JAKARTA — Pertandingan tinju profesional bertajuk FTPI Ultimate Clash yang memperebutkan Sabuk Emas Kapolri dan Piala The Best Boxer dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia berlangsung sengit di Auditorium Bung Karno, LPP TVRI, Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Ajang yang dipersembahkan oleh Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) bersama TVRI Pusat tersebut menyajikan pertarungan menarik sejak partai pembuka. Duel kelas menengah 72,5 kilogram mempertemukan petinju sudut biru Carlos Obisuru, peringkat kedua nasional, melawan petinju sudut merah Rudy Key, peringkat pertama nasional.
Setelah melewati empat ronde penuh jual beli pukulan, Carlos Obisuru akhirnya dinyatakan sebagai pemenang melalui unanimous decision.
Pertandingan berlangsung ketat sejak ronde pertama. Kedua petinju tampil agresif dengan karakter bertanding yang berbeda. Carlos Obisuru yang mengandalkan gaya orthodox boxer berusaha menjaga ritme pertarungan sekaligus melancarkan kombinasi pukulan secara terukur.
Sementara Rudy Key tampil dengan karakter fighter slugger, terus menekan dan memberikan perlawanan keras. Jual beli pukulan terjadi sepanjang pertandingan, membuat pertarungan partai pembuka tersebut berlangsung menarik dan kompetitif.
Carlos Obisuru, petinju kelahiran Lampung, 29 Desember 1995, memiliki tinggi badan 175 sentimeter, berat 75 kilogram, serta jangkauan 175 sentimeter. Petinju yang berada di peringkat kedua nasional tersebut tercatat memiliki 17 kali pertandingan, dengan tujuh kemenangan, enam kemenangan melalui TKO, tiga kekalahan angka, satu kekalahan KO, dan satu hasil imbang.
Sedangkan Rudy Key merupakan petinju kelahiran Tual, Maluku, 20 Januari 1986. Petinju berusia 40 tahun itu memiliki tinggi 175 sentimeter, berat 75 kilogram, dan jangkauan 181 sentimeter.
Rudy Key yang menempati peringkat pertama nasional memiliki catatan 22 pertandingan, dengan 14 kemenangan angka, empat kemenangan KO, dua kekalahan angka, satu kekalahan KO, dan satu hasil imbang.
Memasuki ronde demi ronde, kedua petinju memperlihatkan performa impresif. Serangan demi serangan dilancarkan dengan strategi masing-masing. Meski sejumlah pukulan keras berhasil dilepaskan, keduanya mampu bertahan hingga bel akhir ronde keempat berbunyi.
Tidak ada petinju yang mampu menjatuhkan lawannya. Pertandingan pun harus ditentukan melalui penilaian para hakim.

Official decision kemudian diumumkan. Hakim A memberikan skor 37-40, sedangkan Hakim B memberikan skor 36-40 dan Hakim C juga memberikan skor 36-40.
Berdasarkan hasil penilaian ketiga hakim tersebut, pertandingan dinyatakan dimenangkan Carlos Obisuru dari sudut biru melalui unanimous decision.
Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Carlos Obisuru dalam kiprahnya di kelas menengah nasional, sekaligus mempertegas persaingannya di jajaran petinju papan atas Indonesia.
Sementara bagi Rudy Key, pertarungan tersebut menunjukkan kualitas dan daya juangnya sebagai petinju peringkat pertama nasional. Duel keduanya menjadi salah satu pembuka yang memberikan warna pada gelaran FTPI Ultimate Clash di Auditorium Bung Karno LPP TVRI.
Ajang FTPI Ultimate Clash sendiri menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, dengan semangat mendorong prestasi olahraga tinju profesional Indonesia menuju prestasi yang lebih tinggi.
Carlos Ingin Hadapi Lawan Lebih Kuat
Usai pertandingan, Carlos mengaku senang dapat meraih kemenangan atas Rudy Key. Ia berharap kemenangan tersebut menjadi langkah untuk menghadapi tantangan yang lebih besar pada pertarungan berikutnya.
“Lumayan senang ya. Udah bisa mengalahkan Rudy Key,” ujar Carlos seusai pertandingan.
Carlos juga berharap ke depan dapat menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat sehingga dirinya bisa mendapatkan pertarungan yang lebih kompetitif.
“Mudah-mudahan ke depan lebih baik lagi. Jadi lawannya lebih kuat lagi biar kita bisa fight,” katanya.
Kemenangan tersebut juga dimanfaatkan Carlos untuk memberikan motivasi kepada para petinju muda agar terus mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi.
“Mudah-mudahan mereka juga mendapatkan kemenangan yang sama seperti saya malam ini. Untuk petinju-petinju muda, biar lebih sukses lagi ke depan,” tutur Carlos.(rafian)
