MediaPers.com : JAKARTA PUSAT – Sekitar 800 peserta yang tergabung dalam Majelis Ormas Islam (MOI) bersama sejumlah organisasi dan komunitas menggelar aksi damai solidaritas untuk Palestina di Silang Selatan Monumen Nasional (Monas), Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (18/10/2026).
Aksi yang dimulai sekitar pukul 06.54 WIB tersebut mengusung seruan “Aksi Bela Palestina, Lawan Zionis Sekarang, Teruslah Bela Gaza dan Palestina.”
Kegiatan ini menjadi wadah penyampaian solidaritas terhadap rakyat Palestina sekaligus seruan untuk menghentikan kekerasan dan mendukung kemerdekaan Palestina.
Sejumlah organisasi dan komunitas turut bergabung dalam aksi tersebut, di antaranya API Palestina, Federasi Speed Indonesia, Forum Komunikasi Mahasiswa Bela Palestina (FKM-BP), Koalisi Perempuan Muda Indonesia Palestina (KPMIP), Komunitas Assalamualaikum Palestina (Aspal Palestina), Komunitas Baik Berisik, Saladin Mission, serta Yakesma Donasi. Peserta Bawa Bendera dan Poster Solidaritas
Dalam kegiatan tersebut, peserta menggunakan panggung utama, poster, bendera Palestina, bendera Merah Putih, serta spanduk bertuliskan “Konser Solidaritas Lawan Zionis Sekarang, Teruslah Bela Gaza dan Palestina.” Sejumlah poster yang dibawa peserta memuat pesan penolakan terhadap Zionisme, dukungan terhadap kehidupan dan kemerdekaan rakyat Palestina, serta seruan penghentian genosida. Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan peserta di sekitar panggung sejak pukul 06.00 WIB.
Pada tahap awal, jumlah peserta tercatat sekitar 70 orang, kemudian bertambah menjadi sekitar 150 orang pada pukul 06.30 WIB, saat pembawa acara mulai membuka kegiatan.
Acara dilanjutkan dengan penampilan Maqdisy Talent pada pukul 06.38 WIB. Saat aksi resmi dimulai, peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, disusul pembacaan tilawah Al-Qur’an pada pukul 06.58 WIB.
Suasana solidaritas semakin terasa melalui penampilan musik dari Musika dan Friend, Shine One, Sound of GK, serta Yow Musik. Selain itu, terdapat penampilan puisi serta kolaborasi lagu dan puisi oleh Vikri Rahmat.
Jumlah peserta terus bertambah hingga mencapai sekitar 800 orang pada pukul 08.00 WIB. Perwakilan Global Sumud Flotilla Sampaikan Solidaritas
Pada pukul 08.37 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian pernyataan simbolis oleh sejumlah tokoh, aktivis, dan perwakilan yang disebut sebagai syuhada.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Global Sumud Flotilla menyampaikan apresiasi atas solidaritas masyarakat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Perwakilan tersebut menyatakan bahwa kehadiran para peserta menjadi gambaran kepedulian masyarakat terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
Ia juga menjelaskan bahwa Global Sumud Flotilla merupakan gerakan internasional yang menjalankan misi untuk menembus blokade, dengan melibatkan jaringan dari sekitar 40 negara.
Menurutnya, misi yang telah dijalankan pada 2025 dan 2026 menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung rakyat Palestina.
Tokoh Aksi Soroti Rencana Kedatangan Andrea Bocelli
Dalam orasinya, salah seorang perwakilan tokoh aksi turut menyoroti rencana kedatangan penyanyi Andrea Bocelli ke Indonesia yang disebut berkaitan dengan agenda penggalangan dana untuk mendukung militer Israel.
Pembicara tersebut menyebut rencana kegiatan pada 31 Oktober di kawasan Borobudur, Jawa Tengah, dan 3 November di JIExpo, Jakarta.
Ia menyampaikan penolakan terhadap rencana tersebut serta mengajak pihak terkait untuk tidak memberikan ruang bagi kegiatan yang dinilai bertentangan dengan solidaritas terhadap Palestina.
Pembicara itu juga menyampaikan apresiasi kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) atas sikap yang disebutnya menolak dan memprotes rencana kedatangan tersebut.
Selain itu, ia menyerukan kepada pemerintah dan aparat kepolisian agar memperhatikan aspirasi kelompok masyarakat yang menolak kegiatan tersebut.
Dalam orasinya, pembicara menyatakan bahwa sejumlah kelompok siap melakukan aksi penolakan apabila kegiatan itu tetap berlangsung. Pernyataan tersebut merupakan sikap yang disampaikan oleh orator dalam kegiatan, bukan keputusan resmi pemerintah maupun aparat penegak hukum.
Red **
