Silaturahmi Partai Berkarya Nusantara Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Komitmen Dukung Program Pemerintahan Prabowo Gibran

Berita53,180 views

JAKARTA — Partai Berkarya Nusantara (PBN) menggelar silaturahmi Pendiri & Dewan Pengurus Pusat (DPP) bersama jajaran pengurus, pendiri, tokoh, kader, dan tamu undangan di The Tiara Ballroom, Mangkuluhur ARTOTEL Suites, Jakarta, Minggu (19/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat konsolidasi organisasi, serta menyatukan langkah seluruh jajaran PBN dalam menghadapi dinamika politik dan pembangunan nasional.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan **Mars Partai Berkarya Nusantara, serta persembahan tari kreasi Betawi *“Lenggang Nyai”*.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP Partai Berkarya Nusantara Neneng A. Tuty, S.H., menekankan pentingnya kebersamaan dan solidaritas seluruh jajaran partai.

“Silaturahmi kita hari ini bukan sekadar acara emosional biasa. Ini adalah momentum berharga untuk mempererat tali persaudaraan, menyatukan langkah, dan menyegarkan kembali semangat perjuangan kita bersama sebagai satu keluarga besar Partai Berkarya Nusantara,” ujar Neneng.

Menurutnya, kekuatan partai politik tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah pengurus, melainkan oleh kebersamaan dan solidaritas seluruh elemen organisasi.

Neneng mengajak seluruh jajaran pengurus dari tingkat pusat hingga struktur terbawah untuk menjadikan PBN sebagai rumah bersama yang mampu memberikan ruang bagi setiap kader untuk didengar, dihargai, dan berkontribusi.

“Perbedaan pandangan, latar belakang, dan cara pandang adalah hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Namun, di atas perbedaan itu kita memiliki tujuan yang sama, yaitu membesarkan partai demi kemaslahatan masyarakat dan bangsa,” katanya.

Ia juga mendorong penguatan konsolidasi internal, kaderisasi, serta peningkatan kedekatan partai dengan masyarakat.

Menurut Neneng, dinamika politik yang terus bergerak cepat menuntut partai untuk membangun kepercayaan publik melalui kerja nyata.

“Partai harus turun ke tengah masyarakat, mendengar keluhan dan keresahan rakyat, kemudian menghadirkan solusi yang nyata,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Neneng menyampaikan komitmen PBN untuk mendukung program pemerintah Prabowo Gibran, khususnya di bidang ketahanan pangan dan pembangunan nasional.

Ia menilai PBN memiliki potensi untuk berkontribusi dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah melalui kekuatan jaringan organisasi dan kader di berbagai daerah.

Irjen Pol Ahmad Nurwahid Soroti Pentingnya Pancasila dan Gotong Royong

Sementara itu, Irjen Pol. R. Ahmad Nurwahid, S.E., M.M. Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Bidang Penegakan Keadilan dan Rekonsilias, yang hadir sebagai tamu kehormatan, menekankan pentingnya menjaga persatuan nasional melalui penguatan ideologi Pancasila dan budaya gotong royong.

Dalam sambutannya, ia menyebut Indonesia sebagai bangsa yang sangat majemuk dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan tradisi.

Menurut Ahmad Nurwahid, keberagaman tersebut merupakan kekuatan sekaligus tantangan yang harus dikelola dengan baik agar tidak menjadi sumber konflik.

Ia menilai Pancasila menjadi fondasi penting yang mampu menjaga persatuan bangsa Indonesia di tengah kemajemukan.

“Bangsa kita, meskipun plural dan majemuk, memiliki ideologi negara, yaitu Pancasila,” ujarnya.

Ia juga menilai budaya silaturahmi dan gotong royong merupakan modal sosial yang penting dalam menjaga ketahanan masyarakat dan persatuan bangsa.

Menurutnya, semangat gotong royong telah menjadi kekuatan masyarakat Indonesia dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan.

Ahmad Nurwahid juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai ideologi transnasional yang berpotensi mengikis nilai-nilai kebangsaan.

Karena itu, ia mendorong PBN untuk turut mengambil peran dalam menjaga Pancasila sebagai ideologi negara serta memperkuat semangat persatuan dan perdamaian.

Ia juga menyampaikan gagasan mengenai lima bentuk “olah” yang dapat menjadi filosofi dalam membangun manusia dan bangsa, yakni olah raga, olah jiwa, olah rasa, olah karsa, dan olah karya.

Menurutnya, olah karya merupakan puncak dari proses pembangunan manusia, setelah seseorang memiliki kesehatan fisik, kematangan jiwa, kepekaan rasa, serta kemauan dan semangat untuk berkontribusi.

Kegiatan silaturahmi tersebut ditutup dengan sharing session bersama narasumber, para tamu undangan dan jajaran pengurus PBN.(red/rfn/dvd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *