Bali – Kongres XI Gerakan Pemuda Marhaenisme (GPM) yang berlangsung pada 5–6 Juni 2026 di Ballroom Istana Agung, Jembrana, Bali, menetapkan Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna sebagai Ketua Umum GPM periode 2026–2031.
Keputusan tersebut disahkan dalam sidang pleno kongres yang digelar pada Sabtu (6/6/2026). Pengesahan dilakukan oleh pimpinan sidang setelah seluruh peserta menyepakati hasil musyawarah yang berlangsung selama forum berlangsung.
“Dengan demikian, Arya Wedakarna sah menjabat Ketua Umum GPM periode 2026–2031,” ujar pimpinan sidang saat mengetuk palu pengesahan.

Penetapan Arya Wedakarna mendapat dukungan luas dari peserta kongres dan dinilai sebagai bentuk konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran GPM di masa mendatang.
Peserta kongres menegaskan bahwa seluruh agenda, mulai dari sidang pleno, pembahasan laporan pertanggungjawaban, hingga pemilihan Ketua Umum, telah dilaksanakan secara terbuka, demokratis, dan sesuai dengan tata tertib organisasi yang telah disepakati bersama.
Mereka juga menekankan bahwa kongres merupakan forum tertinggi organisasi, sehingga seluruh keputusan yang dihasilkan merupakan keputusan kolektif yang ditempuh melalui mekanisme musyawarah mufakat.
Sebelumnya, terdapat dua kandidat yang maju dalam bursa pemilihan Ketua Umum, yakni Arya Wedakarna dan Putra Naibaho. Namun, melalui mekanisme musyawarah mufakat yang difasilitasi pimpinan sidang bersama peserta kongres, kedua kandidat akhirnya mencapai kesepakatan bersama.
Dalam hasil musyawarah tersebut, Arya Wedakarna ditetapkan sebagai Ketua Umum GPM periode 2026–2031, sementara Putra Naibaho dipercaya menjabat Sekretaris Jenderal.
Sebelum keputusan final diambil, sempat terjadi perbedaan pandangan di antara peserta kongres. Namun, dinamika tersebut berhasil diselesaikan melalui dialog dan musyawarah.
“Silang pendapat itu lumrah dalam sebuah kongres. Itulah dinamika organisasi dan demokrasi,” ujar Robert Siagian, utusan Kongres GPM sekaligus Sekretaris GPM Provinsi DKI Jakarta.

Menurut Robert, terpilihnya Arya Wedakarna menjadi momentum penting bagi GPM untuk memperkuat kaderisasi, memperluas jaringan organisasi, memperkokoh ideologi marhaenisme, serta meningkatkan kontribusi pemuda dalam pembangunan bangsa.
“Sosok Arya Wedakarna dinilai memiliki pengalaman dan kapasitas kepemimpinan yang kuat. Sementara Sekretaris Jenderal terpilih, Putra Naibaho, dikenal sebagai kader muda yang energik dan memiliki wawasan organisasi yang baik,” katanya.
Dalam pidato perdananya sebagai Ketua Umum terpilih, Arya Wedakarna mengajak seluruh kader untuk mengakhiri perbedaan pandangan yang muncul selama proses kongres dan kembali bersatu membangun organisasi.
“Perbedaan pendapat adalah hal yang biasa dalam demokrasi. Setelah kongres selesai, saatnya seluruh kader bergandengan tangan untuk memperkuat GPM sebagai rumah besar perjuangan kaum marhaenis,” ujar Arya Wedakarna.
Susunan Kepengurusan GPM Hasil Kongres XI Periode 2026–2031
- Ketua Umum: Arya Wedakarna
- Sekretaris Jenderal: Putra Naibaho
- Ketua Dewan Pertimbangan: Ristiyanto
- Ketua Dewan Pembina: Heri Satmoko
- Ketua Dewan Penasihat: Toto Suryawan Sukarno
(rbt/rfn)
