Dialog Lintas Agama FKUB Jakarta Barat, PKMN Siap Perkuat Sinergi Lintas Agama

Berita23,585 views

JAKARTA BARAT — Penguat Keragaman Masyarakat Nusantara (PKMN) menghadiri dialog lintas agama yang diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Barat, Kamis (24/9/2026), di Hotel NEO Puri Indah, Jalan Kembangan Raya No. 6, Kembangan, Jakarta Barat.

Dialog mengangkat tema “Merawat Kerukunan, Menguatkan Persaudaraan dan Membangun Kolaborasi dalam Keberagaman”. Kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat komunikasi, membangun kepercayaan, serta mendorong kolaborasi dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Jakarta.

Sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Asril Wijaya, S.H., M.Si., Kepala Subkelompok Kerukunan Umat Beragama Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta yang mewakili Kepala Badan Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta; Dr. KH. Yusuf Aman, M.A., Ketua FKUB Provinsi DKI Jakarta; perwakilan Pemerintah Kota Jakarta Barat; serta H. Saumun Hasan, S.Sos., Ketua FKUB Jakarta Barat, dan Tokoh Agama Jakarta Barat

Dialog Lintas Agama Dinilai Penting untuk Mencegah Konflik

Dalam sambutannya, Ketua FKUB Jakarta Barat H. Saumun Hasan menekankan pentingnya dialog lintas agama sebagai salah satu fondasi dalam merawat kehidupan masyarakat yang majemuk.

Menurutnya, keberagaman agama, suku, budaya, serta latar belakang sosial merupakan realitas yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Jakarta. Karena itu, diperlukan ruang komunikasi yang memungkinkan setiap kelompok saling mengenal, memahami, dan membangun kepercayaan.

“Dialog membuka ruang untuk saling mengenal, memahami dan membangun kepercayaan. Komunikasi rutin membantu mengidentifikasi potensi persoalan sebelum berkembang menjadi konflik,” ujar Saumun dalam pesannya.

Ia menambahkan, dialog juga dapat memperkuat kemampuan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai perbedaan secara damai.

Kerukunan Bukan Berarti Menghilangkan Perbedaan

Saumun menjelaskan bahwa kerukunan tidak berarti menghapus perbedaan keyakinan maupun identitas keagamaan. Kerukunan justru dibangun melalui kemampuan masyarakat dalam mengelola perbedaan secara damai dan bermartabat.

“Setiap umat tetap memiliki keyakinan dan identitas keagamaannya. Menghormati keyakinan orang lain tidak berarti menyamakan keyakinan,” katanya.

Menurut dia, penghormatan, komunikasi, kepercayaan, dan tanggung jawab bersama merupakan unsur penting dalam membangun kerukunan di tengah masyarakat yang beragam.

Ketua FKUB Jakart Barat Ingatkan Tantangan Kerukunan di Era Digital

Dalam kesempatan tersebut, Ketua FKUB Jakarta Barat juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi membawa tantangan baru bagi kerukunan antarumat beragama.

Penyebaran hoaks dan informasi yang tidak terverifikasi, ujaran kebencian, serta konten provokatif dinilai dapat memunculkan prasangka dan memperlebar jarak antarkelompok masyarakat.

Selain itu, potongan informasi yang disebarkan tanpa konteks berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

Karena itu, Saumun mengajak seluruh peserta untuk membangun budaya digital yang sehat melalui verifikasi informasi, peningkatan literasi digital, serta tanggung jawab dalam menggunakan dan membagikan informasi di ruang publik.

Menutup pesannya, Ketua FKUB Jakarta Barat H. Saumun Hasan menyampaikan sebuah pesan yang merangkum semangat kegiatan tersebut:

“Berbeda dalam keyakinan, bersatu dalam kemanusiaan, bersama membangun kerukunan.”

PKMN Siap Perkuat Sinergi Lintas Agama

Sejalan dengan pesan yang disampaikan FKUB Jakarta Barat, Ketua PKMN Yohanes Rudy menegaskan komitmen komunitasnya untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam memperkuat kerukunan dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

PKMN mendorong penguatan komunikasi antarumat beragama serta membuka ruang konsultasi dan dialog ketika muncul persoalan sosial maupun keagamaan di tengah masyarakat.

Selain itu, PKMN berkomitmen membangun jejaring bersama pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan generasi muda.

Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat edukasi mengenai pentingnya hidup berdampingan melalui musyawarah dan dialog, sekaligus mendorong masyarakat menyelesaikan perbedaan secara damai.

Bagi PKMN, keberagaman merupakan realitas sosial yang perlu dikelola melalui komunikasi dan kerja sama. Karena itu, ruang-ruang dialog lintas agama dinilai penting untuk mempertemukan berbagai perspektif sekaligus membangun kepercayaan di antara kelompok masyarakat.

Keterlibatan PKMN dalam dialog tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring lintas agama dan lintas komunitas, sehingga persoalan sosial maupun keagamaan dapat dibicarakan melalui pendekatan komunikasi, musyawarah, dan kolaborasi.

Kegiatan dialog lintas agama ini diharapkan tidak berhenti sebagai forum pertemuan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama konkret di tengah masyarakat.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *