DPP Gerakan Pemuda Marhaenis: Jokowi Jadi Inspirasi Rakyat Indonesia, Rakyat Biasa Bisa Jadi Presiden

Berita12 Dilihat

MediaPers.com : JAKARTA – Ketua Harian DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Abdur Rajab Saputra, menyebut sosok Joko Widodo (Jokowi) sebagai inspirasi besar bagi masyarakat Indonesia.

Menurut Abdur Rajab, perjalanan hidup Jokowi membuktikan untuk menjadi pemimpin di negeri ini, seseorang tidak harus lahir dari keluarga besar politisi, tidak harus anak pejabat, dan tidak harus berasal dari trah kekuasaan.

“Jokowi adalah bukti hidup bahwa rakyat biasa bisa jadi pemimpin. Beliau bukan anak politisi, bukan anak jenderal, bukan anak konglomerat. Beliau tukang kayu dari Solo, tapi bisa jadi Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta, dan Presiden Republik Indonesia 2 periode,” tegas Abdur Rajab Saputra.

Ia menilai, kisah Jokowi adalah cermin dari semangat Marhaenisme yang diperjuangkan Bung Karno, yaitu bahwa kaum Marhaen, rakyat kecil, memiliki harkat, martabat, dan kesempatan yang sama untuk memimpin bangsanya sendiri.

“Ini yang harus ditanamkan kepada anak muda Indonesia. Jangan minder karena lahir dari keluarga miskin. Jangan takut bermimpi karena tidak punya nama besar. Jokowi sudah membuktikan, di Indonesia semua orang punya kesempatan yang sama untuk jadi pemimpin,” lanjutnya.

Abdur Rajab menegaskan, GPM menjadikan kisah Jokowi sebagai motivasi bagi kader-kader muda di seluruh Indonesia untuk berani tampil, berani berpolitik, dan berani memperjuangkan kepentingan rakyat tanpa harus bergantung pada dinasti politik.

“Politik bukan monopoli keluarga politisi. Politik adalah milik rakyat. Jokowi membuka jalan itu. Tugas kita sekarang adalah memastikan jalan itu tetap terbuka untuk anak-anak petani, anak buruh, anak nelayan, dan anak-anak Marhaen di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan inspirasi dari Jokowi bukan soal mengkultuskan individu, melainkan soal meneladani nilai kerja keras, kesederhanaan, dan keberpihakan pada rakyat kecil.

“Yang kita ambil dari Jokowi adalah semangatnya. Semangat bahwa orang biasa yang bekerja dengan jujur dan tulus untuk rakyat, akan dipilih oleh rakyat. Itu Marhaenisme yang sesungguhnya,” pungkas Abdur

Red **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *