PWI Pokja Wali kota Jakarta Barat Resmi Miliki Kepengurusan dan Sekretariat Baru, Saat Enam Agama Bersatu Mendoakan : Pelantikan yang Sarat Makna

Berita4,200 views

JAKARTA – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya Kesit B Handoyo melantik Ketua PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat Bambang Gatot Subroto, sekaligus meresmikan kantor sekretariat barunya pada Rabu (29/7/2026). Mengusung tema “Pers Berintegritas, Demokrasi Bermartabat, Jakarta Barat Maju”, rangkaian kegiatan berlangsung di dua lokasi, yakni pelantikan di Ruang Suwiryo 1, Gedung B Lantai 16 Kantor Wali Kota Jakarta Barat dan peresmian sekretariat di Gedung C Lantai Dasar Kantor Wali Kota Jakarta Barat.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Jakarta Barat Yuli Hartono, Asisten Pemerintahan (Aspem) Holi Susanto, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Barat, Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo beserta jajaran Pengurus Harian PWI Jaya, Pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) DKI Jakarta, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Barat H. Saumun Hasan, Tokoh Agama Buddha Nasional KRT. Romo Asun Gautama, S.Dt.B., M.H., Kaspudin Nor, Tokoh Pemuda Jakarta Barat Dr. Bryan Ghautama, S.E., S.H., M.H., para ketua Pokja PWI se-DKI Jakarta, unsur SKPD, anggota DPRD DKI Jakarta, tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, organisasi pers, pimpinan redaksi, organisasi kemasyarakatan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Suasana khidmat terasa sejak awal acara yang diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Mars PWI. Kemudian, para tamu disuguhkan penampilan Tari Ronggeng Nyentri dari SD Kertapawitan yang dibawakan oleh tiga penari muda. Salah satu penarinya, Calysta Anastasya Ghautama, merupakan siswi berprestasi yang berhasil memukau para hadirin melalui penampilannya.

Penampilan tersebut menjadi simbol pentingnya peran generasi muda dalam melestarikan seni dan budaya Indonesia. Kehadiran Calysta dan rekan-rekannya tidak hanya memperindah rangkaian pelantikan, tetapi juga menghadirkan nuansa budaya yang memperkaya agenda organisasi kewartawanan itu.

Usai tampil, Calysta mengaku bersyukur mendapat kesempatan menjadi bagian dari acara tersebut. “Saya senang bisa tampil di acara ini. Semoga saya bisa terus belajar dan mengembangkan kemampuan menari agar dapat membanggakan orang tua dan sekolah,” ujar Calysta.

Ketua Panitia: Pelantikan dan Peresmian Sekretariat Jadi Tonggak Baru PWI Pokja Jakarta Barat

Dalam laporannya, Ketua Panitia, Willber Petrus Otto, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan pelantikan dan peresmian sekretariat yang menjadi tonggak baru bagi PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat.

“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya kita dapat hadir dalam acara Pelantikan Pengurus PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat Masa Bakti 2026–2029 sekaligus Peresmian Sekretariat,” ujar Willber.

Willber juga memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, PWI Jaya, Forkopimko Jakarta Barat, para sponsor, mitra, serta seluruh panitia yang telah bekerja sama menyukseskan acara tersebut.

“Kami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, Pemerintah Kota Jakarta Barat, PWI Jaya, Forkopimko, serta para sponsor dan mitra yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ucapnya

Doa Lintas Agama Warnai Pelantikan, Tegaskan Semangat Persatuan dalam Keberagaman

Salah satu rangkaian yang menjadi perhatian para tamu undangan adalah pelaksanaan Doa Lintas Agama yang dipimpin oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Barat sebagai simbol kuatnya semangat persatuan dalam keberagaman.

Doa tersebut dipimpin oleh Ustaz Dahlan mewakili umat Islam, Budi Hartono mewakili umat Katolik, Pendeta Mulia mewakili umat Kristen, Jro Mangku Nyoman Pirantika mewakili umat Hindu, KRT. Romo Asun Gautama, S.Dt.B, MH. mewakili umat Buddha, serta Js. Nurjadi mewakili umat Konghucu.

Momentum doa lintas agama tersebut mendapat apresiasi dari para undangan karena mencerminkan nilai toleransi, kebersamaan, dan harmoni yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Jakarta Barat.

Pembacaan SK hingga Penyerahan Pataka Tandai Resmi Dilantiknya Kepengurusan PWI Pokja Jakarta Barat

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Pengurus Harian PWI Provinsi DKI Jakarta Nomor 002/SKEP-KKJB/PWIJ/VII/2026 tentang Penunjukan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Persatuan Wartawan Indonesia di Lingkungan Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Barat.

Melalui surat keputusan tersebut, Bambang Gatot Subroto ditetapkan sebagai Ketua Kelompok Kerja (Pokja) PWI di Lingkungan Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Barat untuk melanjutkan sisa masa bakti kepengurusan 2024–2029. Penunjukan tersebut didasarkan pada hasil rapat Pengurus Harian PWI Jaya setelah yang bersangkutan dinilai berhasil menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Pokja dengan baik, mampu mengakomodasi anggota PWI yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, serta membangun komunikasi dan sinergi dengan para pemangku kepentingan.

Dalam surat keputusan itu juga ditegaskan bahwa Ketua Pokja memiliki tugas membentuk kepengurusan sesuai kebutuhan organisasi, menjalankan program kerja dan kebijakan PWI, mengoordinasikan seluruh kegiatan organisasi, serta memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Masa jabatan mengikuti periode kepengurusan PWI Provinsi DKI Jakarta 2024–2029 dan akan dievaluasi secara berkala oleh Pengurus Harian PWI Jaya.

Usai pembacaan Surat Keputusan oleh Sekretaris PWI Jaya Arman Suparman, prosesi dilanjutkan dengan pelantikan Ketua Pokja PWI di Lingkungan Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Barat. Ketua PWI Provinsi DKI Jakarta, Kesit Budi Handoyo, secara langsung melantik Bambang Gatot Subroto sebagai Ketua Pokja PWI Jakarta Barat. Dalam prosesi tersebut, Bambang didampingi oleh Sekretaris dan Bendahara Pokja sebagai simbol terbentuknya kepengurusan yang akan menjalankan roda organisasi.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan disaksikan oleh jajaran Pengurus Harian PWI Jaya, Wakil Wali Kota Jakarta Barat, unsur Forkopimko, tokoh masyarakat, tokoh lintas agama, serta para undangan yang hadir. Pelantikan tersebut menjadi penanda dimulainya kepemimpinan baru Pokja PWI Jakarta Barat untuk melanjutkan masa bakti kepengurusan PWI Provinsi DKI Jakarta periode 2024–2029 sesuai Surat Keputusan Pengurus Harian PWI Jaya.

Setelah prosesi pelantikan, acara dilanjutkan dengan penyerahan Pataka Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) oleh Ketua PWI Provinsi DKI Jakarta, Kesit Budi Handoyo, kepada Ketua Pokja PWI di Lingkungan Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Bambang Gatot Subroto.

Bambang Gatot Subroto: PWI Pokja Jakarta Barat Harus Menjadi Rumah Bersama Wartawan yang Profesional dan Berintegritas

Mengawali kepemimpinannya, Ketua PWI Pokja Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Bambang Gatot Subroto menyampaikan apresiasi kepada PWI Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, serta seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya dan jajaran pengurus untuk memimpin organisasi.

Menurut Bambang, amanah yang diterima bukan sekadar sebuah kehormatan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, dan semangat kebersamaan di tengah tantangan dunia jurnalistik yang terus berkembang.

“Kepercayaan ini bukanlah sebuah kehormatan semata, tetapi juga tanggung jawab besar yang harus kami jalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, dan semangat kebersamaan,” ujarnya.

Ia menegaskan, kepengurusan yang baru berkomitmen menjadikan PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat sebagai rumah bersama bagi seluruh wartawan yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat. Organisasi tersebut, kata dia, harus menjadi wadah yang menjunjung tinggi profesionalisme, menjaga Kode Etik Jurnalistik, mempererat solidaritas antaranggota, serta mampu menjalankan fungsi pers secara independen dan konstruktif.

Bambang juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan antara pemerintah dan media. Menurutnya, sinergi yang baik tidak boleh menghilangkan fungsi kontrol sosial yang dimiliki pers.

“Hubungan baik antara pemerintah dan media bukan berarti menghilangkan fungsi kontrol pers. Justru melalui komunikasi yang terbuka, saling menghormati, dan dilandasi profesionalisme, kita dapat bersama-sama menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bambang mengajak seluruh pengurus untuk membangun organisasi dengan semangat pengabdian dan pelayanan.

“Saya mengajak seluruh pengurus untuk bekerja dengan semangat melayani organisasi, bukan dilayani oleh organisasi. Mari kita saling menguatkan, menjaga kekompakan, serta menghadirkan berbagai program yang mampu meningkatkan kompetensi wartawan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun pembangunan Jakarta Barat,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Bambang memohon dukungan dari seluruh pemangku kepentingan agar kepengurusan PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat masa bakti 2026–2029 dapat menjalankan amanah dengan baik

Dr. Bryan Ghautama, S.E., S.H., M.H. Ajak Perkuat Sinergi Pers dan Pemerintah dalam Semangat Demokrasi

Mewakili tokoh pemuda Jakarta Barat, Dr. Bryan Ghautama, S.E., S.H., M.H. menyampaikan ucapan selamat kepada Bambang Gatot Subroto atas pelantikannya sebagai Ketua Pokja PWI di Lingkungan Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Barat. Ia berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, dan dedikasi dalam memperkuat peran insan pers sebagai pilar demokrasi.

Dalam sambutannya, Bryan menyinggung dinamika yang belakangan berkembang terkait hubungan antara pemerintah dan insan pers, termasuk perbincangan publik mengenai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang memunculkan beragam tafsir di kalangan masyarakat dan jurnalis.

Menurut Bryan, kritik terhadap media maupun pemerintah merupakan hal yang lumrah dalam negara demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar tidak terjadi generalisasi terhadap profesi wartawan hanya karena ulah segelintir oknum.

“Jurnalis bukanlah pihak yang layak diberi stigma. Jurnalis adalah pencari fakta, penyampai informasi, dan penjaga kepentingan publik. Mereka bekerja berdasarkan Kode Etik Jurnalistik, melakukan verifikasi, menjaga keberimbangan, serta mempertanggungjawabkan setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Bryan mengakui masih terdapat oknum yang melanggar etika profesi. Namun, menurutnya, kesalahan segelintir individu tidak dapat dijadikan dasar untuk menilai seluruh insan pers di Indonesia.

Ia menegaskan, sejarah telah membuktikan bahwa pers selalu hadir dalam setiap fase perjalanan bangsa, mulai dari perjuangan kemerdekaan, mengawal jalannya pemerintahan, hingga menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Karena itu, ia menilai hubungan antara pemerintah dan pers harus dibangun di atas fondasi saling menghormati dan saling membutuhkan. Pemerintah memerlukan media untuk menyampaikan kebijakan kepada masyarakat, sementara pers membutuhkan keterbukaan informasi dari pemerintah agar pemberitaan yang disampaikan akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kritik bukanlah permusuhan. Sebaliknya, kritik yang disampaikan secara bertanggung jawab merupakan bagian dari demokrasi yang sehat. Begitu pula pemberitaan yang objektif bukanlah bentuk kebencian terhadap pemerintah,” katanya.

Bryan berharap pelantikan kepengurusan baru PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat menjadi momentum untuk memperkuat dialog, meningkatkan profesionalisme insan pers, menjaga independensi dan integritas organisasi, serta mempererat sinergi antara media, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat.

“Tujuan kita sama, yaitu membangun Indonesia yang lebih maju, adil, demokratis, dan bermartabat,” tutupnya.

Ketua PWI Jaya: Kepengurusan Baru Harus Perkuat Soliditas dan Profesionalisme Insan Pers

Dalam sambutannya, Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo, menyebut pelantikan Ketua Pokja PWI di Lingkungan Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Barat sebagai momentum penting dalam memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kualitas kerja jurnalistik di wilayah Jakarta Barat.

Kesit mengatakan, penunjukan Bambang Gatot Subroto sebagai Ketua Pokja merupakan hasil keputusan Pengurus Harian PWI Provinsi DKI Jakarta setelah mempertimbangkan kebutuhan organisasi di tengah dinamika yang terjadi selama beberapa waktu terakhir.

“Hari ini menjadi hari yang bersejarah bagi PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat. Organisasi ini kini memiliki kepemimpinan baru yang diharapkan mampu menghidupkan kembali roda organisasi dan meningkatkan soliditas anggota,” ujarnya.

Menurut Kesit, pergantian kepemimpinan merupakan hal yang wajar dalam organisasi sebagai bagian dari upaya penyegaran dan penguatan kelembagaan. Ia berharap kepengurusan baru dapat membawa semangat baru bagi seluruh anggota PWI yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat.

Kesit juga menyoroti tantangan dunia pers yang semakin kompleks di era digital. Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media sosial, kata dia, telah mengubah pola konsumsi informasi masyarakat sehingga media arus utama dituntut semakin profesional dalam menjalankan fungsi jurnalistiknya.

“Hadirnya media sosial memang menjadi tantangan tersendiri. Namun, jangan sampai membuat insan pers kehilangan kepercayaan diri. Pers tetap memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi dan pengawas sosial,” katanya.

Ia menegaskan, perbedaan mendasar antara jurnalis profesional dan pengguna media sosial terletak pada proses kerja jurnalistik yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, verifikasi, konfirmasi, serta keberimbangan informasi.

“Netizen bisa menyampaikan apa saja tanpa proses verifikasi. Sementara pers bekerja berdasarkan kode etik, melakukan verifikasi, konfirmasi, dan mempertanggungjawabkan setiap informasi yang dipublikasikan. Itulah yang menjadi pembeda sekaligus kekuatan pers profesional,” tegasnya.

Kesit mengajak seluruh anggota PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat untuk meningkatkan kualitas pemberitaan, menjaga integritas profesi, serta tidak kalah aktif dibandingkan kelompok kerja PWI di wilayah lain di DKI Jakarta.

Ia juga berpesan agar wartawan terus membangun sinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan tanpa kehilangan independensi sebagai kontrol sosial.

“Bersinergilah dengan semua pihak, tetapi tetap profesional dan kritis. Katakan yang benar itu benar, yang salah itu salah. Jika memang layak diapresiasi, berikan apresiasi berdasarkan fakta. Jika perlu dikritik, sampaikan kritik berdasarkan fakta dan bersifat konstruktif,” pesannya.

Di akhir sambutan, Kesit menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat atas dukungan yang diberikan kepada PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat. Ia berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat untuk mendukung penyebarluasan informasi yang akurat, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Yuli Hartono Apresiasi Kepengurusan Baru PWI Pokja Jakarta Barat

Mewakili Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, Wakil Wali Kota Yuli Hartono menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab serta terus berkontribusi dalam menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas.

Dalam sambutannya, Yuli menegaskan bahwa jabatan yang diemban para pengurus bukan sekadar posisi struktural dalam organisasi profesi, melainkan amanah yang menuntut integritas, profesionalisme, dan komitmen tinggi dalam menjaga marwah pers. Yuli berharap insan pers dapat terus membangun sinergi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat

“Amanah yang diemban merupakan tanggung jawab untuk menjaga integritas dan profesionalisme sesuai kode etik jurnalistik. Kami berharap wartawan bisa terus bersinergi dengan Pemkot Jakarta Barat,” ujar Yuli Hartono.

Berbagi Kasih, PWI Pokja Jakarta Barat Santuni Anak Yatim di Momen Pelantikan

dilanjutkan panitia menggelar prosesi penyerahan cendera mata (plakat) sebagai bentuk apresiasi kepada para tamu kehormatan dan pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya Pelantikan Pengurus dan Peresmian Sekretariat PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu yang secara simbolis diberikan kepada 10 anak. Aksi sosial tersebut menjadi wujud kepedulian PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat terhadap masyarakat sekaligus menegaskan komitmen organisasi untuk tidak hanya berperan dalam dunia jurnalistik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.

Usai penyerahan santunan, seluruh tamu undangan, jajaran pengurus PWI Jaya, pengurus PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat, unsur Forkopimko, tokoh masyarakat, tokoh lintas agama, organisasi pers, serta para mitra berfoto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem pers yang profesional dan berintegritas di Jakarta Barat.

Acara kemudian dengan makan bersama, ramah tamah, serta hiburan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Momentum tersebut dimanfaatkan para tamu undangan untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kolaborasi, serta membangun komunikasi yang lebih erat antara insan pers, pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh pemangku kepentingan di Jakarta Barat.

Peresmian Sekretariat Diwarnai Gunting Pita, Potong Tumpeng, dan Kejutan Ulang Tahun untuk Ketua PWI Jaya

Setelah rangkaian pelantikan selesai, acara dilanjutkan dengan peresmian Sekretariat PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat yang berlokasi di Gedung C Lantai Dasar, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Barat. Prosesi diawali dengan pengguntingan pita yang dilakukan oleh Ketua PWI Provinsi DKI Jakarta, Kesit Budi Handoyo, didampingi jajaran Pengurus Harian PWI Jaya serta disaksikan para tamu undangan sebagai simbol resmi beroperasinya sekretariat baru PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat.

Usai peresmian, suasana kebersamaan semakin terasa melalui prosesi pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Ketua PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat, Bambang Gatot Subroto. Pemotongan tumpeng menjadi ungkapan rasa syukur atas terbentuknya kepengurusan baru sekaligus harapan agar sekretariat tersebut menjadi pusat aktivitas organisasi yang mampu memperkuat solidaritas, profesionalisme, dan pelayanan bagi seluruh anggota.

Momen hangat kemudian tercipta ketika jajaran pengurus PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat memberikan kejutan ulang tahun kepada Ketua PWI Provinsi DKI Jakarta, Kesit Budi Handoyo, yang baru dua hari sebelumnya merayakan hari kelahirannya. Di tengah suasana penuh keakraban, para pengurus membawa kue ulang tahun dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun, yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh tamu undangan.

Kejutan sederhana tersebut menjadi simbol kedekatan emosional antara PWI Jaya dan PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat, sekaligus bentuk penghormatan atas kepemimpinan Kesit Budi Handoyo dalam membina organisasi kewartawanan di DKI Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Bambang Gatot Subroto mewakili seluruh pengurus dan anggota PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat menyampaikan doa serta harapan terbaik kepada Kesit Budi Handoyo.

“Kami keluarga besar PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat mengucapkan selamat ulang tahun kepada Bapak Kesit Budi Handoyo. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, kekuatan, dan keberkahan dalam memimpin PWI Provinsi DKI Jakarta. Kami berharap di bawah kepemimpinan beliau, PWI semakin solid, semakin maju, dan terus menjadi rumah besar bagi insan pers yang profesional, berintegritas, serta menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik,” ujar Bambang.

Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan tersebut menutup rangkaian peresmian sekretariat, sekaligus menjadi penegas bahwa sinergi dan kebersamaan merupakan modal penting dalam membangun organisasi pers yang kuat, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *