GEMABUDHI Apresiasi Inovasi STABN Raden Wijaya Ubah Sampah Plastik Jadi Energi Alternatif

Berita64 views

JAKARTA – Generasi Muda Buddhis Indonesia (GEMABUDHI) memberikan apresiasi atas inovasi yang dikembangkan STAB Negeri Raden Wijaya Wonogiri dalam mengolah sampah plastik menjadi energi alternatif melalui teknologi pirolisis. Terobosan tersebut dinilai sebagai bukti nyata bahwa perguruan tinggi mampu menghadirkan solusi inovatif terhadap persoalan lingkungan sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh GEMABUDHI, Anes Dwi Prasetya, menyusul keberhasilan STAB Negeri Raden Wijaya mengembangkan Eco-Theology Living Laboratory Dharma Ekologi, sebuah laboratorium pembelajaran yang memadukan pendidikan, penelitian, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik.

Menurut Anes, inovasi tersebut menunjukkan bahwa dunia pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menghadirkan solusi nyata atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada STAB Negeri Raden Wijaya atas inovasi pengolahan sampah plastik menjadi energi alternatif melalui teknologi pirolisis. Inovasi ini merupakan contoh nyata bagaimana kepedulian terhadap lingkungan dapat dipadukan dengan riset, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat sehingga menghasilkan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Anes, Sabtu (27/6/2026).

Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi inspirasi bahwa limbah plastik yang selama ini dianggap sebagai permasalahan lingkungan dapat diubah menjadi sumber energi bernilai ekonomi apabila dikelola dengan pendekatan teknologi yang tepat.

Selaras dengan Nilai-Nilai Buddhis

Anes mengatakan, inovasi yang dikembangkan STAB Negeri Raden Wijaya sejalan dengan nilai-nilai Buddhis yang mengedepankan kebijaksanaan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap seluruh makhluk hidup dan kelestarian alam.

Menurutnya, upaya menjaga lingkungan merupakan implementasi nyata dari ajaran Buddha mengenai hidup selaras dengan alam serta memanfaatkan sumber daya secara bijaksana demi kesejahteraan bersama.

“Semangat tersebut selaras dengan nilai-nilai Buddhis yang menekankan kebijaksanaan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap seluruh makhluk hidup dan kelestarian alam,” katanya.

Sejalan dengan Gerakan GEMABUDHI

Lebih lanjut, Anes menegaskan bahwa inovasi tersebut juga sejalan dengan berbagai program yang selama ini dijalankan GEMABUDHI dalam mendorong pelestarian lingkungan, menjaga kelestarian alam, serta mendukung pengembangan energi hijau (green energy) di Indonesia.

Ia berharap semakin banyak perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, komunitas, maupun pemerintah daerah yang mengembangkan inovasi serupa guna memperkuat budaya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

“Ini juga sesuai dengan semangat yang selama ini dilakukan Generasi Muda Buddhis Indonesia dalam melestarikan lingkungan, menjaga alam, serta mendorong pengembangan green energy sebagai bagian dari upaya menjaga bumi tetap lestari,” ungkapnya.

Menurut Anes, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun ekonomi sirkular yang mampu mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai tambah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Diharapkan Menjadi Inspirasi Nasional

Sebelumnya, STAB Negeri Raden Wijaya Wonogiri berhasil mengembangkan teknologi pirolisis yang mampu mengolah sampah plastik menjadi berbagai jenis bahan bakar seperti solar, bensin, minyak tanah, hingga gas. Inovasi tersebut berawal dari upaya kampus mengatasi persoalan tumpukan sampah plastik di lingkungan asrama mahasiswa, yang kemudian dikembangkan menjadi program pembelajaran berbasis riset melalui Eco-Theology Living Laboratory Dharma Ekologi.

Program tersebut juga mengintegrasikan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak tingkat rumah tangga.

Anes berharap inovasi tersebut menjadi pemantik lahirnya berbagai gerakan serupa di berbagai daerah di Indonesia.

“Semoga inovasi ini menjadi pemantik lahirnya berbagai gerakan serupa di seluruh Indonesia, sehingga pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai peluang untuk menciptakan energi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang,” tutupnya.(rfn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *