Home / Nasional

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:55 WIB

Mahasiswa Buddhis Pontianak Dukung Kapolri Tolak Polri di Bawah Kementerian, Tegaskan Pentingnya Reformasi Internal

Sudah di baca : 81 views

PONTIANAK — Mediapers.com. Dukungan mahasiswa terhadap Kapolri kembali menguat. Kalangan mahasiswa buddhis di Pontianak menyatakan sikap tegas mendukung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menolak wacana penempatan Polri di bawah kementerian. Wacana tersebut dinilai berpotensi melemahkan independensi Polri dan memunculkan matahari kembar dalam struktur kepemimpinan kepolisian.

Ketua Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI) PC Pontianak, Ronaldo, menegaskan bahwa penolakan Kapolri terhadap Polri di bawah kementerian sejalan dengan semangat Reformasi 1998 yang menempatkan Polri sebagai alat negara yang profesional dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

“Mahasiswa buddhis mendukung sikap Kapolri karena Polri harus setia kepada negara dan konstitusi, bukan pada kepentingan kekuasaan. Prinsip Satya Haprabu harus tetap menjadi landasan utama,” ujar Ronaldo, Rabu (28/1/2026).

Baca Juga   Warga Binaan Lapas Narkotika Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta Rayakan Kathina Puja 2567 B.E / 2023

Menurutnya, gagasan pembentukan kementerian yang membawahi Polri tidak menyentuh akar persoalan institusi kepolisian. Sebaliknya, kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan tumpang tindih kewenangan dan melemahkan penegakan hukum yang adil.

Ronaldo menilai, reformasi Polri seharusnya difokuskan pada pembenahan internal, termasuk penindakan terhadap oknum serta perbaikan sistem kerja. Ia menekankan bahwa Polri tidak membutuhkan atasan baru, melainkan komitmen kuat untuk meningkatkan profesionalisme dan integritas aparat.

“Prinsip Rastra Sewakottama sebagai pelayan utama masyarakat harus diwujudkan dalam praktik, bukan sekadar slogan,” tegasnya.

Baca Juga   Koordinasi Lintas Elemen di Jakarta Barat: Bersama Menjaga Ketertiban dan Kedamaian Wilayah

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci utama dalam membangun kembali kepercayaan publik terhadap Polri. Penegakan hukum, kata dia, harus dilakukan secara tegas dan tanpa pandang bulu.

“Menambah struktur kekuasaan tidak akan menyelesaikan persoalan. Reformasi internal Polri hanya akan berhasil jika berpihak pada keadilan dan kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Ronaldo juga mengapresiasi sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang secara konsisten menolak jabatan Menteri Kepolisian. Sikap tersebut dinilai sebagai upaya menjaga marwah dan independensi Polri sebagai institusi penegak hukum di Indonesia (dwi/rfn)

Share :

Baca Juga

Nasional

Dirgahayu Kopassus: Pengabdian, Kehormatan, dan Jejak Prajurit Sejati

Nasional

Orange Handmade, UMKM Rajut Binaan Persit yang Angkat Kearifan Lokal melalui Koleksi “Earth Series”

Nasional

Pattimura Big Fight International 2026 Siap Digelar, Momentum Kebangkitan Tinju Profesional Indonesia

Nasional

Daeng Jamal Apresiasi Jembatan Kemajuan Bangsa: Dari Kesederhanaan Mengawal Keutuhan NKRI

Nasional

Ketua Umum Jembatan Kemajuan Bangsa Tegaskan Komitmen Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo – Gibran di Acara Halal Bihalal

Nasional

Polda Metro Jaya Gelar Apel KRYD Pasca Operasi Ketupat Jaya 2026, 2.470 Personel Disiagakan

Nasional

Bagian Psikologi Polda Metro Jaya Melaksanakan Pendampingan Psikosisosial Personel POSPAM OPS Ketupat Tahun 2026

Nasional

Dedikasi Hingga Akhir, Anggota Ditlantas Polda Metro Jaya Gugur Usai Tugas Pengamanan Mudik