Lewat Srawung 2026, Pemuda Buddhis Banyuwangi Satukan Langkah Merawat Alam dan Kebersamaan

Berita10 views

BANYUWANGI – Pemuda Buddhis Banyuwangi menggelar kegiatan bertajuk Srawung 2026 di kawasan Wisata Gumuk Kancil, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, pada 3–5 Juli 2026. Mengusung tema “Gen Z Buddhis Banyuwangi Tandang Bareng”, kegiatan ini diikuti sekitar 60 pemuda-pemudi Buddhis dari berbagai vihara di Kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan tersebut menjadi wadah silaturahmi, pembinaan karakter, serta penguatan persaudaraan antargenerasi muda Buddhis. Selain itu, Srawung juga bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat melalui semangat kebersamaan, gotong royong, serta penerapan nilai-nilai Buddha Dhamma dalam kehidupan sehari-hari.

Pembukaan kegiatan pada Jumat (3/7) berlangsung khidmat dan penuh suasana kekeluargaan. Acara secara resmi dibuka oleh Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Provinsi Jawa Timur, Ketut Panji Budiawan. Turut hadir para romo dan pandita, pimpinan majelis keagamaan Buddha di Banyuwangi, para ketua vihara se-Banyuwangi, penyuluh agama Buddha, Kelompok Kerja Guru (KKG) Kabupaten Banyuwangi, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Pesanggaran, di antaranya Camat Pesanggaran dan jajaran Polsek Pesanggaran.

Kehadiran berbagai unsur pemerintah, tokoh agama, dan aparat keamanan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pembinaan generasi muda Buddhis agar semakin aktif berkontribusi bagi masyarakat.

Memasuki hari kedua, Sabtu (4/7), peserta mengikuti aksi sosial dan pelestarian lingkungan berupa penanaman pohon serta kegiatan bersih pantai di sekitar lokasi acara. Aksi tersebut menjadi wujud nyata komitmen Pemuda Buddhis Banyuwangi dalam menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Usai kegiatan lingkungan, peserta mengikuti berbagai permainan outbound yang dirancang untuk melatih kerja sama tim, kepemimpinan, komunikasi, keberanian, serta membangun solidaritas antarpeserta. Suasana kegiatan berlangsung dinamis, penuh semangat, dan mempererat kebersamaan di antara para peserta.

Pada malam harinya, peserta mendapatkan pembinaan spiritual melalui penyampaian Dhamma oleh Suhu Pusan. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memperkuat nilai-nilai kebijaksanaan, cinta kasih, kedisiplinan, serta tanggung jawab sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat.

Rangkaian hari kedua ditutup dengan malam keakraban yang berlangsung hangat dan meriah. Melalui kegiatan tersebut, para peserta saling mengenal lebih dekat, mempererat persaudaraan, serta membangun jejaring antarpemuda Buddhis dari berbagai vihara di Banyuwangi.

Sementara itu, pada hari terakhir, Minggu (5/7), kegiatan diawali dengan senam pagi dan sarapan bersama. Selanjutnya, acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Bodhi Eko Prasojo, dilanjutkan dengan seluruh peserta menyanyikan lagu “Padamu Negeri” sebagai simbol semangat kebangsaan dan komitmen untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara. (dwi/rfn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *