

acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum sebelumnya, arahan Ketua Umum yang baru,penyampaian pandangan dari perwakilan senior organisasi, serta orasi kebangsaan oleh Totok Sukarno diakhiri dengan berfoto bersama dan juga ramah tamah.
