Mendagri Tito Karnavian: Jakarta Barat Dapat Alokasi 1.000 Unit Bedah Rumah pada 2026

Berita2,765 views

JAKARTA BARAT – Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah. Pada 2026, Jakarta Barat memperoleh alokasi sebanyak 1.000 unit rumah yang akan diperbaiki melalui program tersebut.

Komitmen itu disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat menghadiri peresmian dan peninjauan program bedah rumah di kawasan Tambora, Jakarta Barat.

Dalam sambutannya, Tito mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Jakarta Barat karena pernah bertugas di Ibu Kota saat masih berdinas di Kepolisian. Ia menilai persoalan rumah tidak layak huni masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius di DKI Jakarta.

Menurut Tito, berdasarkan data yang dimiliki pemerintah, masih terdapat ratusan ribu rumah yang membutuhkan perbaikan. Jakarta Barat menjadi salah satu wilayah dengan jumlah rumah tidak layak huni yang cukup tinggi.

“Tambora merupakan salah satu kawasan yang masih memiliki banyak rumah tidak layak huni. Bahkan masih ada warga yang belum memiliki rumah. Karena itu, program bedah rumah menjadi sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Tito.

Ia menjelaskan, pada tahun-tahun sebelumnya program bantuan perbaikan rumah yang bersumber dari berbagai pihak, termasuk Baznas dan instansi terkait, masih terbatas dan hanya mampu menjangkau ratusan rumah setiap tahun. Namun pada 2026, pemerintah meningkatkan cakupan program secara signifikan dengan mengalokasikan 1.000 unit rumah bagi warga Jakarta Barat.

“Seribu rumah itu jumlah yang besar. Ini merupakan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang memiliki perhatian besar terhadap masyarakat kecil agar dapat menempati rumah yang lebih layak dan sehat,” katanya.

Selain program BSPS, Tito juga memaparkan sejumlah kebijakan pemerintah yang bertujuan mempermudah masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki hunian layak. Salah satunya melalui pembebasan berbagai biaya administrasi perumahan guna mengurangi beban masyarakat dalam mengakses kepemilikan rumah.

KUR Dinilai Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Dalam kesempatan yang sama, Tito mengapresiasi pelaksanaan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dinilai berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Berdasarkan data yang disampaikan pihak BRI, penyaluran KUR dalam kegiatan tersebut telah mencapai Rp340 miliar dengan tingkat kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) di bawah 2 persen.

“Jangan pernah meremehkan pelaku UMKM. Mereka terbukti mampu mengelola usaha dengan baik dan memenuhi kewajiban pembayaran kredit secara disiplin. Program ini memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus membuka lapangan kerja,” tegas Tito.

Sebagai contoh keberhasilan program tersebut, Tito berdialog dengan Agus Asmat, warga Kebon Jeruk yang memperoleh fasilitas KUR senilai Rp100 juta untuk mengembangkan usaha rumah kos. Dana itu digunakan untuk membangun enam kamar kos baru yang kini menjadi sumber tambahan pendapatan bagi keluarganya.

Pemerintah berharap sinergi antara Program BSPS dan KUR dapat terus diperkuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui penyediaan hunian yang layak serta dukungan permodalan bagi pelaku usaha mikro dan kecil, pemerintah optimistis kualitas hidup masyarakat dan perekonomian kerakyatan dapat tumbuh secara berkelanjutan.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *