MediaPers.com __
PATI / JAWA TENGAH — Pemerintah Kabupaten Pati mulai mempercepat realisasi bantuan keuangan sarana dan prasarana pedesaan tahun 2026. Dalam sosialisasi yang digelar hari Senin, 18 Mei 2026 di gedung aula PUPR sejumlah aturan baru pembangunan infrastruktur desa menjadi sorotan, mulai dari percepatan pencairan dana hingga kewajiban penggunaan hotmix dan cor beton untuk pembangunan jalan desa.
Program bantuan infrastruktur yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah itu diarahkan untuk memperkuat konektivitas desa sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan yang dinilai lebih tahan lama dan tepat sasaran.
Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto, meminta agar proses pencairan dan pelaksanaan proyek tidak berlarut-larut. Menurutnya, percepatan diperlukan agar pembangunan selesai tepat waktu dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat desa.
“Pengerjaan harus dipercepat supaya tidak menumpuk di akhir tahun. Infrastruktur desa menyangkut kebutuhan masyarakat secara langsung,” ujarnya dalam forum sosialisasi.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah juga menegaskan bahwa pembangunan jalan desa tidak lagi diperbolehkan menggunakan metode “aspal goreng”. Seluruh proyek jalan diwajibkan memakai konstruksi hotmix atau cor beton demi menjaga kualitas dan ketahanan jalan.
Meski membahas program strategis desa, sosialisasi itu Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto, turut menyoroti rendahnya tingkat kehadiran camat. Dari 21 kecamatan di Kabupaten Pati, hanya sebagian camat yang hadir secara langsung dalam agenda tersebut.
Dalam arahannya, Risma Ardhi Chandra menekankan bahwa pembangunan infrastruktur desa menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Pati pada tahun 2026. Menurutnya, kualitas jalan desa, drainase, dan fasilitas umum harus ditingkatkan agar aktivitas ekonomi masyarakat desa berjalan lebih lancar.
“Pembangunan desa harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Infrastruktur yang baik akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperkuat konektivitas antarwilayah,” ujarnya.
Pemkab Pati berharap program bantuan keuangan desa tahun ini mampu mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur pedesaan, terutama akses jalan lingkungan, drainase, dan fasilitas penunjang ekonomi masyarakat desa.
Red / Tio

