Kampung Silat Rawa Belong Resmi Diinaugurasi sebagai Kampung Budaya, Robin Indra Dorong Pelestarian Tradisi Betawi

Berita54 views

MediaPers.com : JAKARTA– Kawasan Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta Barat, menjadi pusat kegiatan inaugurasi Kampung Budaya 2026, Kampung Silat Rawa Belong, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari ini menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian seni, tradisi, dan budaya Betawi sekaligus mendorong keberlanjutan pembinaan generasi muda.

Ketua Yayasan Surgantara (Surga Budaya Nusantara) sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Inaugurasi Kampung Budaya 2026, Robin Indra, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur pemerintah, tokoh masyarakat, pelaku seni budaya, perguruan pencak silat, serta warga setempat.

Menurut Robin, kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan kebudayaan, tetapi juga bagian dari upaya bersama untuk menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kami mengolaborasikan potensi seni dan budaya yang ada di Rawa Belong agar dapat terus berkembang serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Robin saat diwawancarai di lokasi kegiatan.

Robin menjelaskan, kegiatan inaugurasi dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB. Sejumlah perwakilan pemerintah dan tokoh masyarakat turut hadir dalam rangkaian acara tersebut.

Di antaranya perwakilan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat melalui Camat Kebon Jeruk, Aji, perwakilan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Arista dari bidang pembinaan, serta Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat, Arief.

Hadir pula Ketua Kampung Silat Rawa Belong, H. Amran SH. MH, sesepuh Kampung Silat Rawa Belong, Lili Bula atau Hamhuri, serta para pelaku seni, jawara, pengurus perguruan pencak silat, dan tokoh masyarakat dari Rawa Belong dan sekitarnya.

Kegiatan ini juga dihadiri sekitar enam perwakilan dari Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kehadiran mereka menjadi bagian dari hubungan kerja sama kebudayaan antara Jakarta dan Yogyakarta yang, menurut Robin, direncanakan berlangsung hingga 2030.

Sebelum acara seremonial dimulai, panitia menggelar tahlil dan doa bersama untuk mengenang serta mendoakan para leluhur yang telah meninggal dunia.

Rangkaian acara menampilkan beragam kesenian tradisional yang menjadi identitas masyarakat Betawi, khususnya kawasan Rawa Belong.

Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah peragaan pencak silat Cingkrik yang melibatkan lebih dari 250 peserta, termasuk pelajar dari wilayah Jakarta Barat. Penampilan tersebut menjadi simbol regenerasi sekaligus upaya memperkenalkan seni bela diri tradisional kepada generasi muda.

Selain itu, acara dimeriahkan atraksi manusia petasan, prosesi palang pintu, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa bersama, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Sejumlah sanggar dan kelompok seni ikut berkolaborasi,diantaranya sanggar Bang Bens, Sanggar percira,sanggar cingkrik Kong HayatCingkrik S3,Cingkrik Ki goning,serta kelompok seni lainnya yang aktif dikawasan rawa belong,turut mengisi rangkaian acara, mulai dari gambus, musik dan komedi Betawi, hingga rencana penampilan Pitung Band dan pertunjukan lenong Betawi pada malam hari.

Robin menyebutkan, kegiatan tersebut melibatkan sejumlah sanggar dan kelompok seni, antara lain Sanggar Sepitung, Sanggar Gangben, Sanggar Percira, Sanggar Hayat, serta kelompok seni lainnya yang beraktivitas di Rawa Belong.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkuat ekosistem kebudayaan lokal.

Menurut Robin, penetapan Kampung Silat Rawa Belong sebagai Kampung Budaya merupakan bagian dari perjalanan panjang pelestarian pencak silat Cingkrik dan kebudayaan Betawi.

Ia menjelaskan, upaya tersebut telah dirintis sejak 2017, ketika pencak silat Cingkrik ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia pada tahun 2017 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Aliran seni bela diri khas Betawi ini terdaftar di bawah domain Seni Pertunjukan dengan nomor registrasi urutan ke-57.

Selanjutnya, pada Maret 2019, pencanangan Kampung Silat Rawa Belong dilakukan dalam rangkaian kegiatan milad perguruan pencak silat setempat. Pada Oktober tahun yang sama, masyarakat menggelar kegiatan Seribu Silat yang melibatkan sekitar seribu pesilat sebagai bentuk penguatan identitas budaya kawasan tersebut.

Perjalanan itu kemudian dilanjutkan melalui kajian dan proses persiapan pada periode 2022–2024 hingga akhirnya memasuki tahapan inaugurasi pada 2026.

“Ini merupakan perjalanan panjang. Kami ingin memastikan bahwa Kampung Silat Rawa Belong bukan hanya dikenal sebagai tempat berkembangnya pencak silat Cingkrik, tetapi juga sebagai kawasan yang memiliki kekuatan seni, tradisi, dan budaya Betawi,” kata Robin.

Ia menambahkan, kawasan tersebut juga memiliki daya tarik bagi masyarakat luar negeri. Robin mencontohkan kunjungan sekitar 75 kreator konten bidang pariwisata serta pengalaman warga negara Prancis yang pernah datang untuk mempelajari pencak silat Cingkrik.

Menurutnya, potensi tersebut perlu dikelola secara berkelanjutan agar kebudayaan lokal semakin dikenal luas.

Meski inaugurasi menjadi tonggak penting, Robin menegaskan bahwa pekerjaan pelestarian budaya tidak berhenti setelah kegiatan seremonial selesai.

Ia berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat menindaklanjuti proses tersebut melalui kepastian hukum atau penetapan resmi Kampung Silat Rawa Belong sebagai Kampung Budaya, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan program pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan.

Menurutnya, keberlanjutan program memerlukan pembagian peran yang jelas antara pemerintah, tokoh masyarakat, sanggar seni, perguruan silat, dan generasi muda.

“Kami berharap setelah inaugurasi ini ada tindak lanjut yang nyata. Kampung Silat Rawa Belong harus memiliki program berkelanjutan, bukan hanya ramai ketika ada acara. Kita perlu menyatukan pemikiran, menurunkan ego, dan bekerja bersama untuk menata kawasan ini menjadi lebih baik,” ujarnya.

Robin juga menekankan pentingnya regenerasi agar anak-anak muda tidak kehilangan kedekatan dengan identitas budaya mereka sendiri.

Baginya, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan penataan lingkungan, penguatan komunitas, dan pengembangan potensi masyarakat setempat.

Melalui inaugurasi Kampung Budaya 2026, Robin berharap Rawa Belong dapat berkembang menjadi ruang pelestarian budaya Betawi yang aktif, terorganisasi, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Harapan kami, Kampung Silat Rawa Belong menjadi warisan yang terus hidup. Generasi sekarang harus menyiapkan jalan agar generasi berikutnya dapat melanjutkan dan mengembangkan kebudayaan ini,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *