Home / Nasional

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:55 WIB

Mahasiswa Buddhis Pontianak Dukung Kapolri Tolak Polri di Bawah Kementerian, Tegaskan Pentingnya Reformasi Internal

Sudah di baca : 32 views

PONTIANAK — Mediapers.com. Dukungan mahasiswa terhadap Kapolri kembali menguat. Kalangan mahasiswa buddhis di Pontianak menyatakan sikap tegas mendukung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menolak wacana penempatan Polri di bawah kementerian. Wacana tersebut dinilai berpotensi melemahkan independensi Polri dan memunculkan matahari kembar dalam struktur kepemimpinan kepolisian.

Ketua Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI) PC Pontianak, Ronaldo, menegaskan bahwa penolakan Kapolri terhadap Polri di bawah kementerian sejalan dengan semangat Reformasi 1998 yang menempatkan Polri sebagai alat negara yang profesional dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

“Mahasiswa buddhis mendukung sikap Kapolri karena Polri harus setia kepada negara dan konstitusi, bukan pada kepentingan kekuasaan. Prinsip Satya Haprabu harus tetap menjadi landasan utama,” ujar Ronaldo, Rabu (28/1/2026).

Baca Juga   Berstatus Tenaga Honorer, Wajib Tahu, Simak!

Menurutnya, gagasan pembentukan kementerian yang membawahi Polri tidak menyentuh akar persoalan institusi kepolisian. Sebaliknya, kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan tumpang tindih kewenangan dan melemahkan penegakan hukum yang adil.

Ronaldo menilai, reformasi Polri seharusnya difokuskan pada pembenahan internal, termasuk penindakan terhadap oknum serta perbaikan sistem kerja. Ia menekankan bahwa Polri tidak membutuhkan atasan baru, melainkan komitmen kuat untuk meningkatkan profesionalisme dan integritas aparat.

“Prinsip Rastra Sewakottama sebagai pelayan utama masyarakat harus diwujudkan dalam praktik, bukan sekadar slogan,” tegasnya.

Baca Juga   HIKMAHBUDHI Pontianak Jalin Audiensi dengan Polresta untuk Perkuat Kerja Sama

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci utama dalam membangun kembali kepercayaan publik terhadap Polri. Penegakan hukum, kata dia, harus dilakukan secara tegas dan tanpa pandang bulu.

“Menambah struktur kekuasaan tidak akan menyelesaikan persoalan. Reformasi internal Polri hanya akan berhasil jika berpihak pada keadilan dan kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Ronaldo juga mengapresiasi sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang secara konsisten menolak jabatan Menteri Kepolisian. Sikap tersebut dinilai sebagai upaya menjaga marwah dan independensi Polri sebagai institusi penegak hukum di Indonesia (dwi/rfn)

Share :

Baca Juga

Nasional

Dedikasi Hingga Akhir, Anggota Ditlantas Polda Metro Jaya Gugur Usai Tugas Pengamanan Mudik

Nasional

Pendiri Persaudaraan Timur Raya (PETIR) Semmy Manafe: Idul Fitri Momentum Kembali Suci dan Menguatkan Persaudaraan

Nasional

Jelang Idulfitri 1447 H, Media MITRAPOL Gelar Aksi Sosial “Mitrapol Berbagi 2026” di Jakarta dan Tasikmalaya

Nasional

Persaudaraan Timur Raya (PETIR) Gelar Buka Puasa Bersama Warga Kalibata, Perkuat Persaudaraan Pasca Peristiwa Desember 2025

Nasional

Pusat Uni Demokrasi Indonesia (UDI) Desak Penertiban Tambang Emas Ilegal (PETI) di Sulawesi Utara, Datangi Kejaksaan Agung dan Kementerian ESDM

Nasional

Rayakan 40 Tahun, GEMABUDHI Gelar Aksi Nyata Peduli Lingkungan dan Pecahkan Rekor MURI Tuang Ecoenzyme di Sungai
Uji Kompetensi BNSP Skema Beautician dan Beauty Advisor Digelar di Jakarta, Dorong Profesionalisme Industri Kecantikan

Nasional

Uji Kompetensi BNSP Skema Beautician dan Beauty Advisor Digelar di Jakarta, Dorong Profesionalisme Industri Kecantikan
1000 Peserta Ikuti United Nation World Meditation Day 2025 di Kalideres Jakarta Barat

Nasional

1000 Peserta Ikuti United Nation World Meditation Day 2025 di Kalideres Jakarta Barat