Pati Memanas Lagi! Ribuan Massa AMPB Kepung Mapolresta Pati, Desak Pengusutan Sejumlah Kasus

Berita485 views

MediaPers.com //
PATI / JAWA TENGAH — Situasi di Kabupaten Pati kembali memanas. Ribuan massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) kembali menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran dengan mengepung Mapolresta Pati, Rabu (13/5/2026). Aksi yang dipimpin oleh Supriyono alias Botok bersama Teguh itu berlangsung siang sehabis Dhuhur mulai berdatangan dan mendapat pengawalan ketat aparat keamanan.

Massa datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Pati dengan membawa spanduk, poster tuntutan, serta melakukan orasi secara bergantian di depan gerbang Mapolresta.
Dalam aksinya, AMPB menyampaikan sejumlah tuntutan yang dinilai hingga kini belum mendapatkan kejelasan hukum.

Koordinator aksi, Supriyono alias Botok, dalam orasinya mendesak aparat penegak hukum agar segera menangkap pelaku utama kasus pembunuhan Tongtek Talun yang dinilai masih bebas berkeliaran.
“Kami meminta aparat bertindak tegas jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap penegakan hukum di Kabupaten Pati,” teriaknya di hadapan ribuan massa aksi.

Selain itu, massa juga mendesak pengusutan tuntas kasus pembunuhan di wilayah Sukolilo yang hingga kini disebut masih menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat.

Tak hanya soal kriminalitas, AMPB juga menyoroti dugaan pengalihan hak tanah milik Desa Tambahmulya yang disebut berubah status menjadi tanah milik Polri. Massa meminta transparansi dan penjelasan terbuka terkait proses pengalihan hak tersebut.

Dalam beberapa poster yang dibawa peserta aksi, juga muncul seruan kritik terhadap kinerja Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi.
Desakan Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi dicopot dari jabatannya.
Massa menilai penanganan sejumlah perkara besar di wilayah Pati belum
menunjukkan hasil yang memuaskan.

Aksi sempat membuat arus lalu lintas di sekitar Mapolresta Pati mengalami kepadatan. Aparat keamanan tampak berjaga di sejumlah titik guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlansung. Situasi terpantau tetap kondusif meski tensi massa sempat memanas.

Red / Tio