Kemensos Laksanakan Sosialisasi PKH di RW 014 Cengkareng Timur, Warga Dibekali Pemahaman tentang Desil dan Data Bansos

Berita40 views

MediaPers.com. : JAKARTA BARAT — Warga penerima bantuan sosial (bansos) di wilayah RW 014, Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, mendapat edukasi mengenai pentingnya menjaga data pribadi serta memahami sistem desil dalam penentuan penerima bantuan sosial.
Edukasi tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi kepada warga, khususnya peserta Program Keluarga Harapan (PKH), yang berlangsung di Sekretariat RW 014, Cengkareng Timur, Jakarta Barat. Selasa ( 22/09/2026 )

Dalam penyampaian materi, warga diingatkan agar tidak sembarangan memberikan data pribadi kepada pihak lain, terlebih hanya karena iming-iming uang dalam jumlah tertentu. Data kependudukan dan data sosial ekonomi menjadi bagian penting dalam proses penyaluran berbagai program bantuan pemerintah.
Yusro “menjelaskan bahwa saat ini penyaluran bansos menggunakan basis data sosial ekonomi yang terintegrasi. Karena itu, perubahan atau ketidaksesuaian data tertentu dapat berpengaruh terhadap proses verifikasi dan kelayakan seseorang dalam menerima program bantuan.
Warga juga diberikan penjelasan mengenai kemungkinan adanya data yang perlu dikoreksi, termasuk terkait data kepemilikan atau penggunaan listrik. Bagi warga yang tinggal di rumah kontrakan, misalnya, daya listrik yang tercatat dapat saja masih menggunakan data pemilik rumah.


Dalam kondisi tersebut, warga disebut dapat melakukan sanggahan dengan melampirkan bukti pembayaran listrik bulanan serta surat pernyataan yang menerangkan kondisi sebenarnya.
Sementara itu,, Yusro, memberikan penjelasan mengenai istilah desil yang menjadi salah satu bagian dalam pemetaan kondisi sosial ekonomi keluarga.
Menurut penjelasan yang disampaikan, desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan data sosial ekonomi. Ia menerangkan bahwa pada program bantuan tertentu, kelompok desil 1 hingga 4 menjadi kelompok yang diprioritaskan atau memenuhi kriteria berdasarkan ketentuan program yang berlaku.
“Desil itu tingkat kesejahteraan keluarga,” ujar Yusro

oplus_0

Ia menegaskan bahwa penentuan kondisi sosial ekonomi bukan dilakukan secara sepihak oleh pengurus RT maupun RW. Data tersebut berasal dari informasi yang diberikan masyarakat dan hasil verifikasi atau pendataan oleh petugas.
Karena itu, warga diminta memberikan informasi yang benar ketika dilakukan pendataan, mulai dari pekerjaan, penghasilan, kondisi tempat tinggal, hingga informasi sosial ekonomi lainnya.
Dalam pemaparannya, Yusro juga menjelaskan sejumlah faktor yang menurutnya dapat memengaruhi hasil pemetaan kondisi sosial ekonomi, antara lain data kepemilikan kendaraan, kredit atau pinjaman, kepemilikan aset, tabungan, serta kepemilikan properti.

Ia mengingatkan warga yang pernah meminjamkan KTP atau kartu keluarga untuk keperluan administrasi kendaraan agar memastikan data kendaraan yang tercatat pada sistem administrasi sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Selain itu, warga juga diminta berhati-hati terhadap penggunaan data pribadi untuk berbagai transaksi keuangan maupun pinjaman.
“Yang menentukan desil adalah jawaban dari ibu-ibu ketika disurvei oleh petugas,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, warga juga mendapat penjelasan mengenai pentingnya memperbarui atau melakukan koreksi apabila terdapat data yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Sosialisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat RW 014 mengenai pentingnya validitas data sosial ekonomi. Warga juga diimbau aktif melakukan pengecekan apabila menemukan ketidaksesuaian data agar proses verifikasi program bantuan pemerintah dapat berjalan sesuai kondisi masing-masing keluarga.

Ketua RW 014 H Lili Sutarli Menjelaskan ” Saya menyampaikan tadi ada beberapa poin yang Pak Jainal sampaikan terkait bantuan ini, dukungan dari Kementerian Sosial. Salah satu di antaranya pengecekan kesehatan. Ini saya lihat kemarin, sudah beberapa bulan, yang datang pada saat pengecekan posbindu ini, saya tahu orang-orangnya, ya kan. Tapi setelah saya cek, ternyata banyak yang mendapat bantuan. Nah, pada saat pengecekan kesehatan kok pada tidak datang. Kan bisa, itu bisa di-cancel, Kak Ibu. Dan pemusnahan bisa meng-pk, tidak. Oh ini karena nggak pernah cek kesehatan? Oh, cuek aja. Bisa ya, Pak Jainal. Berarti kan saya dengan sebuah kelompok bisa saja. Jadi kesehatan gratis, Bu. Ibu. Yang penting cek aja, Bu. Cek tensi darah, ya kan. Dan ke sini. Nah, posbindu, jadi setiap bulan kita ada kegiatan posbindu. Ya mungkin nanti ketua posbindu banyak sosialisasi. Jadi setiap bulan kita adakan. Ibu ada grup nggak di situ? Nah, yang beliau kan nggak pernah bawa HP, yang lain ingatkan, ada pengecekan posbindu, pengecekan kesehatan gratis di balai warga RW 14. Tolong konfirmasi ke para tetangga-tetangganya, ibu-ibu. Jadi jangan hanya komplain posko nggak dapat dana bantuan dari kementerian, tapi kegiatan Ibu tidak mau melaksanakan kegiatan pengecekan kesehatan gratis. Itu yang pertama. Jadi Bu, tolong setiap kegiatan kesehatan Ibu hadir. Bapak-bapak hadir. Nggak bayar. Ya, yang bayar nanti menghadap PKH, sebuah kelompok wanita. Yang bayar itu mungkin karena suntik cek darah, gula, nah itu mungkin. Ibaratnya nggak sebesar beli sepack rokok lah. Tapi wajib, Bu, itu hukumnya wajib, kegiatan pengecekan kesehatan ini. Karena apa? Buat tahu data-data beliau, kondisinya sehat, kondisinya bagaimana, ya kan. Jadi kewajiban di Ibu harus dilaksanakan juga pengecekan kesehatan itu, bapak-bapak juga harus wajib. Karena datanya nanti sama Ibu Ani. Siapa yang melaksanakan cek kesehatan? Ya ini. Tadi sampaikan, kalau tidak melakukan, mengikuti prosedur, jadi saya saja kata Jainal. Ditangkat saya kan Pak RW misalkan tuh, nggak pernah ngecek kesehatan gratis di posbindu, bisa saya. Saya selaku ketua RW mengcut gitu kan. Tapi saya harapan dengan kejadian ini, saya mohon pada saat kegiatan posbindu, Ibu-ibu, bapak-bapak agar hadir ya. Hadir ya, Ibu-ibu ya? Jadi saya melihat kondisi ibu-ibu, ya kan, saya selaku ketua RW harus ngecek kesehatan anggota warga saya. yang sampai darah tinggi, ya kan tanganku darah tinggi, aku kemudian dari kementerian belum juga saya, cek darah tinggi. Maka ini cek sini, cek pandemi, ya kan. Tolong nanti Bu RT tergabung nanti grupnya, tolong sampaikan, Oh ada pengecekan kesehatan gratis di balai warga RW 14. Nah tolong ingatkan tetangga kanan kirinya. Itu yang pertama. Yang kedua, Pak Jainal ini, Pak Isro juga, Bu Ani. Bu Ani ini ketua kelompok, ya kan. Yang lain nih semuanya dapat bantuan. Apakah dari ketua kelompok ini? Karena apa, mereka ke sana kemari juga butuh bensin, butuh es lah setidaknya, ya kan. Jadi untuk membantu sosialisasi kegiatan-kegiatan mereka. Nah kalau dari kita-kita kan mereka nggak ada gajinya, nah mereka ini tidak ada gajinya. Ada mungkin suatu perhatian dari pemerintah terhadap ketua kelompok di sini, dengan pos ini, agar mereka bertugas juga dengan semangat. Saya yakin kalau kerja nggak ada dukungan, mereka juga nggak mau. Pakai motor mau pakai air, ya kan. Bensin, bensinnya kan naik. Nah ini mohon ada suatu perhatian dari masukannya pemerintah. sebagai ketua kelompok itu harus ada bentuk suatu perhatian, Pak. Itu besar kecilnya silakan. Jadi selama ini, ya saya mengerti ini adalah kerjaan sosial. Saya mengundang Ibu-ibu kerjaan sosial saya, ya kan. Tapi yang dituntut sebagai ketua kelompok untuk memberikan motivasi, semangat mereka adalah suatu bentuk perhatian bagi mereka, Pak. Itu. Ya memang sosial. Saya mungkin sosial juga kalau cuma nggak didukung air minum saya juga nggak mau. Kan gitu. Kita bukan kerja sosial, tetap kerjaan itu dibayar. Kan gitu. Bukan masalah besar kecilnya, tapi ada perhatian dari pemerintah untuk yang dituakan sebagai ketua kelompok di sini. Jadi itu dari saya, Pak. Terima kasih kehadiran dari Kemensos untuk memberikan edukasi kepada warga saya terkait ini. Karena bahwa ada juga mungkin yang lama-lama kayak kesepak di sini, karena belum pakai AC, ya. Ini adalah balai warga semua. Ini adalah milik ibu-ibu juga, bukan milik saya pribadi. Makanya saya tulis bukan kantor RW, tapi balai warga RW 14. Siapa pun mau ada, mau gunakan, silakan. Dan nanti setelahnya insyaallah kalau memang siapapun pengganti saya, saya ngomong ini lho balai warga kita, tidak boleh pindah-pindahkan. Demikian yang saya sampaikan.

Rham/Red
Tim publikasi 014

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *